5.

26K 643 12
                                        

"NARAAA!". Teriak seseorang di belakang Nara.

Tatapan aneh diberikan oleh orang itu. Mendengar dan merasa namanya dipanggil Nara mendongakkan kepalanya kebelakang. Hendak melihat siapa orang itu.

"Siapa-----"

"KAK NENDRAAA?!!!". Pekik gadis itu terkejut. Gadis itu melotot saat melihat siapa orang itu. Dia membelakangi marga. Lalu menatap kaget ke orang itu.

Ya, kini Nara dan marga tengah berada di supermarket sehabis sekolah. Katanya Nara ingin beli permen.

Mendengarkan teriakan melengking dari gadis dihadapannya itu,marga sedikit terkejut. Dia ikut menatap sesosok lelaki yang tadi meneriaki nama 'nara' Lelaki yang tengah berjalan ke arah mereka saat ini.

"Kamu darimana aja sih?". Tanya Nendra dengan nada tinggi.

"Kamu tau gak? Mamah dirumah khawatir sama kamu". Ujar Nendra sedikit kesal.

Lelaki yang tak lain adalah Nendra kakak laki laki dari Nara yang biasa dipanggil Nendra.

Nara yang mendengar nada bicara Nendra sangat kasar padanya, dia hanya bisa menundukkan kepala takut.

"Maaf kak". Maaf Nara yang merasa bersalah.

Nendra menghela nafas kasar. Riana mamahnya itu tadi memarahinya,katanya. "Main game terus! Adeknya gak dijemput pulang sekolah! Liat tuh udah jam berapa sekarang!

Sehingga itu membuat Nendra dan terpaksa pergi keluar dan mencari Nara. Tidak ketemu, Nendra mempunyai ide mencoba mendatangi minimarket terdekat. Dan benar dia bertemu Nara disini. Tapi dengan orang yang tidak ia kenal.

Nendra melirik ke arah belakang tubuh Nara ada marga yang tinggi dan tatapan datarnya menatap dirinya.

"Itu siapa"?. Nendra memicingkan matanya.

Lelaki yang kini ada dihadapan Nara menatap intens pada marga yang sejak tadi memasang wajah datar memerhatikan mereka.

Nara tersenyum. Dia mendongak menatap sang kakak. "Dia-----"

"Marga, pacarnya Nara". Kini malah marga yang menjawab.

Marga yang sejak tadi melihat interaksi kedua orang yang ada dihadapannya ini memicingkan matanya menatap orang orang itu heran.

"Ekhem". Marga berdehem karena merasa dicuekin.

Nara menyingkirkan tangan sang kakak karena merasa risih.

Nendra tersenyum melihat sang adik yang menurutnya menggemaskan dimatanya. Kedua nya beralih menatap Marga.

"Makasih ya udah nganterina adik gue".

Marga mengangguk. "Hm". Jawab Marga dengan berdehem singkat.

"Hm aja? Udah ngomong panjang lebar eh gini aja nih?" Batin Nendra yang tampak kesal.

Marga menghela nafas kasar. Dia beralih menatap Nara. "Dek kita pulang sekarang, Mamah udah nungguin". Ujar Nendra

Nara terdiam. " Kak aku belum masuk kedalam beli permen". Ucap Nara lesu.

Nendra tersenyum tipis. "Mau beli dulu?" Tanya Nendra dengan nada menggoda.

Nara tersenyum senang. "Mau!". Pekik gadis itu. Matanya berbinar jika menyangkut permen kesukaannya itu.

"Ayo masuk". Aja Nendra, lalu ia menggenggam tangan sang adik.

Baru saja mau melangkah tapi, Nendra menghentikan langkahnya. Dia menatap Marga lagi. "Makasih ya tadi udah nganterin adek gua". Uajr Nendra pada Marga.

Marga mengangguk. "Iya". Jawab Marga dengan wajah datarnya. Tadi ia juga ingin ikut masuk untuk menjaga Nara.

"Kenapa belum pergi?". Ujar Nendra terus terang.

"Gue mau jagain Nara". Jawab Marga. Mendengar itu Nendra tersenyum.

"udah ada gue,Lo gak usah khawatir". Ucap Nendra.

"Ta----".

Lo pergi aja, Nara pastikan gue udah aman jika berada disamping gue". Ucap Nendra dengan tersenyum tipis.

Marga tidak bisa mencari alasan lain, dengan terpaksa dia mengangguk dan melihat sesaat pada Nara yan tengah kegirangan manatap ke minimarket itu.

Dia mulai menaiki motor besarnya itu. Lalu dia memakai helm full face nya. Dan melajukan motornya pergi jauh dari tempat itu.

Setelah itu Nara dan Nendra memasuki ke dalam minimarket itu. Dan setelah beberapa menit yng lalu mereka keluar dari minimarket itu. Nara hanya membeli permen saja.

 Nara hanya membeli permen saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Permen yang dibeli Nara

Nara dan Nendra pulang dari minimarket.

Kini beda dengan Marga. Marga sudah balik ke mansion beberapa jam yang lalu. Marga ingin mengatakan suatu hal kepada mamah dan papahnya. Marga kini keluar dari kamar menuruni anak tangga satu persatu menuju ruang tamu. Kebetulan disana ada mamah dan papahnya.

"Mah,pah". Ucap Marga. Dina dan Erlan hanya mengangkat kedua alisnya. Marga duduk di hadapan dua paruh baya itu.

"Aku mau dijodohin". Ucap Marga tanpa ragu. Sontak kedua paruh baya itu terkejut kenapa tumben tumbenan sekali Marga minta dijodohin.Sekarang papah Marga bertanya pada Marga.

"Dijodohin?kenapa tiba tiba kamu minta dijodohin?". Tanya Erlan selaku papah Marga dengan keningnya berkerut bingung.

"Siapa namanya?". Lanjut Erlan.

"Nara Aruna Kastara. Anak dari Kevin Bagaskara Pratama. Sontak dua paruh baya itu terkejut dan Dina dan Erlan menoleh bersama. Sekarang Dina bertanya.

"Serius kamu?". Tanya Dina kaget.

"Hm". Jawabnya cuek.

"Oke, kalo itu mau kamu papah besok akan bicara sama Kevin kebetulan dia teman bisnis papah."

"Ok". Lalu Marga pergi ke kamarnya tanpa sepatah kata apapun.

"Dasar anak ngga tau terima kasih. Main nyelonong aja." Gumam Erlan kesal tapi masih didengar oleh Dina sambil mengelus pundak suaminya.

"Sabar,orang sabar pantatnya lebar." jawabnya dengan santai. Sontak hal itu membuat Erlan terkejut.

"Kata siapa kamu?". Tanya Erlan

"Tuh yang lagi baca jomblo pula"

"Mampus tuh". Balas Erlan

MARGA DIRGANTARA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang