| 3. Konser & Hantu Pohon Mangga

7.7K 500 1
                                        

"Abah kok belum pulang Ummi?" tanya Aisyah yang kini sedang menidurkan kepala di pangkuan Ummi nya, mereka baru saja selesai melaksanakan sholat isya.

"Mungkin masih ada urusan di Jogja, kan Abah juga jarang nengok kerabat yang di sana sayang..." jawab Ummi dengan lembut, tangannya tidak berhenti mengusap kepala anak semata wayangnya.

Kadang Aisyah merasa kesepian kalau harus ditinggal oleh Abah seperti ini, karena setiap bulannya Abah pasti pergi keluar kota entah karena urusan keluarga atau diundang untuk mengisi ceramah. Biasanya setelah satu minggu baru pulang ke rumah.

Aisyah sudah masuk ke dalam kamar, dia juga membawa satu potong puding susu yang tadi diberikan Bunda padanya. Kapan-kapan Aisyah ingin membuatnya lagi bersama Ummi.

Gadis itu melirik album foto yang selalu dia pajang di meja belajarnya. Perlahan Aisyah membukanya, dan di halaman pertama Aisyah bisa melihat foto dua orang anak kecil yang sedang tersenyum lebar. Satu Azzam yang sedang berdiri dengan tangan memegang empeng, sedangkan satunya adalah Aisyah yang sedang duduk di atas stroller.

Aisyah tidak ingat betul bagaimana pertemuan awal keduanya, tapi Aisyah ingat dia sudah melewati banyak hal bersama Azzam. Masa kecil mereka juga sangat menyenangkan, Aisyah yang memang sudah ceria sejak dulu, dan Azzam yang lebih cuek tapi diam-diam perhatian pada Aisyah.

Dulu Aisyah sering terluka karena tidak bisa diam, dia akan berlari kesana kemari tanpa mengenal lelah, dan baru akan berhenti jika sudah jatuh atau terluka. Saat itu terjadi, Azzam akan dengan siap siaga membantu menggendong lalu mengobati lukanya.

Tanpa sadar Aisyah jadi tersenyum saat mengingat kenangan itu.

Tuk...

Aisyah mengernyit saat ada sesuatu yang mengenai jendela kamarnya. Tanpa ragu gadis itu membukanya, dan disaat bersamaan sebuah kerikil berhasil mengenai kening Aisyah.

"Aduh.."

"Upss.." Aisyah melongok ke bawah untuk melihat siapa dalang dibalik semua ini.

"Rena?"

Belum sempat Aisyah bertanya ponselnya sudah berdering, ada nama Rena yang tertera dan Aisyah segera mengangkatnya.

"Rena, kamu ngapain kesini?" ucap Aisyah bisik-bisik, dia tidak ingin Umi tau.

"Konser musik yang kamu pengen mulai hari ini."

"Hah? Beneran?"

"Iyaaa, aku udah beli dua tiket. Ayo kita nonton."

"Yang bener aja Rena, gimana caranya aku keluar? Terus kita kesana naik apa?"

"Kamu ganti baju aja sekarang, terus keluar lewat jendela. Aku bawa motoooor," mata Aisyah membulat, bukankah di usia mereka belum boleh mengendarai motor? Tapi bagaimana, Aisyah sangat ingin menonton acara musik ini.

"Jangan kebanyakan mikir Sya, aku udah berkorban banyak nih."

Aisyah berpikir sejenak, tapi saat mengingat Abah tidak ada di rumah Aisyah jadi sedikit lega. Semoga saja Ummi sudah tidur.

"Oke, kamu tunggu disitu." Aisyah melongok lagi untuk memastikan, dan langsung disambut dengan acungan jempol oleh Rena.

Aisyah berganti pakaian dengan celana jins dan sweater agar lebih mudah turun lewat jendela, dia juga memakai jilbab segi empat yang dia sampirkan sekenanya ke pundak. Setelah penampilannya selesai, tak lupa Aisyah juga mengunci pintu kamarnya dari dalam. Barulah Aisyah keluar lewat jendela, gadis itu dengan gesit naik ke atas pohon mangga kemudian turun tanpa hambatan sedikit pun.

Takdir TerindahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang