Complete
I’m sorry for all the hurt I’ve given.
———————
Saya salah. Saya keras. Saya butuh kamu untuk mendidiknya secara lembut. Saya restui.
Kalimat-kalimat yang baru saja keluar dari mulut Lukas masih menjadi pertanyaan untuk Husain sendiri. Tadi pria itu menolak kedatangannya dengan Nagine secara keras, tapi sekarang memelankan nada bicaranya dan berbicara setenang ini untuk sebuah keputusan? Tolong, Husain tidak salah dengar, ‘kan?
“Husain,” panggil Lukas lirih. Kemudian menatap laki-laki itu dan menepuk bahunya pelan. “Galatia adalah anak kesayangan saya. Satu-satunya putri saya. Sekali lagi, saat dia keluar dari agama kami, saya merasa gagal menjadi ayah, hingga kata-kata yang tidak seharusnya saya ucapkan keluar begitu saja tanpa filter. Saya bukan ayah yang baik untuk dia. Dari dulu saya menanti kedatangan seorang laki-laki untuk berniat serius dengannya dan saya sendiri yang akan menyaksikan dia di altar mengucapkan janji suci pernikahan bersama pasangan yang ia pilih, tapi sudah tidak mungkin.”
“Tapi saya tau bahwa Tuhan selalu memiliki cara baik untuk membuat saya bahagia ataupun terluka. Mungkin, kedatangan kamu ke sini memang untuk menuntaskan tugas ganjil seorang ayah untuk menjaga putrinya. Saya sudah terima perbedaan yang ada di antara saya dan Galatia, tolong sampaikan kepadanya. Dia masih anak saya.”
Husain menggaruk pangkal hidungnya. “Maaf, Om. Izin bertanya, mengapa tidak langsung meluapkan semua yang Om rasakan saat ada Nagine tadi? Saya rasa anak itu pasti senang mendengarnya.”
Lukas menggeleng. “Tidak, Husen. Kalimat seperti tadi terlalu berat untuk diucapkan ayah tidak tahu akhlak seperti saya. Saya terlanjur malu. Saya sudah menorehkan rasa sakit kepadanya. Saya kira dia sudah tidak peduli. Saya kira dia juga tidak menganggap saya ada sejak hari itu. Saya kira dia membenci ayahnya, tapi ternyata saya yang lupa bahwa perempuan sebaik Galatia mana mungkin bertindak sejahat itu kepada ayahnya sendiri. Saya merasa bersalah, tapi saya sangat gengsi menunjukkannya.”
Akhirnya Husain mencapai poinnya. Ya, ayah Nagine awalnya memang kecewa, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa pria itu mencintai anaknya sangat dalam. Dia hanya kecewa saat itu, dan sekarang dia terlalu malu untuk menyuarakan rasa.
Husain tersentak saat tangan kekar milik Lukas menariknya ke dalam genggaman dan menepuk punggung tangan itu seakan mempercayakan segala hal tentang putrinya kepada laki-laki di hadapannya.
“Sen, saya yakin kamu laki-laki baik yang bisa menjaga putri saya secara tulus. Saya titip putri saya. Menikahlah dengan dia. Saya restui kalian berdua.”
Tidak tahu arahan dari mana, air mata Husain seketika tumpah. Menikah yang ia kira serumit itu, ternyata prosesnya sangat mudah dilalui saat ia mempercayakan semuanya kepada Allah. Dia menunduk dan menangis sesegukan. Melihat itu Lukas langsung tergerak untuk memeluk calon menantunya.
Lukas mengeratkan pelukannya sambil menepuk-nepuk punggung Husain. Dia juga pernah merasakan berada di posisi laki-laki ini sebab ia juga pernah menikah. Sayangnya pernikahan itu hanya bertahan sampai Nagine kelas dua belas saja. Ada masalah yang membuatnya mundur, dan memang lebih baik keduanya berpisah.
“Sudah. Jangan menangis. Saya tunggu kabar baik untuk pernikahan kalian ya,” ucap Lukas melerai pelukan. Husain mengangguk. Dia menyalimi punggung tangan Lukas dan berkali-kali mengucapkan terima kasih.
———————
Di antara kerumunan orang-orang yang sedang menempati mejanya masing-masing Nagine mulai menyusuri ruangan berharap menemukan seseorang yang memintanya bertemu di tempat dengan ramai orang seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only 9 Years | lo.gi.na [END]
Ficțiune adolescenți[Teenfiction Islami 14+] "Na, lo sama dia itu beda Tuhan. Terus mempertahankan dia selama 9 tahun ini buat apa?" Gadis itu menatap lekat sahabatnya sambil tersenyum dan hampir melepas gelagak tawa yang ditahan. "Besok gue sekeluarga masuk Islam, cu...
![Only 9 Years | lo.gi.na [END]](https://img.wattpad.com/cover/314902336-64-k622806.jpg)