Aisyah sedang packing untuk kegiatan camping besok, katanya si ini sebagai ganti acara PTA yang tidak jadi dilaksanakan. Kegiatan ini diikuti oleh kelas 10 dan anggota OSIS saja. Aisyah memasukkan jaket dan beberapa kupluk karena hawa puncak pasti akan dingin, tidak lupa dia juga meminta Ummi untuk membelikan beberapa jajanan.
"Udah semua sayang?" Ummi datang membawa segelas susu hangat karena setelah ini Aisyah akan langsung tidur.
"Udah Ummi.."
"Jaga diri disana ya, jangan jauh-jauh dari Mas Azzam." Aisyah mengangguk setelah berhasil menghabiskan susu di dalam gelas.
Paginya Aisyah sudah heboh sejak subuh, setelah sholat dia tidak tidur lagi karena bus akan berangkat sekitar pukul 06:30.
Saat sudah siap anak itu segera turun untuk sarapan, dan ternyata sudah ada Azzam yang juga duduk di meja makan. Hari ini Azzam tampak keren mengenakan pakaian ala ala pendaki, biasanya kan Aisyah lebih sering melihatnya memakai baju koko.
"Ummi masak apa?"
"Abah mana?" tanya Aisyah lagi saat tidak melihat Abah ikut bergabung.
"Abah pergi lagi Nak, ada undangan ceramah." Aisyah langsung merengut mendengarnya, padahal kan baru kemarin Abah pulang.
"Ini Ummi buatkan khusus untuk Aisyah.." Aisyah menatap piring di depannya, matanya berbinar saat melihat nasi goreng yang dikemas dalam bentuk berbeda. Umi mencetak nasinya berbentuk beruang yang sedang tidur dengan balutan telur sebagai selimutnya.
Aisyah dan Azzam berangkat menggunakan sepeda, mereka akan menguncinya agar tidak hilang dari parkiran. Begitu sampai, Aisyah langsung disambut oleh Rena yang melambai dari pintu bus. Ternyata sudah banyak yang berangkat. Rena menyuruh Aisyah untuk duduk di sebelahnya. Mereka berfoto beberapa kali di depan bus sebelum instruksi dari kakak OSIS terdengar.
"Adek-adek, busnya akan segera berangkat jadi dimohon semuanya masuk ke dalam untuk diabsen."
Aisyah dan Rena langsung masuk, begitu pun dengan kelas lain. Di dalam bus ada 2 anggota OSIS yang akan berjaga, dan kelas Aisyah kebagian Azzam dan Zahra.
Azzam segera mengabsen adik adik kelasnya, setelah semuanya lengkap, bus pun segera berangkat.
"Kamu duduk aja," suruh Azzam pada Zahra, sedangkan dia sendiri memilih berdiri untuk mengecek apakah ada anak yang butuh bantuan. Mendapat perhatian begitu dari Azzam membuat Zahra besar kepala, gadis itu melirik Aisyah kemudian tersenyum miring.
Aisyah hanya diam tanpa menanggapi, dia memilih membuka satu bungkus camilan untuk dia makan bersama Rena.
Perjalanan lumayan memakan waktu, bahkan Rena yang tadi paling bersemangat kini malah sudah tidur lelap. Anak-anak yang lain juga melakukan hal yang sama, mungkin sengaja menyimpan energi untuk kegiatan di puncak nanti.
Aisyah bersandar pada jendela, menatap jalanan yang tampak ramai oleh kendaraan. Sebentar lagi dia akan menghirup udara bersih yang jauh dari kontaminasi polusi.
Mata Aisyah menyipit saat melihat sebuah mobil yang sepertinya dia kenal. "Abah..?" gumam Aisyah seraya memastikan penglihatannya. Itu memang benar Abah, tapi siapa yang duduk di sampingnya?
Ummi bilang Abah sedang mengisi ceramah, tapi kenapa Aisyah malah melihat Abah sedang bersama seorang perempuan dan juga anak kecil di pangkuannya?
"Sya!!" Aisyah berjengit kaget.
"Dipanggil dari tadi nggak nyaut, ada apa si?"
"Nggak ada apa-apa kok, udah kamu tidur lagi aja." Rena pun mengangguk tanpa berniat menolak sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Terindah
Ficción General"Ummi punya satu permintaan, Aisyah mau kabulkan?" "Apapun akan Aisyah lakukan asal Ummi bahagia.." Aisyah membawa tangan Danira untuk dia kecup. "Menikahlah dengan Azzam Nak.." "Iya, Aisyah pasti menikah sama Mas Azzam. Aisyah janji.." Danira te...
