5 - LEE YOUNGMI

30 4 0
                                        

Seperti biasa, Jihyun datang ke kantor pagi-pagi, bahkan sebelum Namjoon. Ia sudah sibuk membereskan banyak berkas di mejanya. Minggu-minggu ini pekerjaan Namjoon cukup banyak, tentu saja itu berlaku untuk dirinya juga.

"Pagi, Jihyun. Pagi sekali kau datang." Namjoon menghampiri meja Jihyun sebelum masuk ke ruangannya. "Sudah sarapan, kan?"

Jihyun segera bangkit, ia mengangguk. "Tentu, saya tidak pernah melewatkan sarapan. Bagaimana dengan Anda, Tuan Kim?"

Namjoon tersenyum lebar. Rasanya selalu terdengar konyol apabila Jihyun berbicara formal seperti itu. Namun, ia tidak bisa memprotesnya. Ini memang jam kerja dan sedang di kantor. Etika harus dipakai.

"Ini berkas yang Anda minta, saya sudah memeriksanya, tapi alangkah baiknya Anda juga memeriksanya sekali lagi. Kita tidak boleh gegabah dalam proyek kali ini." Jihyun menyerahkan beberapa berkas yang sudah ia siapkan sejak kemarin.

Namjoon mengangguk-ngangguk. "Oke, selamat bekerja, Sekretaris Park," ujarnya sembari melangkah menuju ruangan pribadinya.

Jihyun kembali duduk dan tenggelam dalam pekerjaannya. Pagi ini udara cukup segar, tapi tidak dengan pekerjaannya. Sangat pengap. Penuh dan memenuhi ruang pikirannya.

***

"Kapan kau jujur, Taehyung-ah?" Jimin mengembuskan napas berat. "Aku tak ingin kalian berbohong lebih lama lagi. Kau tau? Tak baik membohongi orang tuamu sendiri."

Taehyung hanya terdiam mendengarkan ucapan sahabatnya. Tak perlu diberitahu pun ia sudah paham apa yang Jimin katakan. Ia juga bergelut dengan dirinya sendiri. Melayangkan argumen, dan dipatahkan oleh dirinya sendiri.

"Kau tak ingin menyakiti Youngmi, tapi sekarang kau tengah menyakiti Jihyun. Saat pertemuan keluarga kalian, aku disuruh Jihyun untuk ke rumahnya mengambil laptop. Katanya, Kim Namjoon membutuhkan berkas penting di laptop miliknya. Saat aku mengambil kunci di tasnya, di sana ada kotak kacamata, dan sangat jelas bahwa itu kacamata minus, aku pun pusing saat mencobanya. Sejauh yang kutahu, mata Jihyun sehat. Selain itu, ada parfum pria, sisir kecil dengan bau krim rambut pria. Kau bisa tebak itu milik siapa?" Jimin bertanya bukan karena tidak tahu, ia hanya ingin menyadarkan sahabatnya.

"Belum lagi meja kerjanya. Ada sebuah buku agenda yang isinya ... semuuua tentang kegiatan Namjoon. Hidup Jihyun sudah berbeda sekarang, semuanya dipenuhi Namjoon, bukan lagi dirimu. Kau harus melepaskan Jihyun kalau memang kau ingin bersama Youngmi. Jangan jadi pengecut," tutur Jimin menatap Taehyung yang hanya terdiam mendengarkannya. Jimin merasa serba salah, ia tak tahu harus berada di pihak Jihyun atau Taehyung. Yang pasti, Jimin tak ingin keduanya saling menyakiti terlalu lama.

 Yang pasti, Jimin tak ingin keduanya saling menyakiti terlalu lama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Taehyung mengangguk-ngangguk. "Jim, kau tau kan, bagaimana aku menyukai Jihyun dulu? Aku merasa sedikit tak rela kalau harus melepasnya pada orang lain, aku takut dia disakiti oleh bos kaya rayanya itu."

So Far Away [KTH] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang