| 39. Kejadian Menegangkan

6.2K 378 3
                                        

Mobil memasuki halaman rumah Azzam yang luas, kursi samping kemudi masih diisi oleh Aisyah yang sedang tertidur lelap. Setelah pulang dari rumah sakit, Azzam berniat mengajak Aisyah untuk menginap beberapa hari di rumah Bunda.

Karena tidak tega untuk membangunkan istrinya, Azzam memilih untuk menggendongnya saja. Dengan hati-hati pria itu memposisikan kedua tangannya di tengkuk dan bawah lutut Aisyah. Gadis itu merengek saat merasa tidurnya terganggu, tapi Azzam berhasil membuatnya nyenyak kembali.

"Assalamu'alaikum..." ucapnya saat masuk ke dalam rumah.

"Waalaikumsalam..." jawab Bunda dari dalam, tak lama wanita parubaya itu keluar dengan seorang gadis yang mengekor di belakangnya.

"Loh, Aisyah kenapa Mas?" paniknya saat melihat Aisyah dibaringkan ke atas sofa.

Amira langsung menghampiri Aisyah untuk memeriksa keadaan menantunya itu.

"Aisyah cuma tidur Bun..."

"Oalah tidur, Bunda kira kenapa."

Azzam menghela nafas, kemudian mendudukan diri di samping Aisyah. Melihat ekspresi sang anak yang seperti sedang ada masalah, Bunda ikut menghampiri. Diusapnya pundak Azzam dengan lembut. "Kenapa Nak?"

Azzam diam beberapa saat, "Aku gagal jagain Aisyah Bun..."

"Ada apa sayang?"

"Tadi Aisyah jatuh, aku benar-benar panik karena takut dia dan anakku kenapa-napa."

"Jatuh? Kenapa bisa sayang?"

"Aku yang salah, harusnya aku bisa nasehatin dia lebih keras lagi..."

"Tapi keadaan Aisyah sama janinnya gimana? Kalian udah ke dokter?"

Azzam mengangguk, kemudian menunduk. "Udah Bun, Alhamdulillah baik-baik aja. Tapi aku tetep merasa bersalah, apa aku pantas jadi seorang Ayah?"

Bunda tersenyum kecil, dia paham betul apa yang dirasakan Azzam.

"Nggak ada sekolah untuk jadi orang tua sayang, jadikan ini pelajaran supaya kedepannya kalian bisa jadi lebih baik lagi. Allah sudah mempercayakan kalian untuk memiliki anak, jadi Insya Allah pasti dimudahkan."

"Mas Azzam..." kedua orang yang tengah berbincang itu menoleh, dilihatnya Aisyah sudah bangun meski kedua matanya masih terlihat sayu.

"Iya sayang, gimana keadaan kamu? Masih ada yang sakit?"

Aisyah menggeleng, "Aisyah udah nggak papa kok..."

"Istirahat di kamar aja ya sayang, nanti biar Bunda siapin makan."

"Makasih Bun, maaf Aisyah ngrepotin terus..."

"Bunda nggak pernah merasa direpotkan, kamu kan anak Bunda juga..." ujarnya kemudian mengusap kepala Aisyah yang dibalut jilbab berwarna hitam.

Interaksi ke tiga orang tersebut tak luput dari pandangan seorang gadis yang masih betah berdiri di sebrang meja. Dengan gaun cokelat yang membalut tubuhnya, gadis itu terpaku menatap Aisyah yang masih terbaring.

Merasa iri sekaligus tidak percaya, mengapa ada orang yang begitu beruntung bisa mendapat kasih sayang dari orang disekeliling nya?

"Yovela?" lamunannya buyar saat suara Azzam terdengar, gadis itu beralih menatap pria di depannya. Masih sama dan mungkin akan tetap sama selamanya, debaran jantung yang menggila adalah bukti bahwa Yovela masih begitu mencintai Azzam.

"Gimana kabar kamu?" tanya Azzam lagi, namun Yovela masih tetap diam. Bahkan rasa sakit disiksa oleh orang tua sendiri masih kalah jika dibandingkan dengan rasa sakit saat dia mengetahui Azzam sudah memiliki istri. Ingin rasanya Yovela egois, tapi apa dengan merebut Azzam dari Aisyah bisa membuat hidupnya jauh lebih bahagia?

Takdir TerindahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang