| 25. Aisyah VS Naufal

5.1K 388 0
                                        

"Ayo Kak Aisyah, ayoooo!! Biar Naufal nggak diejek temen-temen lagi.." Aisyah yang baru saja selesai membereskan makan malam harus pasrah ditarik-tarik oleh Naufal.

"Sayang nggak boleh gitu, coba bilang baik-baik sama Kak Aisyah.." tegur Hanni yang melihat tingkah laku sang anak.

Sejak sore Naufal memang sudah rewel meminta pergi ke pasar malam yang sudah mulai beroperasi sekitar satu minggu yang lalu, anak itu beralasan kalau dirinya sering diejek karena belum pernah pergi kesana.

"Nggak mau, Naufal maunya sekarang!!" teriak Naufal yang masih setia menarik tangan Aisyah, keduanya hampir keluar dari rumah kalau saja kepala Aisyah tidak membentur pintu.

Gadis itu meringis memegangi keningnya yang terasa nyeri, Naufal yang melihat itu pun langsung melepaskan genggamannya. Anak itu beringsut mundur karena takut kena marah sudah membuat Aisyah terluka.

"Ya Allah, kamu nggak papa Nak?" Salman yang kebetulan lewat pun langsung membantu Aisyah untuk berdiri, tangan keriputnya mengusap kening Aisyah yang memerah kemudian ditiup pelan.

"Sakit Bah.." adu Aisyah yang membuat Naufal semakin ketakutan.

Cup..

"Dah sembuh.." Aisyah terkekeh melihat bagaimana cara Abah mengobati lukanya, persis seperti saat dirinya kecil dulu.

"Naufal, hayoo. Kenapa narik-narik Kak Aisyah kayak tadi?" Salman beralih jongkok di hadapan sang putra.

"Naufal nggak sengaja Abah, tadi Naufal mau ngajak Kak Aisyah ke pasar malem.." ujar Naufal dengan kepala menunduk, kedua tangannya saling meremas karena takut.

"Kan bisa bilang baik-baik sayang, nggak boleh kaya tadi bahaya. Nanti kalo Kak Aisyah luka gimana?"

"Naufal minta maaf Kak Aisyah.." lirih anak itu dengan bibir melengkung ke bawah.

"Iya Kak Aisyah maafin, masih mau ke pasar malem nggak?" mendengar pertanyaan Aisyah mata Naufal berbinar seketika.

"Mau!!"

"Ayo sama Kak Azzam juga.." ketiga orang yang ada disana langsung beralih menatap pintu.

"Asiiiik, ayo Kak." Naufal segera meraih tangan Azzam untuk dia genggam, keduanya berjalan menuju halaman rumah Azzam tempat dimana mobil terparkir.

Aisyah dan Abah saling melirik, "Udah sana, kasihan Naufal kalo nggak diturutin," putus Abah yang membuat Aisyah hanya bisa mendengus pasrah.

Gadis itu pun bergegas menyusul sang adik yang kini sudah nangkring di dalam mobil.

Aisyah duduk di samping kemudi dengan Naufal yang ada di pangkuannya.

"Siap?"

"Siap dong!!" Aisyah geleng-geleng kepala melihat tingkah dua orang ajaib di depannya ini.

Mobil melaju dengan santai, sesekali Naufal akan bertanya tentang gedung-gedung yang mereka lewati. Karena malam hari, pemandangan yang disuguhkan pun terlihat lebih menarik.

Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di pasar malam yang dituju. Pasar malam ini sangat luas dengan berbagai wahana seru yang bisa dicoba.

"Kak Azzam gendong, Naufal takut diculik.." lirih Naufal yang langsung merentangkan tangannya di depan Azzam, pemuda itu pun tidak menolak sama sekali.

Azzam menggendong Naufal di bagian depan sedangkan Aisyah jalan berdampingan dengan pemuda itu.

Mereka membeli tiket terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam, dua tiket dewasa dan satu tiket anak-anak.

Takdir TerindahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang