Apa ini benar-benar akan menjadi penentuan tanggal pernikahan Jihyun dan Taehyung? Taehyung datang bersama kedua orang tuanya dan Seokjin. Kedua orang tua Jihyun pun tampak memelototi kala melihat kedatangan Jihyun dan Jimin. Dari mana saja mereka?
Jihyun mengambil duduk di sebelah ibunya, berhadapan langsung dengan Taehyung yang tampak menunduk. Jimin pun langsung duduk di sebelah Taehyung untuk mendampingi sahabatnya.
Ruangan ini begitu sunyi, padahal cukup banyak orang. Belum ada perbincangan apa-apa. Baru ada permintaan maaf Jihyun sebab membuat mereka menunggu lama. Jarak dari kantor menuju rumah orang tuanya menghabiskan waktu setengah jam lamanya. Kalau dipakai menunggu, itu cukup membosankan.
"Ibu kecewa padamu, Jihyun." Park Jiyoung, sang ibu, memulai perbincangan dengan kalimat menyakitkan.
Jihyun tertunduk dalam. Ia sudah tahu maksud pertemuan ini sekarang. Apa dia dan Taehyung akan dimarahi?
"Jiyoung-ah, apa kita salah mempertemukan mereka?" Minjae, ibunya Taehyung pun ikut bersuara.
"Aku terlalu egois." Jiyoung menyahut sembari menyeka air mata. Tentu Jihyun menyadarinya sebab ia duduk tepat di samping ibunya.
"Mungkin ini menyakiti hati kalian, tapi ... aku dan Jihyun tak apa bila harus melanjutkan rencana pernikahan ini," tutur Taehyung membuat Jihyun terbelalak kaget. "Hubungan keluarga kita sudah terjalin dengan sangat baik, aku tidak ingin merusaknya."
"Apa maksudmu, Kim Taehyung?!" Tentu Jihyun tak bisa menerima ucapan Taehyung yang seenaknya ingin melanjutkan rencana konyol itu. Bukankah sebelumnya Namjoon melamarnya dan Jihyun memintanya untuk menunggu? Jihyun tidak ingin mengecewakan Namjoon.
"Bersikap yang sopan, Park Jihyun," tegur Jimin.
Jihyun mendesah berat. "Aku juga tak ingin mengecewakan kalian, tapi ... Taehyung-lah yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan."
"Tentu saja, mana bisa kita bertahan kalau selalu bertengkar setiap harinya?" Taehyung melayangkan pembelaan.
"Setidaknya, kalau kita tidak putus ...," Jihyun menjeda. "semuanya tidak akan sekacau ini."
"Ya, kami yang mengacaukan hidup kalian." Kim Dowoo, ayah Taehyung, melerai adu mulut mereka dengan ucapan tegasnya.
"Kalau saja kami tidak terlalu berambisi ingin menjadi besan sebab sudah bersahabat lama, kalian pasti tidak akan menjalani hubungan yang terpaksa selama tiga tahun lamanya." Ayah Jihyun, Park Hyungsoo, ikut berbicara.
"Ibu sangat terpukul kala Seokjin menghubungi dan memberikan kabar ini," ujar Jiyoung tak henti-hentinya menyeka air mata dengan tisu.
Jihyun melirik Seokjin. Pria itu menepati ucapannya yang pernah mengatakan bahwa dia yang akan mengurus masalah ini. Kini, ekspresinya sulit ditebak, tatapannya tampak sendu.
"Ya, aku sampai menampar Taehyung dan memakinya karena tidak becus membahagiakan anak sahabatku," timpal Minjae tampak mengalami kesedihan yang sama.
"Kau adalah putriku satu-satunya. Kupikir, dengan memilihkanmu jodoh, akan membuat kebahagiaanmu terjamin," ujar Hyungsoo terdengar penuh penyesalan.
"Apa kalian saling menyakiti demi membahagiakan kita?" Dowoo menatap Taehyung dan Jihyun bergantian. Keduanya sama-sama tertunduk.
Jihyun menangis mendengar ucapan orang tuanya dan orang tua Taehyung. Mengapa ia merasa sangat bersalah sekarang? Apa seharusnya ia lanjutkan saja rencana pernikahan ini?
"Selama tiga tahun kami menjalin hubungan, aku bahagia. Taehyung selalu punya cara membuatku tersenyum, dia sangat baik, perhatian, dan ... tidak pernah menyembunyikan masalahnya padaku," papar Jihyun memberanikan diri untuk berterus terang. Sesakit apa pun luka dari hubungannya dengan Taehyung, setidaknya lebih banyak episode bahagia yang pernah mereka alami selama tiga tahun terakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
So Far Away [KTH] ✅
FanfictionTrilogy of Maknae Line EPISODE I Perjodohan terjadi sebab kedua orang tua mereka bersahabat sejak lama. Tak disangka, mereka berhasil menjalin hubungan hingga bertahun lamanya. Namun, di tahun ketiga, semuanya kandas. Membuat mereka memutuskan untuk...
![So Far Away [KTH] ✅](https://img.wattpad.com/cover/325192236-64-k565392.jpg)