Tiga Puluh Tiga

150 22 6
                                        

Vote dan Komen ya xixi

*****

Starla pergi ke kelas. Lalu duduk di bangkunya dengan perasaan marah, lalu mengacak-acak rambutnya sendiri.

"Reno ...," gumamnya tanpa sadar.

Kedua matanya mulai berkaca-kaca, perlahan mulai menangis lalu dirinya mulai menggelamkan kepalanya di antara tumpuan tangan di atas meja.

"Kecewa ...," gumamnya menangis.

"Gara jahat sama Velly ...." Starla masih menangis.

"Starla?" Tiba-tiba datang Sabrina lalu duduk di sampingnya Starla.

Starla mendongak. "Apa?" tanyanya dengan tatapan datar.

"Lo gak papa?"

"Gue gak papa."

"Tapi lo nangis tadi. Sini cerita sama gue," ujarnya sambil memegang tangan gadis itu.

"Gue gak papa, Sab."

"Apa perlu gue samperin Sagara dan ngomong yang sebenarnya? Gue gak mau lo dan dia saling berjauhan kek gini dan marahan."

Starla menghela napasnya. "Gak usah."

"Gue lagi males bahas dia."

"Ya udah." Sabrina tersenyum simpul.

Lalu berdiri lagi ingin keluar dari kelas. Setelah memberi tau Starla, Sabrina pun keluar dari kelas tersebut menuju ke kantin lagi.

Namun di tengah perjalanan koridor sekolah dia berpapasan dengan Devon. Sabrina hanya acuh dengan tampang muka jutek, namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat lengannya di cekal oleh Devon.

Sontak membuat dirinya terkejut dan hampir terhuyung ke belakang, lalu menatap tajam ke Devon.

"Ngapain lo?!" ujarnya kesal.

Devon hanya terkekeh sambil masih memegang tangan gadis itu. "Lo mau ke mana?"

"Bukan urusan lo!"

"Eh, Sab."

"Apa?!"

"Galak amat," ujar Devon. 

"Ya suka-suka gue lah!"

"Hm, oke. Gue cuma mau ngomong, gue ingin Sagara dan Starla baikan."

"Caranya?" tanya Sabrina sambil mengangkat salah satu alisnya.

"Gak tau juga."

Sabrina mendengus kesal, lalu beralih ke tangannya yang dari tadi di pegang oleh Devon.

"Lepasin tangan gue," ujarnya datar.

Devon tersadar lalu melepaskannya. "Eh, maaf." Devon menahan senyum.

Sabrina hanya berdehem. "Lo ngapain liatin gue kek gitu? Gue cantik, kah? Lo naksir sama gue?" herannya saat Devon terus menatapnya.

"Dih. Geer banget lo jadi cewek. Cantik kagak, mirip Mak Lampir iya."

"Sembarangan lo, Devon!" balasnya ingin menonjok Devon, namun Devon berhasil menghindar dan tidak sengaja kaki Sabrina terkilir ingin jatuh namun dengan sigap Devon menahan tubuhnya Sabrina dan alhasil Sabrina sekarang berada di pelukan cowok itu. Dan tanpa sengaja mereka bertatapan kontak mata.

Deg!

'Omaygatt! Ini jantung gue kenapa, jir?' batin Sabrina was-was.

'Cantik,' batin Devon yang terus memperhatikan wajah cantik Sabrina.

SAGARA[Tamat&Lengkap]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang