36. Closer

537 72 1
                                        

Pagi itu, Jean buru-buru turun ke lobby hotel, di sana Karine sudah menunggu bersama Max. Sudah Jean pastikan Karine menunggu dirinya.

"Hei, I'm so sorry Karine. Kamu sudah menunggu lama?" tanya Jean saat menghampirinya.

Gadis itu sangat cantik dengan sweater hitam dan rok bunga-bunga selututnya.

"Tidak kok, aku juga baru turun. Kita langsung saja?" tanya Karine.

"Okay, c'mon."

"Go sparkle, my stars! I’m off to catch up with an old flame—I mean, friend. Don’t forget to give me the gossip update later! Bye!" pamit Max.

"Bye Maxie!"

Jean dan Karine memandang satu sama lain setelah kepergian Max. "C'mon," ajak Jean sambil mengulurkan tangannya untuk digenggam.

Karine memukul pelan punggung Jean dengan bercanda, "bagaimana kalo ada yang lihat?".

"Can’t blame them for looking, right?" ucap Jean kemudian menarik tangan Karine untuk digenggam. Lalu menariknya pelan keluar hotel. Karine pun mengulum senyum dan berjalan beriringan Jean.

***

Langit London pagi itu bersih, menyisakan udara dingin yang menyegarkan. Jean dan Karine berdiri di depan pintu katedral yang megah itu. Karine mengajak Jean kesini karena ini adalah salah satu wishlistnya saat berkunjung ke London. Ini bukan pertama kalinya Karine ke sini, namun ia hanya tidak punya kesempatan mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di sini.

Mereka masuk ke dalam katedral dengan perasaan kagum dengan interiornya. Jean menarik nafas dalam-dalam, "woah, aku merasa deja vu," katanya.

"Pernah ke sini sebelumnya?"

"Belum pernah. Aku hanya bermimpi ke sini."

"Oh ya? Mimpinya seperti apa?"

Mereka berdua duduk berdampingan di kursi kayu yang ada disana. "Aku mimpi berdoa seperti ini, bersama kamu, persis seperti ini," katanya sambil menopang dagu, pandangan matanya lembut ke arah Karine sambil mengagumi parasnya dengan bibir yang sedikit terbuka.

"You're so breathtaking," puji Jean.

"Sssst!" Karine tersenyum salah tingkah dan mengisyaratkan Jean untuk diam dan berdoa. Karine memejamkan mata sambil bibirnya terus menyunggingkan senyuman, ia berdoa dalam hati, sementara Jean ikut berdoa juga sambil mencuri pandang ke arahnya.

Setelah selesai berdoa, mereka keluar dari katedral tersebut sambil bertautan tangan tanpa sadar. Mereka berjalan tanpa tujuan di pinggir jalanan itu.

"So, you still a cat person?" Jean membuka pembicaraan saat melihat kucing liar yang duduk di depan toko roti di sana.

"Huh? Absolutely! Di rumah, aku memiliki empat kucing. Sadly, aku belum bertemu mereka lagi, i miss my cat," Karine cemberut saat mengingat keempat kucingnya yang ia tinggalkan di rumah Theo.

"What’s your cat squad like?"

"What’s your cat squad like?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Past Love | bluesyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang