Enam belas, Ricuh

5K 489 14
                                        

Selamat membaca!

Mari tebarkan cinta dengan menekan tombol vote dan beri komentar di setiap paragraf!
.....

Aku berharap ada komentar yang sesuai sama ceritanya karena kalo cuma next or lanjut doang rasanya ceritanya mati

🐻🐣🐿🐇🐢

Sore ini langit benar-benar cerah dan menyejukkan. Wanita dengan perawakan tinggi itu menggeliat, menampilkan wajah yang sama cerahnya dengan langit karena kali ini ia mendapat waktu tidur yang cukup.

Setelah puas menggeliat, ia beranjak untuk mandi. Masih ada waktu satu jam untuk bersiap. Ia menuangkan sabun beraroma vanilla ke dalam bath up lalu merendam dirinya.

Sudah selesai membersihkan diri, ia mengambil sebuah gantungan yang berisi kemeja berwarna putih dan celana panjang berbahan kain. Sebelum tidur, ia sudah menyiapkan semua kebutuhannya untuk bekerja.

Hari ini adalah hari yang spesial bagi restoran. Semua karyawan diwajibkan menggunakan seragam yang biasanya hanya diwajibkan bagi waiters dan kasir.

Tak butuh waktu lama untuk merias diri karena ia hanya mengoleskan lipbalm bening pada bibir tebalnya dan menyisir rambutnya. Terakhir, menyemprotkan sedikit parfum pada leher jenjangnya. Hanya dua semprot. Hemat bukan?

Perjalanan sore ini begitu santai karena ia berangkat lebih awal. Jalanan Seoul memang selalu ramai terlebih sekarang adalah weekend, waktu yang tepat untuk bersenang-senang. Namun sayang, ia harus bekerja.

Ia membelokkan stir motornya memasuki jalan pintas yang tak terlalu ramai kendaraan. Bisa dibilang hanya satu atau dua kendaraan yang melintas setiap menitnya karena kesan angker jalan ini. Padahal, jalanannya hampir sama luasnya dengan jalan raya tadi.

Matanya menyipit kala melihat tiga orang preman menghadang mobil BMW hitam yang harganya membuat kepalanya pening. Salah satu preman sudah bersiap menghancurkan kaca mobil dengan palu besar yang mungkin sengaja dibawa untuk melancarkan misinya.

Ia hendak melewati mobil tersebut karena enggan ikut campur. Jangan lupakan fakta bahwa ia Lalisa, sosok yang acuh dengan lingkungannya.

Namun kali ini kembali berbeda, sisi kemanusiaannya mendadak muncul saat pria yang ia kira berusia 40 tahunan itu diseret keluar oleh salah satu preman setelah berhasil membuka paksa mobil.

Mau tak mau ia melajukan motornya pelan sambil menendang ketiga preman tersebut bergantian dengan kaki kanannya hingga cekalan tangan pada pria itu terlepas.

Dukh dukh dukh

"WOW!!! Ada gadis cupu lemah cosplay jadi pahlawan nih bro!" celetuk salah satu preman yang ditanggapi dengan tawa remeh oleh kedua preman lainnya.

Bugh

Tinjuan itu melayang pada perut preman yang mengejeknya. Lalisa tak punya waktu untuk bermain-main dengan mereka. Ia harus segera menolong pria itu dan bergegas ke restoran.

"Kurang ajar!!!"

Mereka mulai mengepung Lalisa dan menyerangnya di berbagai sisi. Sejauh ini Lalisa mendominasi serangan berkat seringnya mengikuti pertarungan bebas.

Pria yang hendak dirampok itu menatap Lalisa khawatir. Terlebih yang menolongnya adalah seorang gadis muda.
Ia sangat menyesal karena tak membawa sopir beserta bodyguard yang biasanya selalu bersamanya. Harusnya ia mendengar perkataan istrinya yang menyuruhnya untuk berangkat bersama tadi.

When POISON Becomes MEDICINECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang