33. Sweet Shot

692 57 7
                                        

Studio pemotretan itu terasa megah namun intim, dengan cahaya lampu yang terang tapi tidak menyilaukan. Jean melangkah masuk, mengenakan turtleneck biru sederhana. Tangannya gemetar ringan, tapi ia menyembunyikannya di balik senyum tenang yang ia latih selama perjalanan ke sini. Namun, jantungnya? Rasanya seperti berlari maraton.

Lalu, pintu studio lain terbuka, dan suara ceria yang Jean kenal betul mengisi ruangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lalu, pintu studio lain terbuka, dan suara ceria yang Jean kenal betul mengisi ruangan. “Jean! Oh my God, it’s really you!” Karine melangkah masuk dengan energi yang menghidupkan seisi ruangan. Wanita itu terlihat luar biasa—turtleneck hitam yang ia kenakan mempertegas pesonanya, tapi senyumnya yang tuluslah yang langsung mencuri perhatian Jean. Mereka memakai busana yang serasi.

“Karine,” ujar Jean, suaranya nyaris bergetar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Karine,” ujar Jean, suaranya nyaris bergetar. Ia berusaha terlihat santai, tapi matanya tidak bisa lepas dari wajah Karine. Teman masa kecilnya itu terlihat berjuta-juta kali lebih cantik saat dilihat langsung, bukan hanya karena penampilan glamornya, tapi karena auranya yang begitu memikat.

Karine tidak menunggu lebih lama. Ia berjalan cepat ke arah Jean dan memeluknya erat. “OMG, it’s finally here! I’ve been so pumped for this moment!” katanya dengan nada penuh semangat.

Jean membalas pelukan itu, mencoba mengabaikan gemuruh di dadanya. “I’ve been waiting ages for it too,” katanya sambil tertawa kecil. Tapi dalam hatinya, ia merasa gugup luar biasa. Sentuhan Karine membuatnya sadar bahwa ini nyata—bukan mimpi-mimpi lagi.

Karine menarik diri, matanya bersinar penuh antusiasme. “Jean, you’ve seriously leveled up! Looking so good now—I’ve even stashed all the mags you’re in! Sorry, I’ve been super hard to reach. Richie’s been saying you’ve been wanting to meet up with me. And finally here we are!" tangan lentik Karine menggenggam lengan Jean.

Sementara Jean merasa pipinya memerah. Ia mencoba tertawa santai. “Really thankful we got to work together—let’s do more projects soon!"

Oh heck yes! We should totally team up, I’ve always wanted to work with you. Imagine if we did some films, that’d be insane!” Karine berkata dengan tulus, membuat Jean semakin sulit menyembunyikan perasaannya.

Past Love | bluesyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang