| 37. Morning Sickness

7.1K 393 4
                                        

Sorry for typo...

Enjoy 🌼



Pagi ini suasana rumah Aisyah begitu senyap, karena kedua penghuninya masih bergelung di dalam kamar. Piring sisa semalam masih menumpuk, keranjang pakaian sudah mulai penuh, bahkan debu di atas lantai juga sangat terasa.

Sudah lebih dari empat hari Azzam tidak pergi bekerja, mengikuti kelas online pun hanya bisa di atas ranjang.

Aisyah tidak tau kenapa ini bisa terjadi, tapi setelah mereka pergi ke rumah sakit, esok harinya Azzam mulai merasa mual dan harus berkali-kali bolak-balik ke kamar mandi untuk muntah. Pria itu bahkan tidak bisa makan sama sekali, itulah sebabnya Azzam jadi merasa sangat lemas sampai tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

"Minum susu aja deh ya, sama roti mau nggak?" bujuk Aisyah, tangannya masih setia mengusap kepala sang suami yang kini masih bersandar di dadanya.

Aisyah benar-benar seperti sedang mengurus anak kecil, walau dia juga sedikit bersyukur karena setidaknya rasa mual yang menyiksa itu tidak terjadi pada dirinya.

"Teh anget aja sayang, kalo susu nanti muntah lagi..." jawab Azzam dengan lirih, kedua matanya masih tertutup dan wajahnya terlihat pucat.

"Yaudah Aisyah bikinin dulu..."

Azzam hanya mengangguk, tapi tangannya masih melingkar erat di pinggang Aisyah.

"Lepas dulu dong Mas, gimana Aisyah bisa bikin kalo kamu aja nggak nglepasin pelukannya?"

"Oh iya, tapi jangan lama-lama. Nanti pusing lagi..." Aisyah menghela nafas pasrah, tidak tega juga melihat Azzam harus menderita seperti ini. Salah suaminya juga si kenapa terlalu mencintai dirinya.

Memanfaatkan momen bisa keluar dari dalam kamar, Aisyah bergegas membereskan rumah yang sudah seperti tidak berpenghuni. Mula-mula dia harus menyapu lantai sampai bersih, kemudian mulai mengepel dan juga mengelap beberapa barang seperti meja, lemari makan dll. Tidak lupa mencuci piring yang sudah sangat menumpuk, dan terakhir memasukkan semua pakaian ke dalam mesin cuci.

Hebatnya lagi dia tidak merasa lelah sama sekali, Aisyah malah senang karena bisa membuat rumah kembali terlihat bersih dan nyaman. Semenjak hamil gadis itu jadi lebih sensitif dengan sesuatu yang berantakan, dia tidak suka dan sering merasa risih.

Sebelum mulai membuat sarapan, Aisyah menyempatkan diri untuk mandi di kamar mandi bawah. Dia sudah tidak tahan dengan tubuhnya yang lengket karena terlalu lama berpelukan dengan Azzam.

Aisyah sampai keramas beberapa kali karena merasa rambutnya sudah bau dan sangat berminyak. Beruntung di dalam kamar mandi tersimpan beberapa bathrobe, jadi dia tidak harus pergi ke kamar untuk mengganti baju.

Dengan kepala yang masih terlilit handuk, Aisyah mulai melangkah ke dapur untuk membuat beberapa makanan. Karena sudah sangat lapar, Aisyah mengambil selembar roti kemudian mengolesnya dengan selai cokelat. Gadis itu memakannya sembari membuat secangkir teh hangat dan mengupas beberapa buah.

Aisyah jadi lebih atraktif padahal kebanyakan wanita saat hamil muda jadi lebih malas dan mudah lelah.

"Sayaaaaaaaaang..." sayup-sayup terdengar suara Azzam dari arah kamar, tiba-tiba saja suara pria itu jadi lantang, mungkin karena sudah kesal ditinggal Aisyah cukup lama.

Dengan terkekeh Aisyah kembali ke kamar membawa nampan berisi teh, buah, dan beberapa camilan untuk dirinya sendiri.

Saat membuka pintu, hal pertama yang Aisyah lihat adalah Azzam yang sudah cemberut.

"Lama banget si..."

"Maaf Mas, tadi Aisyah beres-beres dulu sama mandi. Biar bersih."

"Minum dulu tehnya..." Aisyah membantu Azzam untuk duduk.

Takdir TerindahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang