| 30. Permintaan Bunda

7.7K 434 0
                                        

3 bulan kemudian...

Aisyah sedang memasak untuk makan siang, kali ini dia memilih sayur asem, tempe goreng, dan sambal sebagai menu. Alhamdulillah Azzam adalah tipe suami yang tidak rewel perihal makanan, pria itu selalu menghargai apapun yang dimasak oleh istrinya.

Jika kalian bertanya dimana mereka sekarang, maka jawabannya adalah di rumah mereka sendiri. Ya, tepat satu bulan setelah pernikahan, Fahri menghadiahkan sebuah rumah yang letaknya lebih dekat dengan kafe. Sebenarnya Azzam dan Aisyah sudah menolak pemberian itu, tapi Fahri tetap memaksa dengan alasan "jika bukan Azzam yang menempati rumah itu lalu siapa lagi?"

Sebagai anak tunggal Azzam memang sudah disiapi banyak bekal oleh Ayahnya, tapi walau begitu Azzam juga tidak tinggal diam. Dia masih sibuk mengurus kafe yang semakin hari semakin ramai, belum lagi harus dibarengi dengan kuliah yang tentu saja menyita waktu.

"Assalamu'alaikum..." seru seseorang dari luar yang Aisyah tau dia adalah Azzam. Pria itu masuk kemudian langsung membanting diri ke atas sofa.

Azzam memang lebih sering menghabiskan waktu di kafe sembari mengerjakan tugas atau mengikuti kelas online agar dua hal itu bisa tetap dia menej dengan baik.

"Waalaikumsalam, udah pulang Mas?" Aisyah mengecup punggung tangan Azzam yang dibalas dengan ciuman manis di kening.

"Aisyah ambilin minum bentar..." gadis itu sudah berniat kembali ke dapur, tapi tiba-tiba tangannya ditarik oleh Azzam sampai tubuhnya jatuh di atas pangkuan pria itu.

"Nanti aja ngambilnya, Mas mau ngisi energi dulu..." ujarnya seraya mengendus-endus leher Aisyah.

"Aduh Mas gelii, bentar lagi Bunda dateng loh. Mendingan kamu mandi biar seger, aku mau siapin makan dulu..."

"Sebentar aja sayang, Mas benar-benar kangen sama wangi kamu..." rengek Azzam yang malah semakin membenamkan wajah di dada Aisyah. Aisyah yang tidak tega pun akhirnya membiarkan hal tersebut, gadis itu malah mengusap-usap kepala Azzam sampai suaminya itu merasa ngantuk.

"Eh nggak boleh bobo!!" peringat Aisyah seraya membuka paksa mata Azzam yang sudah setengah tertutup.

"Ngantukk..."

"Iya tapi mandi dulu, Mas dari luar kan kotor, nanti Aisyah kena virus gimana?" mendengar itu Azzam langsung bergegas bangun, tangannya bergerak mengusir Aisyah agar tidak dekat-dekat dengannya.

"Astaghfirullah Mas lupa, kamu mandi lagi deh. Tadi udah Mas peluk-peluk takutnya kamu kenapa-napa..."

"Tapi aku baru mandi Mas, masa harus mandi lagi?"

"Nggak papa biar bersih, Mas siapin air angetnya. Kamu tunggu..." Aisyah terkekeh melihat betapa hebohnya Azzam saat ini.

Dan ya, kecerobohan dan kebucinan Azzam membuat Aisyah harus mengulang mandinya lagi.

Setelah bersih dari berbagai kuman kini keduanya sudah duduk di ruang makan. Jika biasanya kalian akan melihat istri yang melayani suaminya, berbeda lagi dengan pasangan yang satu ini.

Lagi-lagi karena Azzam bucin abis, jadi dialah yang akan melayani Aisyah dengan cara mengambilkan nya nasi dan juga lauk pauk. Bahkan sampai menuangkan minuman. Jika Aisyah bertanya kenapa, maka Azzam akan menjawab "kamu kan udah capek masak sayang..." wkwk.

"Enak nggak Mas?"

"Masakan kamu selalu enak..."

"Sama masakan Bunda enak mana?" tanya Aisyah dengan jail. Azzam sempat berfikir sejenak, dia tidak ingin perkataannya menyakiti salah satu diantara mereka.

"Sama-sama enak..."

"Pilih salah satu coba."

"Ya Mas pasti milih kamu dong..."

Takdir TerindahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang