| 6. Aisyah VS Masalah

5.5K 422 6
                                        

Setelah kejadian kemarin, Jason jadi lebih terang-terangan mendekati Aisyah. Cowok itu juga tidak segan untuk mengirimi Aisyah makanan atau barang lewat ojek online. Aisyah yang memang tidak pernah berfikir macam-macam tentu senang saja mendapat banyak hadiah. Mereka bahkan sudah bertukar nomor ponsel dan Jason baru saja mengajak Aisyah untuk pergi akhir pekan nanti.

"Cokelat dari siapa lagi Nak?" Ummi ikut duduk di samping Aisyah yang sedang memegang bungkusan cokelat dengan ukuran lumayan besar.

"Hehe, dari Kak Jason Ummi..."

"Kamu nggak pacaran kan Sya? Kalo Abah tau kamu terlalu dekat dengan laki-laki Abah pasti marah..."

"Enggak kok Ummi, Kak Jason itu cuma temen Aisyah di komunitas baca."

"Tapi dia sering ngirimin kamu barang-barang, mungkin dia suka sama kamu."

"Ummi nggak melarang kamu berteman dengan siapa aja sayang, tapi tolong jaga jarak kalo berteman dengan lelaki ya. Apalagi kalo usianya jauh lebih tua dari kamu."

"Iya Ummi..."

.

.

.

.

.

Di sekolah Aisyah memang tidak punya banyak teman, hanya Rena saja yang sangat dekat dengannya. Sebenarnya Aisyah ingin sekali akrab dengan teman sekelasnya, tapi entah kenapa mereka selalu menatap Aisyah dengan sinis.

Saat Rena tidak berangkat seperti sekarang, jadilah Aisyah harus melakukan apapun sendiri. Mulai dari mengerjakan tugas, pergi ke kantin, sampai ke toilet pun sendiri.

Aisyah baru saja membasuh wajahnya agar lebih segar, hari ini cuaca sangat panas, dia bahkan sudah menghabiskan 3 bungkus es cekek.

Saat akan keluar, tiba-tiba ada 3 siswi yang masuk dan langsung memojokkan Aisyah.

"I-ini ada apa ya Kak?" cicit Aisyah pada tiga kakak tingkatnya itu, Aisyah tau salah satu diantara mereka. Gadis berjilbab yang di tengah itu bernama Zahra.

"Bisa nggak kamu jangan caper terus ke Azzam?"

"Maksud Kak Zahra apa? Aisyah nggak ngerti."

"Kenapa si kamu sok polos banget? Aku tuh nggak suka liat kamu deket sama Azzam, kamu suka sama dia?" Aisyah menggeleng dengan kuat, sungguh dia hanya menganggap Azzam sebagai sahabat dan kakaknya.

"Denger ya, Azzam itu lebih cocok sama aku."

"Aku lebih sholehah, lebih cantik, lebih pinter, dan lebih dewasa dari kamu," ujar Zahra sambil menunjuk-nunjuk wajah Aisyah.

Aisyah hanya bisa menahan tangis, bukan karena dia sakit hati dengan ucapan Zahra, tapi karena dua teman Zahra mencengram tangannya sangat kencang.

"Aisyah sama Mas Azzam cuma temenan aja kok, kita udah temenan dari kecil. Kalo Kak Zahra suka sama Mas Azzam yang silahkan berusaha sendiri, Aisyah nggak ada niatan buat jauhin Mas Azzam." Aisyah memberanikan diri untuk menjawab.

"Berani ya kamu!"

Plakk...

Aisyah memegangi pipi kirinya yang terasa panas. Setelah menampar Aisyah, Zahra dan dua temannya langsung pergi begitu saja.

Karena Rena tidak ada, Aisyah memilih menghabiskan waktu istirahatnya untuk duduk di taman, dia sengaja membawa komik yang belum sempat dibaca. Sebenarnya sekolah ini melarang siswanya untuk membawa buku selain yang berhubungan dengan pelajaran. Tapi Aisyah menyembunyikan nya agar tidak ketahuan.

Takdir TerindahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang