10 - PATAH HATI

25 4 0
                                        

Sebelum beranjak tidur, Jihyun membereskan pekerjaannya lebih dulu. Ia harus menyelesaikannya malam ini sebab Namjoon memerlukan berkasnya besok. Karena tadi sibuk berbelanja, Jihyun jadi tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat.

Sedang konsentrasi dengan pekerjaannya, tetiba saja, ponsel di sampingnya berdering. Dari deringnya, Jihyun yakin itu bukan Namjoon, sebab ia mengatur dering yang berbeda untuk nomor Namjoon. Makanya ia tidak langsung mengangkat sebab menyelesaikan pekerjaannya yang tinggal sedikit.

Mendengar ponselnya berdering untuk kedua kali, barulah Jihyun mengangkatnya. Itu Taehyung.

"Kau belum tidur?"

"Sebentar lagi. Aku menyelesaikan pekerjaanku dulu." Sebelah tangan Jihyun masih mengetik.

"Aku mengganggumu?"

"Sebutkan saja alasanmu menelepon."

"Aku hanya minta maaf kalau Jimin berkata yang tidak-tidak padamu. Dia terlalu mengkhawatirkan kita sepertinya, sementara kita yang menjalaninya saja cukup santai, kan?"

"Iya."

"Aku benar-benar mengganggu, ya? Aku mendengar suara ketikan."

Jihyun berhenti mengetik, Taehyung mendengarnya ternyata. "Tidak."

"Kau bisa menyelesaikan pekerjaanmu sekarang. Agar tidak kemalaman, aku akan menutup telepon ini."

"Sebentar, aku mau tanya sesuatu," cegah Jihyun.

"Tanyakan saja."

Jihyun bingung apakah harus mengatakan ini pada Taehyung atau tidak. Ia tak tahu harus mulai dari mana.

"Kau ingat Jungkook, temanku itu? Kita pernah bertemu dengannya tiga tahun lalu ketika sedang makan malam." Jihyun benar-benar tidak bisa menyimpannya sendiri.

"Dia pernah ke kafe sekitar seminggu yang lalu kalau tidak salah. Dia masih mengingatku ternyata. Dia juga minta tolong padaku agar menyampaikan kabar padamu bahwa dia sedang dekat dengan seorang gadis, katanya. Jangan meledekinya lagi." Terdengar suara Taehyung yang tertawa, Jihyun semakin tak tega menyampaikannya. Ia tak ingin tawa itu hilang.

"Ah iya, bagaimana hubunganmu dengan Youngmi, Taehyung-ah? Apa kau sudah menyatakan perasaanmu?" Jihyun penasaran, sudah sedekat apa sebenarnya hubungan Taehyung dan Youngmi.

"Untuk apa kau menanyakan itu? Memangnya, kau dan Kim Namjoon sudah berkencan, huh?"

"Aku dan Namjoon-ssi hanya sebatas rekan kerja, jangan dibahas."

"Rekan kerja apanya? Kudengar, kau menjenguk ibunya sampai pulang malam kemarin?"

"Park Jimin sialan! Kau dengar dari dia, kan? Pengadu." Jihyun sangat kesal sebab Jimin selalu memberitahu Taehyung segala hal. Seharusnya, hal semacam ini tak perlu sampai ke Taehyung.

"Sudahlah jangan marah padanya. Kau tau sendiri kan, sepupumu itu terlalu mengkhawatirkan kita. Ah iya, soal aku dan Youngmi ... aku tidak akan mengada-ada sebab tak ingin terkalahkan olehmu, kami masih baik-baik saja. Tetapi, belum ada kemajuan. Aku belum mengatakan perasaanku padanya karena ... ya ... bagaimana, ya?"

"Dia masih terlalu kekanak-kanakan bagiku yang ingin menjalin hubungan serius. Aku juga tak ingin mengganggunya yang sedang kuliah. Ketika aku tidak bisa mengantarnya pulang karena di kafe ramai, dia tampak kesal dan tidak mau mengerti. Aku masih belum yakin padanya. Aku masih perlu waktu untuk benar-benar yakin dengan perasaanku."

"Jangan terlalu menuntut banyak hal, nanti dia tak nyaman," pinta Jihyun.

"Kau stres karena bekerja atau apa? Kenapa meracau tak jelas? Tadi kau membahas Jungkook, lalu Youngmi, sekarang mau membahas siapa lagi? Rasanya kurang nyaman saja mendengarkanmu memberi nasihat tentang Youngmi. Kau benar-benar sudah tidak ada perasaan untukku lagi, huh?"

So Far Away [KTH] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang