"Mas Azzam masih lama?" tanya Aisyah yang kini sedang menghubungi Azzam lewat telepon. Gadis itu sudah rapi dengan gamis hitam yang membalut tubuhnya.
"Bentar lagi sayang, kamu udah siap?"
"Udah tinggal pake jilbab," jawabnya seraya memasukkan catatan belanja ke dalam tas.
"Yaudah ini udah mau sampe..."
"Oke deh, Aisyah tunggu. Assalamu'alaikum..."
"Waalaikumsalam..."
Setelah telepon terputus Aisyah kembali masuk ke dalam kamar untuk memakai jilbab. Gadis itu memilih jilbab segi empat berwarna mocca yang hanya dipeniti kemudian dibiarkan menjuntai menutupi dadanya.
Setelah memastikan penampilannya sudah sesuai dengan keinginan, Aisyah kembali ke depan untuk menunggu Azzam. Dia juga membawa tas kecil berwarna cokelat untuk menyimpan ponsel, dompet, dan catatan belanja.
Tak lama mobil Azzam terlihat memasuki halaman rumah, pria itu menyempatkan turun untuk membukakan Aisyah pintu. Kebiasaan yang tidak pernah berubah sejak mereka menikah.
"Ini cheesecake pesenan kamu." Azzam meraih sebuah bungkusan dari kursi belakang kemudian memberikannya pada Aisyah.
"Wahhh, makasih Mas..."
Aisyah langsung membuka bungkusan tersebut kemudian mulai memakannya sembari menunggu sampai ke tempat tujuan.
Hari ini mereka akan pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Aisyah jarang sekali membeli makanan di luar untuk saat ini, jadi dia lebih suka memasak sendiri menu untuk mereka makan berdua. Selain karena alasan kesehatan, Aisyah juga bisa menjadikan kegiatan memasak sebagai penghilang kejenuhan.
Karena dia di rumah sendiri, kadang Aisyah merasa kesepian saat Azzam bekerja di luar. Jadi satu-satunya hal bermanfaat yang bisa dia lakukan ya dengan memasak ini. Aisyah sering mencoba menu baru yang biasanya dia dapat dari youtube atau tik tok.
"Mas Azzam Aisyah mau izin..."
"Izin apa?"
"Besok Aisyah mau pergi sama Rena boleh nggak? Dia minta ditemenin ke mall, katanya mumpung libur kuliah..." jelas Aisyah dengan mulut yang tidak berhenti mengunyah.
"Cuma berdua?"
"He'em, boleh ya plissss. Aisyah kangen banget pergi sama Rena."
Azzam tampak berfikir, setelah mereka menikah Azzam memang jarang sekali memberi izin Aisyah pergi tanpa dirinya.
"Mas anter aja ya..."
"Ihh nggak usah, besok Rena bawa mobil kok. Kita juga mau quality time bareng, masa ada Mas Azzam si."
"Nggak lebih dari jam 5 sore."
"Jadi boleh? Yes! Makasih Mas..." seru Aisyah kemudian mengecup pipi Azzam dengan semangat. Pria itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sang istri.
Sampai di supermarket Aisyah langsung berjalan menuju rak dimana barang tujuannya tersusun, Azzam mengikuti dari belakang sembari mendorong troli.
Aisyah mengambil beberapa sabun, deterjen, sabun cuci piring dan perlengkapan mandi lainnya. Dia juga memilih daging merah, sayur-sayuran, buah-buahan dan bumbu dapur yang sudah mulai habis.
Gadis itu seakan tidak merasa lelah walau harus berjalan kesana kemari untuk mencari barang yang ada dalam catatan di tangannya.
"Aisyah mau ciki boleh nggak Mas?"
"Boleh, tapi jangan kebanyakan, nggak sehat."
"Okie..." setelah mendapat izin, Aisyah mengambil tiga bungkus ciki keju dan dua bungkus keripik kentang kesukaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Terindah
General Fiction"Ummi punya satu permintaan, Aisyah mau kabulkan?" "Apapun akan Aisyah lakukan asal Ummi bahagia.." Aisyah membawa tangan Danira untuk dia kecup. "Menikahlah dengan Azzam Nak.." "Iya, Aisyah pasti menikah sama Mas Azzam. Aisyah janji.." Danira te...
