Selamat membaca!
Mari tebarkan cinta dengan menekan tombol vote dan beri komentar di setiap paragraf!
🐻🐣🐿🐇🐢
Mark dan anak buahnya masih menodongkan pistolnya kepada anak buah Kai meskipun pintu telah tertutup. Mereka saling menodongkan senjata meskipun tanpa adanya serangan.
"Berapa bayaran kalian?" tanya Mark.
"Kau tidak perlu tau."
"Tuanku bisa membayar 2x lipat jika kau mau bekerja sama denganku," tawar Mark.
"Cihh. Bullshit!"
Mark mengeluarkan ponselnya. Ia memperlihatkan saldo atmnya yang memiliki nominal lebih dari tujuh juta won. Ia harus bisa menyogok anak buah Kai karena jika sampai mereka terlibat perkelahian, ia takut Kai malah semakin membahayakan nona mudanya.
"Akan aku transfer sekarang jika perlu," ujarnya lagi berusaha meyakinkan mereka.
"Apa yang harus kami lakukan?" tanya salah satu anak buah Kai yang mulai tertarik dengan tawaran Mark.
"Pulanglah."
"Hanya itu?"
"Ya."
"Baiklah. Transfer sekarang juga empat juta won ke nomor rekening ini."
"Kai hanya bisa membayar kalian 500 ribu won per orang? Cihh dia memang tidak ada apa-apanya," ujar Mark remeh. Ia langsung mentransfer sejumlah nominal yang mereka inginkan tanpa ragu. Ia masih punya banyak uang di bank lain. Lagi pula, Tuan Kim juga pasti akan menggantinya beberapa kali lipat nanti.
Setelah mereka pergi, Mark langsung mendobrak pintu sehingga menampilkan Kai yang hendak melepas bra Jennie.
Dor! Dor!"
Mark segera melepaskan tembakannya ke bahu dan paha Kai.
"Nona Jennie!"
Mark berlari menghampiri Jennie. Ia melepaskan jaketnya untuk menutupi tubuh Jennie. Setelahnya, ia menggendong Jennie keluar. Rekannya yang lain juga membawa Lalisa keluar.
"J-Jennie," lirih Lalisa berusaha mencari-cari Jennie. Kesadarannya sudah diambang batas.
"Tenanglah nona, nona Jennie sudah bersama Mark."
Dahi Mark berkerut saat melihat Krystal berjalan mondar-mandir di depan sebuah taxi yang terparkir di seberang jalan.
"Krystal Jung? Untuk apa kau di sini? Kau bekerja sama dengan Kai lagi?" tanya Mark sinis.
"Jennie! Lisa!" Krystal berlari menghampiri mereka dengan raut paniknya. Ia hendak menyentuh Jennie namun Mark lekas menjauhkannya. Ia meneteskan air matanya saat melihat kondisi Jennie dan Lalisa yang jauh dari kata baik.
"Jennie sudah menyiapkan helikopter di gedung JC."
Mark mengangguk. Jarak gedung itu hanya lima menit jika menggunakan mobil. Itu adalah sebuah perusahaan fashion milik Jisoo dan Jennie yang dirahasiakan dari publik.
Ia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh diikuti dengan mobil rekannya di belakangnya. Taxi yang ditumpangi Krystal juga mengikutinya tapi ia tak mau ambil pusing soal itu. Ia yakin Jennie yang merencanakan semua ini dengan bantuan Krystal.
KAMU SEDANG MEMBACA
When POISON Becomes MEDICINE
Hayran Kurgu(Selesai) FRIENDSHIP Jennie x Lalisa Mereka tak pernah tau mengapa takdir membuat mereka saling berinteraksi jika hanya untuk berseteru. Namun, seiring berjalannya waktu, Lalisa yang dibencinya ternyata menjadi penyembuh traumanya~ Start : 03-02-22 ...
