52. House

579 60 2
                                        

Jean dan Karine baru saja mendarat di Los Angeles International Airport dari Pennsylvania. Perjalanan panjang itu terasa melelahkan, namun mereka harus melanjutkan penerbangan menuju Reno-Tahoe International Airport. Karine tahu bahwa perjalanan ini adalah untuk memulai persiapan syuting film terbaru mereka, tetapi ia tidak menyangka ada hal lain yang sedang direncanakan Jean.

Setelah penerbangan selama 1 jam 30 menit, mereka tiba di Reno. Di pintu kedatangan, Dean sudah menunggu mereka dengan senyuman hangat. Jean dan Karine masuk ke mobil yang dikendarai Dean, melanjutkan perjalanan darat selama sekitar 1 jam menuju kota Tahoe.

Di dalam mobil, Karine mulai merasakan kelelahan dan sedikit jet-lag. Dia akhirnya tertidur di pundak Jean, sementara Jean hanya tersenyum sambil membenarkan posisi kepala Karine agar lebih nyaman.

Beberapa waktu kemudian, mobil berhenti di depan sebuah rumah besar bergaya kabin kayu dengan pemandangan pohon pinus di sekelilingnya dan danau biru yang terlihat di kejauhan.

Karine membuka mata perlahan dan mengerutkan kening, "Where are we, Jean?"

Jean tersenyum dan melepas sabuk pengamannya, "our house."

"Our house?!"

Suaminya itu mengangguk dan membuka pintu mobil "come on, let’s take a look."

Karine turun dari mobil dengan mata membesar, takjub dengan suasana di sekitarnya. Udara sejuk membelai kulit, tetapi pemandangan indah dari pepohonan pinus dan danau yang jauh lebih memikat perhatiannya.

Karine menutup mulut dengan tangan, "this is our house? Are you serious?"

"Do you like it?" tanya Jean sambil merangkul bahu istrinya itu.

Karine melompat kegirangan, "hell yeah! This is my dream house!"

"I’m glad you love it. Let’s go inside."

Mereka berjalan ke pintu depan, sementara Dean mengikuti dengan membawa koper mereka. Begitu pintu dibuka, Karine langsung melompat masuk dan mulai mengeksplor setiap sudut rumah. Ruang tamu dengan perapian besar, dapur dengan desain modern, serta jendela besar yang memperlihatkan pemandangan danau dari kejauhan membuat Karine merasa seperti berada di dalam mimpi.

Karine tersenyum lebar, berteriak dari lantai atas. "Jean, this is insane! I love every single thing about this house!"

Jean hanya berdiri di ruang tamu sambil tersenyum, senang melihat reaksinya.

"I think she approves," kata Jean.

Dean tertawa, "I’d say so too."

Jean pun bergabung dengan Karine, yang terus menjelajahi rumah dengan antusiasme seorang anak kecil.

***


Karena rumah itu sudah full furnished, jadi pasangan suami istri itu tidak perlu membeli perabotan rumah tangga lagi, Jean sudah mempersiapkan semuanya. Bahkan, isi dari lemari mereka pun sudah di isi pakaian-pakaian baru, serta walk in closet milik Karine yang penuh dengan pakaian-tas-sepatu milik desainer ternama dan brand ternama.

Tak lupa meja rias mereka yang penuh dengan beberapa set skincare dan make up yang sudah tertata dengan rapi.

Jean benar-benar menyiapkan semuanya.

Ini menjadi malam pertama mereka di rumah baru. Setelah mandi, Karine berdiri di depan meja rias dengan handuk melilit rambutnya. Dia menunduk, mengeringkan rambutnya dengan pelan-pelan, namun matanya terangkat ketika suara pintu kamar mandi terbuka.

Past Love | bluesyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang