Tiga Puluh Empat

148 19 6
                                        

Vote dan Komen ya xixi

****

Starla sudah sampai di rumah sehabis turun dari motornya Reno. Starla mengusap wajahnya kasar sampai akhirnya di kamar.

Lalu menjatuhkan tubuhnya di kasur dan menatap langit-langit kamarnya. Lalu mengecek ponselnya karena ada pesan masuk, keningnya mengkerut heran.

[Para Babunya Ssabrinaa]

Sabrina telah menambahkan anda

Belva: Eh, grup apaan dah ini@Sabrinarina

Starla: Gue bukan babu lo ya!

Sabrina: Wkwk. Jadi sekarang kalian babu gue, terus kalian harus nurut dan patuhi gue. Oke?

Starla: Oh

Sabrina: @Kania @Naomi @Vanya keluar lu pada. Masa cuma Belva dan Starla aja yang muncul

Kania: Apaan sih, aku bukan babu kamu ya! Aku izin keluar

Sabrina: Nooo! Jangan ihh, Kaniaaaa

Naomi: Sabrina, kamu kenapa?

Sabrina: Hah? Gue? Gue gak papa

Starla: Gue mau off dulu

*****

"Lo kenapa?" tanya Saskara ke Kania. Saat raut wajah gadis itu berubah jadi kesal dan murung.

Iya. Mereka sedang jalan bareng, sekarang mereka lagi makan di cafe. Saskara yang minta, awalnya Kania menolak namun di paksa oleh Saskara dan akhirnya dia pun menerimanya.

"Ini aku lagi kesel sama, Sabrina."

Saskara memiringkan kepalanya bingung. "Kenapa?"

"Dia nambahin aku ke grup yang di buat dia, namanya 'Para Babunya Sabrina' gak jelas 'kan? Tiba-tiba aja jadi babu dia," ucapnya cemberut.

Saskara tertawa kecil lalu mengusap rambut Kania. "Cuma bercandaan dia kali, gak usah dibawa serius."

"Ya udah deh."

"Udah, gak usah cemberut gitu. Cantiknya hilang malah jelek yang ada."

Kania tertawa. "Haha, bisa aja kamu."

Saskara tersenyum tipis. "Nah gitu dong ketawa."

"Hehe iya."

"Ayo pulang. Aku ingin pulang."

"Eh bentar. Ikut gue pergi dulu, mau gue kasih hadiah buat lo."

"Emang aku lagi ulang tahun? Pake ngasih hadiah segala."

"Ya emang kenapa? Emangnya ngasih hadiah pas hari ulang tahun aja gitu?"

"Ya nggak sih."

"Udah. Ikut aja." Saskara langsung menarik tangan gadis itu dan membawanya pergi dari cafe tersebut ke tempat tujuan lain. Untuk bayar makanan, mereka udah kok🙃

******

Di markas

"Ck! Arghh! Kesel gue!" teriak Sagara sambil menonjok tembok di depannya.

"Sa! Garaa! Berhenti lo! Tar tangan lo berdarah!" gertak Devon sambil menahan Sagara.

"Gak bisa gue. Von! Gue salah kah gak percaya sama Starla? Tapi di sisi lain dia salah, salah, Devon! Nampar orang!" balas Sagara dengan tatapan tajam.

Devon menghela nafasnya kasar. "Lo gak salah. Starla juga gak salah, dan Bianca juga nggak. Tapi ... pikiran lo dan Starla yang gak bisa bersikap dewasa? Di sisi lain gue juga kesel sama Starla, kenapa? Karena dia berlebihan. Lo juga salah, udah tau punya pacar. Malah deket sama Bianca. Jadi ya wajar, Starla gitu. Karena Cemburu. Di sisi lain gue anggap Bianca juga salah. Udah tau lo udah punya pacar malah deketin lo. Jadi ya intinya di masalah ini gak ada yang salah. Tapi gak tau juga sih, gue aja belum ngerasain punya pacar," jelas Devon panjang lebar.

Sagara terdiam sejenak dengan raut wajah datarnya. Kemudian dia menghela nafasnya, lalu memijat pelipisnya karena pusing.

"Terus gimana? Gue apa Starla apa Bianca yang minta maaf?"

Kali ini Devon yang terdiam.

"Gue gak tau. Itu sih terserah lo." Devon mengangkat kedua bahunya acuh.

Lagi lagi Sagara menghela nafasnya. Lalu menoleh ke arah Galang, Valdo dan Hudson berada di sana tidak ada Saskara.

"Saskara mana?" tanya Sagara yang membuat ketiga cowok itu menoleh ke arah Sagara.

"Hah? Saskara? Gue gak tau dia ke mana," jawab Galang.

"Lo?" tanya Sagara ke Valdo.

"Sama. Gue juga gak tau. Tapi ya udah lah gak usah mikirin dia, dia udah gede kali gak usah khawatir gitu. Emang lo Emaknya?"

Sagara tersenyum kecil. "Ya. Iya sih. Ah, bodo amatlah." Kemudian dia duduk di sofa yang ada di sana.

Dan sekarang keadaaan markas itu kembali hening. Sagara sibuk dengan pikirannya begitu pun dengan Devon, kalau Galang, Valdo dan Hudson kembali melanjutkan permainan game di ponselnya yaitu Game Online Mobile Legends.

****

Di sisi lain.

Saskara dan Kania berada di toko boneka. Iya, Saskara membawa gadisnya ke toko boneka ingin mengasih hadiah boneka buat Kania.

"Yang mana?" tanya Saskara yang terus memperhatikan  Kania yang sedari tadi melihat-lihat boneka di tempat pajangan.

"Gak tau. Aku bingung." Kania refleks menggaruk tengkuk lehernya.

"Yang ini aja gimana? Bonekanyq lucu kayak kamu." Saskara menyodorkan sebuah boneka lucu yaitu boneka beruang yang ada pitanya.

Kedua mata Kania berbinar. "Mauuu!" ujarnya sambil mengambil boneka itu dari tangan Saskara.

Saskara terkekeh tanpa suara. "Oke. Ya udah yuk bayar."

Mereka pun ke tempat kasir untuk membayar boneka itu. Setelah selesai, baru mereka keluar dari toko boneka tersebut dan kembali pulang.

Pertama-tama Saskara mengantar pulang Kania ke rumahnya. Setelah itu baru dirinya yang pulang.

*****

Bersambung

Segini dulu yah semoga suka

SAGARA[Tamat&Lengkap]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang