Sedikit 👻👻👻
Baca pas malam guys...
Malam ini cuaca sangat tidak bersahabat, sejak pulang dari kafe langit sudah begitu gelap dengan angin yang berhembus cukup kencang. Azzam menuruti permintaan Aisyah untuk bermalam di rumah Abah, gadis itu mengatakan jika dia rindu kamar tidurnya.
Salman dan Hanni pun menyambut keduanya dengan senang hati, apalagi Naufal yang sejak tadi tidak mau berpisah dengan Aisyah. Anak itu bahkan ikut berbaring di atas ranjang, mengambil alih posisi Azzam di samping Aisyah.
Sementara Azzam hanya bisa menatap kemesraan dua orang itu dengan iri, pasalnya dia masih harus menyelesaikan pekerjaan.
"Dedek bayi kok bisa sampe ada di perut Kak Aisyah si?" tanya Naufal, tangannya mencolek-colek perut Aisyah karena penasaran.
Yang ditanya begitu hanya diam, bingung harus menjawab apa.
"Nanti kalo Naufal udah gede pasti tau kok, soalnya buat nemu jawabannya kamu harus belajar dulu." jawab Aisyah seraya menjawil hidung mungil sang adik.
"Belajarnya dimana?"
Lagi-lagi Aisyah hanya bisa terdiam, sesekali matanya akan melirik ke arah sofa berharap Azzam bisa membantu untuk menjawabnya. Namun nyatanya pria itu sedang sibuk dengan laptopnya.
"Eh Kak Aisyah kayaknya masih punya permen cokelat deh. Kamu mau nggak?" ujar Aisyah mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, beruntung Naufal langsung tertarik dengan permen cokelat itu.
"Mau Kak.." jawabnya seraya mengangguk dengan girang.
Membuat gadis itu terpaksa harus bangun dari posisi nyamannya hanya untuk mengambil cokelat tersebut di dalam tas, itu adalah oleh-oleh yang Juno bawakan untuknya.
Braakk!!
Ketiga orang yang ada di sana sama kagetnya saat mendengar suara jendela yang terbanting karena hembusan angin. Azzam buru-buru menutup kemudian menguncinya sebelum air hujan masuk semakin banyak ke dalam kamar.
Aisyah mempercepat langkah, dia meraih sebuah tas berwarna hitam kemudian mengambil beberapa buah permen cokelat dari sana.
Hujan di luar semakin deras, Aisyah bisa mendengar suara pepohonan yang saling bergesekan. Dia memutuskan untuk kembali bergelung di dalam selimut setelah menyerahkan lima buah permen kepada Naufal.
"Kak, Naufal mau mam cokelatnya sama Umma ya..."
"Iya sayang, pintunya tolong ditutup lagi ya..."
"Oke."
Aisyah menatap punggung Naufal sampai menghilang di balik pintu. Gadis itu beralih menatap Azzam, "Mas udah dong kerjanya, Aisyah mau dipeluk..." rengeknya, sejak tadi perasaannya sedikit tidak enak. Dia merasa ada seseorang yang sedang mengawasi mereka dan itu membuat bulu kuduknya meremang.
"Bentar sayang, dikit lagi. Kamu bobo aja dulu..." jawab Azzam tanpa mengalihkan pandangan sama sekali.
Aisyah hanya bisa mendengus sebal, dia memilih untuk menutup seluruh tubuh sampai kepalanya dengan selimut. Berharap bisa secepatnya tidur agar saat dia bangun hari sudah berganti pagi. Padahal biasanya Aisyah suka sekali dengan hujan, tapi malam ini hawanya benar-benar berbeda.
Dep!
Tiba-tiba lampu padam, "Mas Azaaaaam!!" teriak Aisyah, gadis itu buru-buru keluar dari dalam selimut dengan tangan meraba sekitar.
"Mas..." Aisyah masih terus memanggil suaminya, padahal baru beberapa menit yang lalu Azzam duduk di sebrang sana. Tapi kenapa sekarang pria itu malah tidak ada?
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Terindah
Ficción General"Ummi punya satu permintaan, Aisyah mau kabulkan?" "Apapun akan Aisyah lakukan asal Ummi bahagia.." Aisyah membawa tangan Danira untuk dia kecup. "Menikahlah dengan Azzam Nak.." "Iya, Aisyah pasti menikah sama Mas Azzam. Aisyah janji.." Danira te...
