Tiga belas, Dicuri?

5.4K 486 2
                                        

Selamat membaca!

Mari tebarkan cinta dengan menekan tombol vote dan beri komentar di setiap paragraf!

🐻🐣🐿🐇🐢

"Kenapa dia begitu berani dan keterlaluan padamu Jen?" ujar Irene setelah mendengar cerita Joy tentang insiden di parkiran.

Mereka memang merencanakan pencopotan ban Lalisa bersama dengan menyuruh adik kelas, namun Irene dan Wendy pulang satu jam lebih akhir. Jadi hanya Joy, Jennie dan adik kelas yang melakukan pencopotan tersebut. Lebih tepatnya, Jennie dan Joy hanya menonton.

"Ketumpahan kopi, mencekik dengan alat pel, memecahkan kaca mobil. Astaga ini sudah tak bisa dibiarkan Jen," tegas Wendy.

"Dia juga membuat Jisoo unnieku membentakku," jawab Jennie lesu.

"Mwo? Kau serius? Jisoo? Membentakmu?" pertanyaan Irene hanya dibalas dengan anggukan oleh Jennie. Mereka tau jika Jisoo adalah unnie kesayangan Jennie meskipun selama di sekolah mereka jarang dan hampir tidak pernah bertemu apalagi berinteraksi.

"Bagaimana cara membalas perbuatannya?" tanya Wendy. Joy yang sejak tadi mengerutkan keningnya kini tersenyum.

"Jika dengan cara kasar kita selalu kalah, bagaimana jika kita menggunakan cara halus," usulan Joy membuat kepala mereka saling mendekat.

"Bagaimana caranya?" bisik Jennie.

🐻🐣🐿🐇🐢

Lalisa berjalan cepat menuju kelas Park Yeri guna mengembalikan kotak bekal kemarin.

"Permisi, saya ada perlu dengan Park Yeri," ujarnya sopan namun dengan nada dingin.

Semua yang ada di kelas dibuat melongo akan kehadiran Lalisa karena mereka tak pernah melihat Lalisa berkeliaran di jam istirahat terutama di koridor kelas sepuluh.

Lalisa yang sedang diperhatikan hanya memasang wajah cuek karena selama perjalanan menuju ke sini pun tatapan mereka juga sama. Tatapan penasaran seperti baru melihat ayam jantan yang bertelur.

"Annyeong sunbae," sapa Yeri ramah.

Lalisa langsung saja menyerahkan kotak bekal tersebut dan segera pergi. Ia malas berlama-lama mendapatkan tatapan penasaran dari mereka. Yeri yang ingin bersuara terpaksa bungkam dan masuk kembali ke kelas dengan lesu. Tapi itu tak berlangsung lama ketika kekasih kakaknya menghampirinya.

"Mengapa kau tampak lesu sayang?" tanyanya lembut mendudukkan diri ke bangku sebelah Yeri.

"Mengapa sunbae begitu dingin?"

"Aku? Dingin? Kau memanggilku sunbae?" tanya Rose heran.

"Aniya, tadi aku bertemu sunbae yang sangat dingin," adunya pada Rose.

"Kau membawa sandwich? Kelihatannya sangat enak," entah mendadak Rose membuka kotak bekal Yeri karena penasaran tentang isinya.

"Mwo?"

"Kenapa kau terkejut?" jelas Yeri terkejut karena ia mengira kotak bekalnya kosong.

"Bukan punyaku."

"Lalu? Hey mengapa malah tersenyum?" tanya Rose heran saat melihat Yeri yang awalnya lesu kini tersenyum.

"Ini dari sunbae dingin."

"Kau punya gebetan?"

"Aniya. Dia wanita."

When POISON Becomes MEDICINECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang