" ternyata mengejar bahagia tidak semudah yang difukirkan "
" sayang " Kardelia duduk di samping Alkana dan memeluk erat lengan lelaki itu dan menghirup parfum yang dikenakan Alkana.
" pagi " Alkana memberikan senyumannya yang manis kepada Kardelia.
Beberapa mata memandang ke arah pasangan yang terlihat semakin rapat itu, mereka terlihat sedang bergosip dengan satu sama lain.
Beberapa cibiran yang Kardelia dengari daripada mereka, ada mengatakan kalau Kardelia memberikan sesuatu kepada Alkana dan membuatkan lelaki itu jatuh cinta padanya.
" nanti malam kita keluar mau? " Kardelia menyederkan kepalanya ke pundak Alkana dan menatap ke arah Alina dan Dion yang sedang diam menikmati baksonya.
" boleh " Alkana mengenggam erat tangan Kardelia dan tersenyum menatap Kardelia.
Kardelia menutup mata dengan erat, 2 minggu ini hidupnya terasa lebih tenang. Papanya keluar karna urusan bisnis dan mamanya keluar ke luar negeri untuk libur bersama temannya.
Suasana riuh di kantin tidak menganggu ketenteraman dirinya, gadis itu terlihat tertidur nyenyak di pundak Alkana.
Kardelia menemukan tempat ternyaman kedua iaitu di pundak Alkana. Ia merasa sangat bahagia lelaki itu bisa menerima kehadirannya.
" sayangggg " Alkana mengusap lembut pipi Kardelia.
" ehm " gadis itu tampak kaget dengan sentuhan lembut yang hinggap di pipi kanannya.
" maaf, ketiduran " ujarnya mengusap mata yang tiba-tiba kabur.
" yuk, aku anterin ke kelas " Alkana menarik tangan Kardelia dan memimpin gadisnya menuju ke kelas.
Sungguh cepat waktu berlalu, Kardelia semakin senang dengan sikap Alkana yang berubah dari dingin kepada penyayang. Gadis itu tidak berhenti menatap wajah ganteng milik Alkana ketika berjalan menuju ke kelas.
" neng? Pacarnya ganteng banget ya? Sampai gitu amat ngeliatnya " goda Alkana
" pakkkkk pacar saya itu gantengggggggggg banget " ujarnya dengan wajah yang senang dan suara yang lantang.
Cupp
Kardelia melongo dan terkaku di depan kelasnya, para siswa dan siswi yang ada di dalam kelas berteriak histeris.
Seorang Alkana, ketua osis mengecup lembut pipi Kardelia di hadapan banyak manusia.
" aku ke kelas dulu ya " Alkana mendekatkan bibirnya ke telinga Kardelia dan sedikit berbisik
Bulu kuduk Kardelia merinding, ingin sahaja ia meloncat sekarang. Kardelia ingin berteriak sepenuh hatinya karna ia sangat senang sekarang.
°°°
" saya mau bicara sama kamu " Arnold mengajak Kardelia untuk masuk ke rumah. Lelaki itu berjalan mendahului dirinya.
Kardelia menarik nafas dalam-dalam, ia mulai melangkah masuk ke dalam rumah. Gadis itu meremas dengan kuat kaos hitam yang ia kenakan.
Satu hal yang muncul di dalam kepala Kardelia, ia tidak ingin kehilangan Alkana setelah semuanya baik-baik sahaja. Kardelia cuma ada Alkana saat ini. Kardelia butuh Alkana untuk bertahan hidup.
Dara dan Helen sedang duduk manis di ruang tamu, kedua-duanya hanya menatap Kardelia dan tidak menunjukkan gerak geri ingin menyapa gadis itu.
Kardelia melirik ke arah tangga, tiada kelibat Alkana kelihatan. Jika Arnold tidak mengizinkannya keluar dengan Alkana, baiklah Kardelia akan patuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Second lead
Non-Fiction" saya dan dia akan bercerai " " papa mau ninggalin Adel? " " kamu bukan anak saya " " terima kasih kerana telah menjaga Adel " Kardelia Puteri, seorang gadis yang sebenarnya tidak pernah ingin dilahirkan didunia. Ia tidak tahu hal apa yang ia l...
