13. I Think About You

874 93 1
                                        

Early November 2023

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Early November 2023

Keithlyn muncul di sudut ruangan apartemen Jean, menyadari bahwa dia telah melakukan lompatan waktu yang sempurna. Namun, satu hal yang tidak ia perhitungkan, Jean tidak ada disana. Tidak ada dimana pun. Suara detik jam di dinding menjadi satu-satunya teman yang menemani Kei dalam sunyi.

Ia melihat sekeliling apartemen itu, tempat yang begitu asing namun terasa akrab. Rapi, sedikit dingin, dan penuh dengan benda-benda yang menggambarkan pribadi Jean—rak buku penuh komik dan catatan, cangkir kopi setengah terisi di meja, jaket yang tergantung sembarangan di kursi. Hampir sama ketika ia meninggalkan tempat ini tempo hari.

Gedung-gedung pencakar langit yang megah berdiri tegak di kejauhan, lampu-lampunya mulai berkedip satu per satu saat senja merambat turun. Jalan-jalan di bawahnya penuh dengan mobil dan pejalan kaki, namun dari ketinggian ini, suara bising itu terasa jauh, seperti latar belakang samar kehidupan yang tak pernah tidur.

Cahaya matahari sore yang memantul dari kaca gedng-gedung sekitarnya menerobos masuk, memenuhi ruang tamu dengan semburat oranye dan merah muda yang hangat. Suasana apartemen ini minimalis tapi elegan—perabotan modern dengan sentuhan logam dan kayu ringan seolah menyatu dengan pemandangan kota di luar.

Berjam-jam berlalu, tapi Jean belum juga datang. Matahari di luar sudah mulai tenggelam, meninggalkan semburat jingga yang redup. Dalam keheningan yang semakin mencekam, Kei berjalan mengelilingi apartemen Jean, mencoba mengenali setiap sudut ruangan yang mungkin bisa membawanya lebih dekat dengan pria itu.

 Dalam keheningan yang semakin mencekam, Kei berjalan mengelilingi apartemen Jean, mencoba mengenali setiap sudut ruangan yang mungkin bisa membawanya lebih dekat dengan pria itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kekosongan itu mulai menggigit, dan Kei tak bisa menahan perasaan khawatir dan rindu yang muncul. Dia ingin Jean segera pulang, namun waktu seakan berjalan sangat lambat. Sambil menatap keluar jendela, Kei bertanya-tanya: apakah Jean akan terkejut melihatnya di sini? Apa yang akan terjadi jika mereka bertemu lagi setelah semua yang terjadi?

Malam perlahan tiba, dan lampu-lampu kota mulai menggantikan cahaya matahari. Dinding kaca itu sekarang memantulkan kilauan neon dari Times Square di kejauhan, sementara bayangan gedung-gedung besar melukis pola-pola gelap di lantai apartemen. New York di malam hari tampak seperti lautan cahaya, terus bergerak dan hidup, meski dunia di dalam apartemen tetap tenang dan diam.

Past Love | bluesyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang