Karine duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Jean memanaskan mobilnya, karena bosan ia membuka aplikasi instagram di ponselnya.
Karine sedikit narsistik, ia melihat akun-nya sendiri dan memandang foto-foto dirinya sendiri. Termasuk foto saat dia dan Jean melakukan pemotretan untuk majalah Vogue.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"TEN MILLIONS?!" seru Karine, hampir menjatuhkan ponselnya.
Karine menggigit bibirnya, mencoba memahami mengapa foto itu begitu populer. Komentar demi komentar membanjiri kolomnya:
"They look like they walked straight out of a romance novel!" "I'm obsessed with how perfect they are together!" "The chemistry is off the charts—are they even real?" "They're giving major couple goals vibes!" "If this isn’t love, I don’t know what is!" "They’re literally the definition of a power couple!" "Their interactions feel so natural; I can’t stop watching them." "Why does it feel like fate brought them together?" "Jean and Karine make me believe in true love again!" "They belong in a drama—someone cast them as the leads already!"
Ia mendengus kecil sambil tertawa. "Couple? We even not in a relationship, maybe we did?" gumamnya, meski tak bisa menahan pipinya yang sedikit memerah.
Karine menghela napas panjang, antara merasa bangga dan salah tingkah.
Suara langkah kaki di belakangnya membuat Karine menoleh. Jean baru saja tiba, mengenakan jaket tebal hitam, membawa sebuah syal berwarna biru. Ia terlihat santai, meski alisnya sedikit terangkat melihat ekspresi terkejut Karine.
"Ada apa?" tanyanya sambil memakaikan syal biru itu pada Karine.
Karine langsung memperlihatkan layar ponselnya, "ini, postingan saat photoshoot kita, melampaui 10 juta like."
Jean mengerutkan dahi, mencoba memproses apa yang baru saja didengarnya. "Sepuluh juta?! Woah, that's insane!"
Karine tertawa kecil melihat reaksi Jean yang selalu berusaha terlihat santai. "Komentarnya lucu-lucu. Banyak yang bilang kita pasangan visual. Ada juga yang nanya kapan kita nikah."
Jean menoleh cepat dengan ekspresi kaget. "Nikah? Serius?"
Karine mengangguk, menikmati wajah Jean yang sedikit memerah. "Santai aja, itu cuma candaan netizen," katanya sambil tersenyum lebar.
Jean menghela napas, "aku akan wujudkan kalo itu bukan candaan," ucap Jean, sedetik kemudian ia mencium pangkal hidung Karine, membuat gadis itu terkejut sejenak.
Ia merapihkan rambut-rambut Karine dan selesai memakaikan syal pada leher gadis itu.
"Good to go?"
"Let's go!"
Pagi itu, udara dingin menyelimuti kota, tapi semangat Karine dan Jean terasa hangat. Jean dan Karine masuk ke dalam mobil SUV milik Jean yang sudah dipenuhi perlengkapan ski. Mereka akan pergi bermain ski di Jack Frost Ski Resort.