10.

17.7K 427 6
                                        

Saat ini Nara di kelasnya sedang mengikuti mata pelajaran. Tiba tiba ia ingin ke toilet untuk buang air kecil.

"Riri Nara mau ke toilet dulu ya"

"Mau gue anterin?". Tawar Riri kepada Nara.

"Eh gak usah Riri belajar aja disini". Saran Nara kepada Riri yang ingin mengantarkan Nara ke toilet.

"Yaudah".

Nara mengangkat tangan kanannya untuk meminta izin kepada Bu Rani. Bu Rani adalah yang mengulang mata pelajaran bahasa Indonesia. Bu Rani mempunyai sifat ramah,baik,dan lemah lembut.

"Ya Nara?". Tanya Bu Rani saat melihat Nara mengangkat tangannya.

"Bu izin ke toilet". Izin Nara pada Bu Rani dengan sopan.

"Silahkan". Bu Rani mempersilahkan Nara untuk pergi ke toilet.

Saat Nara berada di toilet ia memasuki kamar mandi untuk buang air kecil. Setelah Nara selesai membuang air kecil,ia dihadang oleh Alea dan antek anteknya. Alea mempunyai dua sahabat yakni Ajeng dan Keyla. Saat ini Alea dan antek anteknya mendekati Nara dengan tersenyum smirk. Alea maju untuk mendekati Nara sedangkan Nara memundurkan langkahnya sampai terbentur walk in closet.

"Hai Nara cantik". Alea memanggil Nara dengan kata kata cantik dengan nada mengejek dan membenarkan rambut Nara yang sedikit berantakan. Sedangkan yang namanya disebut diam saja dan menunduk ketakutan. Seperti di kantin beberapa hari yang lalu.

"Apa benar Lo tunangan marga". Tanya Alea pada Nara dan menjambak Nara dengan sedikit keras. Nara tidak menjawab pertanyaan Alea.

"JAWAB JALANG". Bentak Alea pada Nara dan semakin kencang menjambak rambut Nara.

"IYA AKU TUNANGAN KAK MARGA.EMANG KENAPA MASALAH BUAT KAKAK?". Bentak Nara berani pada Alea. Alea yang melihat membentak dirinya pun terkejut. Berani sekali dia membentak dirinya. "Wah berani banget Lo ngebentak gue". Lanjut Alea.
Seakan mengerti apa yang Alea lakukan,Ajeng dan Keyla pun memegang tangan Nara dengan erat. Sampai sampai Nara mengerang kesakitan.

PLAK

"Ini akibat marga nampar gue gara gara lo".
Sekarang Alea menampar pipi Nara dengan kencang di sebelah kanan.

PLAK

"ini akibat nya Lo malu maluin gue didepan banyak orang. Di kantin". Alea menampar pipi Nara kedua kalinya di sebelah pipi kiri Nara. Nara?jangan tanyakan lagi Nara sudah menangis dan badannya mulai melemas. Alea memberi isyarat lewat mata kepada Ajeng dan Keyla untuk melepaskan cekalan tangannya kepada tangan Nara. Ajeng dan Keyla pun melepaskan cekalan ya kepada tangan Nara. Dan....

DUK

Kali ini Alea memegang rambut Nara dengan kencang lalu menjambak rambut Nara lebih kencang daripada tadi dan Alea membenturkan kepala Nara di tembok sangat keras hingga mengalir darah segar di kepala Nara. Alea dan antek anteknya pun meninggalkan Nara sendirian. Ia merasa puas telah menyakiti Nara.

"Kak marga". Lirih Nara sebelum pandangannya memburam dan Nara jatuh.

Meninggalkan Nara sendirian? Semua yang Alea lakukan sudah dilihat oleh seseorang dan merekamnya.

**********
Sekarang waktunya jam istirahat. Tapi sedari tadi Riri dan Nisa menunggu Nara tidak balik balik ke kelas. Riri dan Nisa begitu cemas. Firasatnya tidak enak kalau Nara sedang tidak baik baik saja. Pikirnya.

Disisi yang lain marga dan para sahabatnya menuju kelas Nara untuk mengajak Nara ke kantin. Saat mereka sudah didepan kelas Nara,mereka memasuki kelas Nara dan mencari Nara. Semua siswi yang ada di kelas tersebut terkejut dan kesenangan bahkan ada yang berdandan terlebih dahulu. Marga dan para sahabatnya mendekat pada Riri dan Nisa untuk menanyakan keberadaan Nara. Riri dan Nisa yang mengetahui marga akan mendekat,mereka berdua takut karena menjaga Nara lalai.

MARGA DIRGANTARA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang