Selamat membaca!
Mari tebarkan cinta dengan menekan tombol vote dan beri komentar di setiap paragraf!
🐻🐣🐿🐇🐢
Sudah menjadi kebiasaan bagi Jennie dan teman-temannya untuk berkumpul di kantin pada jam istirahat. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin yang selalu ramai.
Senyumnya tersungging kala matanya menangkap sosok Jisoo dan Rose yang makan di meja yang sama. Tak lupa juga ada Yeri dan Chanyeol yang duduk di depan keduanya.
"Kalian duluan saja aku akan menghampiri mereka dulu."
Jennie melanjutkan langkahnya setelah melihat teman-temannya mengangguk. Ia sangat antusias karena jarang sekali Jisoo mengunjungi kantin. Mereka bertiga juga tak pernah makan bersama di kantin sekolah. Ini akan menjadi momen langka bagi mereka jika sampai mereka makan bertiga di meja kantin.
Mungkin karena terlalu antusias, ia tak sengaja menabrak siswa lain yang sedang membawa semangkuk galbitang yang masih panas. Alhasil, hampir seluruh isi mangkuknya tumpah ke seragam Jennie.
"Awhhh," pekiknya membuat seluruh isi kantin memperhatikannya.
Ia mengibas-ngibaskan seragamnya sekalipun hal ini tak banyak membantu. Sensasi panas itu sudah terlanjur menyentuh kulit perutnya. Ia yakin ini akan melepuh karena perutnya juga terasa perih.
"M-mianhe s-sunbae."
Suara siswa itu bergetar karena saking takutnya. Ia tau, Jennie adalah orang yang paling tidak boleh diganggu di sekolah ini apalagi dilukai. Semua selalu berakhir pembullyan jika ada yang berani bahkan tanpa sengaja mengganggunya. Jujur, ia sebenarnya kaget karena Jennie tiba-tiba menabraknya padahal jalan masih luas.
"Jen. Kau tak apa?" tanya Jisoo panik.
"Perih," keluhnya masih mengibaskan seragamnya.
"Kita ke ruang kesehatan sekarang," ujar Rose menarik Jennie dengan lembut.
"Kau ya berani-beraninya!" geram Irene.
Ia menjambak rambut siswa itu dengan kencang. Joy dan Wendy juga hanya membiarkannya karena mereka juga sama kesalnya.
"Irene unnie! Jangan!"
Ucapan Jennie membuat mereka kembali menoleh ke arahnya. Pastinya mereka terkejut dengan sikap Jennie yang tak biasa. Biasanya Jennie akan langsung marah, memaki dan membully mereka yang dengan atau tanpa sengaja mengganggunya seperti kasus Yeri waktu itu.
"Aku yang salah. Aku yang menabraknya," ujarnya lagi menatap kasihan adik kelasnya yang menunduk takut dengan rambut acak-acakan.
"Mwo? Sejak kapan ada kata salah di kamus Jennie?" ujar Joy.
"Sejak hari ini," jawab Jennie yakin.
"Tapi... kau terluka," ujar Wendy khawatir.
"Ini hanya luka kecil."
Ia membuka dompetnya dan meletakkan uang lima puluh ribu won ke kantong seragam siswa tersebut.
"Maaf karena aku tak berhati-hati. Uang itu sebagai gantinya. Belilah galbitang yang baru dan makanlah dengan nyaman," ujarnya membuat siswa tersebut berani menatap matanya.
Ia terkekeh mendapati ekspresi terkejut siswa tersebut saat melirik kantongnya.
"I-ini terlalu banyak sunbae."
"Tak apa. Anggap saja aku mentraktirmu beberapa hari ke depan," ujarnya sambil tersenyum.
🐻🐣🐿🐇🐢
KAMU SEDANG MEMBACA
When POISON Becomes MEDICINE
Fanfiction(Selesai) FRIENDSHIP Jennie x Lalisa Mereka tak pernah tau mengapa takdir membuat mereka saling berinteraksi jika hanya untuk berseteru. Namun, seiring berjalannya waktu, Lalisa yang dibencinya ternyata menjadi penyembuh traumanya~ Start : 03-02-22 ...
