Trilogy of Maknae Line
EPISODE I
Perjodohan terjadi sebab kedua orang tua mereka bersahabat sejak lama. Tak disangka, mereka berhasil menjalin hubungan hingga bertahun lamanya. Namun, di tahun ketiga, semuanya kandas. Membuat mereka memutuskan untuk...
"Jin-hyung, bagaimana aku harus bilang pada mereka? Apa aku akan dicap sebagai pengecut karena tidak bisa membiarkan Jihyun untuk menetap bersamaku?" Malam ini, Taehyung mendatangi kakaknya, Kim Seokjin, yang baru pulang dari rumah sakit. Dia adalah seorang dokter bedah di sebuah rumah sakit ternama di Seoul.
Seokjin terdiam sebentar. Ia tak tahu harus memberi nasihat macam apa pada adik satu-satunya ini. Ia sudah memperingatkan Taehyung agar memikirkan kembali keputusannya yang ingin berpisah dengan Jihyun, sebab mereka dipertemukan oleh orang tua yang telah bersahabat sangat lama, lalu akhirnya dekat dan berpacaran. Ia sudah menerima kabar dari orang tuanya, katanya mereka akan tiba di Seoul besok pagi. Bahkan, jika Seokjin tidak ada jadwal ke rumah sakit, mereka memintanya untuk ikut ke rumah orang tua Jihyun. Membicarakan pernikahan katanya. Pernikahan apanya? Ia tahu betul kalau Taehyung dan Jihyun sudah putus.
"Kau ini kenapa datang-datang menambah pikiran? Besok aku ada operasi serius." Seokjin sebenarnya merasa kelelahan hari ini. Ia pikir, malam ini ia akan tidur nyenyak, sebab besok pagi ada operasi, ia tak boleh mengantuk.
Taehyung mengerutkan kening. "Apa maksudmu operasi serius? Selama ini kau operasinya main-main, begitu?"
"Terserah kaulah. Aku ingin istirahat, besok pagi-pagi sekali, aku harus ke rumah sakit." Seokjin membuka salah satu kancing kemeja agar tidak terlalu sesak.
"Kau harus menjemput ayah dan ibu di stasiun, Hyung." Taehyung mengingatkan.
"Apa maksudmu? Kau saja yang menjemput mereka. Sudah ya, istriku sudah masak di dapur, kau makan dulu, agar besok kalau dimarahi ayah, kau tidak pingsan." Seokjin menarik adiknya untuk ikut ke dapur.
"Tunggu, Hyung," Taehyung melepaskan tangannya. "kalau misalkan aku dan Youngmi tidak jadi berpacaran, apa istrimu tidak akan membenciku?"
"Apa maksudmu? Lee Youngmi mau kau tinggalkan? Jangan gila, Taehyung, bisa-bisa keluarga istriku memusuhiku." Seokjin memelotot.
"Aku belum menyatakan cinta padanya, Hyung." Taehyung beralasan.
"Iya, belum menyatakan cinta, tapi kalian sudah sangat dekat, kau sudah beberapa kali menemui keluarganya. Dan aku yakin, istriku, Hyejin, dia pikir orang tua kita datang, kau akan mengenalkan Youngmi padanya," tutur Seokjin membuat Taehyung makin bingung.
Taehyung merengek, "Hyung, bisakah kau membiusku? Dua hari saja, aku tak mau bertemu dengan orang tua kita besok. Aku terlalu takut untuk menyampaikan kebenaran ini."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau harus bertanggung jawab, Taehyung-ah. Bukannya kau yang memutuskan hubungan ini? Padahal, berkali-kali Jihyun menghubungiku agar membujukmu untuk tidak mengakhirinya. Kau tau? Sebagai anak tunggal, Jihyun tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Dia penurut, tidak sepertimu, pembangkang." Seokjin melangkah pergi menuju dapur untuk menemui istrinya yang sudah memasakkan sesuatu untuknya.
Ya, itu memang benar. Jihyun penurut dan Taehyung pembangkang. Hubungan mereka yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi sebab terlalu banyak pertengkaran saat mereka mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Jihyun sebenarnya sudah memperingatkan tentang orang tua mereka yang belum tentu akan menerima hubungan mereka berakhir begitu saja, tetapi Taehyung tetap ingin mengakhiri hubungan ini.