DILARANG PLAGIAT DI LAPAK INI‼️
⚠️⚠️WARNING ⚠️⚠️
ADA ADEGAN KEKERASAN‼️YANG BOCIL MINGGIR DULU🚫🚫🚫🚫
"Lo milik gue."
"Hah?"
"Lo milik gue sayang. Gaada yang milikkin Lo selain gue!"
..................
"Ternyata gini ya, di posesif in sama ketua ge...
Hari ini adalah hari Minggu dimana orang orang akan bermalas malasan. Contoh seperti Marga dan Nara yang tengah bermalas malasan. Marga yang menyender di bantal sofa dengan Nara yang menyender di dada bidang Marga. Diusapnya Surai rambut Nara dan tak henti hentinya diciumnya rambut Nara. Mereka berdua yang tengah asik menonton TV di depannya, Nara teringat sesuatu. Nara langsung duduk.
"Kak, aku izin ke mall ya mau belanja bulanan." Ucap Nara memohon.
Marga yang tadinya tiduran, kini duduk disamping Nara dan mengelus kepala Nara lembut. "Biar pelayan aja yang belanja,sayang." Ucapnya lembut. Nara mengerucutkan bibirnya sebal, padahal ia juga sekalian mau belanja belanja baju.
"Tuh bibir minta dicium apa,hm?"
"Ngga." Jawabnya ketus.
Marga tahu sebenarnya Nara bukan hanya belanja bulanan saja, pasti ada mau nya. Lihatlah, kucing kecilnya ini yang tengah marah karena tidak dituruti kemauannya. Marga terkekeh kecil.
"Katanya mau ke mall." Dan dihadiahi oleh senyuman manis Nara dan mereka berdua pun bersiap-siap untuk pergi ke mall.
______________
Disinilah mereka berdua tepatnya di sunrise mall. Mereka berdua sudah berada di dalam mall untuk belanja. Marga menggenggam tangan Nara erat dan tak lupa ia menatap tajam laki laki yang berani menatap Nara kagum. Ia yang mulanya tadi menggenggam tangan Nara erat, kini berpindah menjadi memeluk pinggang Nara erat agar kucing kecilnya tidak kabur.
Mereka berdua memasuki minimarket yang berada di mall. Nara mulai mengambil troli yang besar. Sebelum itu, Marga mengambil handsinetizer di saku Hoodie nya dan menutup kepalanya dengan tudung Hoodie. Marga mulai menyemprot pegangan troli itu sebelum ia nanti memegangnya. Dan tak lupa juga Marga mengambil kedua tangan Nara dan disemprotnya kedua telapak Nara. Saat Nara ingin mendorong troli itu, Marga mencegahnya.
"Biar aku aja." Nara hanya mengangguk.
Marga mulai mendorong troli itu dengan Nara yang disampingnya. Dilihat lihat, mall ini cukup ramai karena ini adalah hari Minggu. Mereka berdua berjalan ke arah sayuran dan buah buahan terlebih dahulu. Nara mengambil brokoli, bayam dan lainnya juga yang penting. Setelah mengambil sayuran, mereka berdua berjalan lagi untuk mengambil buah buahan. Setelah selesai mengambil kebutuhan dapur, mereka berdua menuju ke tempat camilan.
"Kak." Marga menatap Nara lekat yang membuat Nara salting.
"Hm?"
"Boleh beli ini?" Nara menunjukkan sebuah camilan ciki cikian. Marga mengangguk dan tersenyum manis yang membuat kaum hawa yang tak jauh dari mereka berdua menjerit histeris bahkan ada yang diam diam mengambil foto Marga. Mereka berdua mengalihkan pandangan ke arah kaum hawa tadi. Padahal ia sudah memakai tudung Hoodie nya.
Marga yang tadi tersenyum manis, langsung menetralkan wajah nya berubah dingin alias datar. Lihatlah kucing kecilnya ini dia tengah marah karena cemburu. Nara menaruh camilannya di dalam troli itu. Nara jalan duluan mendahului Marga yang tengah berusaha mengejar Nara. Hap. Dapat. Marga menggenggam tangan Nara erat. Saat mereka berdua berpapasan dengan kaum hawa tadi, Nara sengaja menyenggol perempuan yang seumuran dengannya membuat perempuan itu mengerang sakit.
"Akh! Pekiknya kesakitan. Saat Nara hendak melangkah, perempuan tadi yang disenggol Nara, kini menarik kuat rambut Nara sehingga membuat langkahnya menjadi mundur.
"Akh sakit." Nara berusaha melepaskan tangan perempuan itu yang tengah menjambak rambutnya kuat. Dan Marga yang melihat bullying didepan matanya, seketika emosinya muncul.
"Lepas!" Marga mencekal tangan perempuan itu yang berani beraninya menjambak rambut kucing kecilnya. Seketika perempuan itu melepas kan tangannya dari rambut Nara. Bukannya malah kesakitan tangannya telah dicengkram Marga kuat, perempuan itu malah senyum senyum tidak jelas layaknya orang gila.
Marga merengkuh pinggang Nara erat dan pergi dari sini. Sedangkan perempuan tadi dan kedua antek anteknya malah ikutan salting saat melihat sahabatnya tangannya telah dipegang laki laki tampan.
"Omoo! Tangan gue udah ngga suci lagi." Jeritnya histeris membuat pengunjung lainnya mengalihkan pandangannya ke arah perempuan itu. Sedangkan antek anteknya menahan malu dan meminta maaf kepada pengunjung lain dan membawa sahabat nya yang tengah gila.
Kini Marga dan Nara sudah sampai di tempat pembayaran. Marga yang melihat coklat satu pcs di dekat kasir langsung mengambil semua coklat itu untuk Nara biar tidak ngambek lagi. Nara yang melihat itu matanya membola dan tersenyum manis. Nara memeluk Marga erat dan tak kalah dibalas Marga erat juga.
"Ekhem. Maaf mas mau bayar sekarang?" Tanya sang kasir yang tengah melihat adegan di depannya membuat jomblo nya meronta-ronta. Lihatlah mereka berdua jadi pusat perhatian yang tengah mengantri di belakangnya.
Sial.
Marga langsung memberikan troli itu kepada sang kasir dan tak lupa menetralkan wajahnya dingin. Setelah sudah semua, Marga mengambil kartu black card kebanggaannya, dan memberikan kartu itu kepada sang kasir. Dan lagi lagi membyat sang kasir dan tentunya juga orang orang yang di belakanga membulatkan matanya saat melihat black card itu. Sang kasir terkejut, tapi segera menormalkan wajahnya.
Setelah selesai Marga dan Nara berlalu dari sini. Mereka berdua pun pulang ke mansion karena sudah lelah. Tapi sebelum itu, Nara tak sengaja melihat seorang perempuan cantik yang tengah seperti membeli obat? Perempuan itu adalah Alea. Masih ingat? Di pikiran Nara untuk apa Alea membeli obat yang aneh menurutnya. Perempuan itu juga seperti hati hati agar tak ada yang melihatnya membeli obat.....
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.