Namjoon berusaha untuk konsentrasi, tetapi terus saja teralihkan dengan seorang gadis yang terlelap di sofa. Jihyun tertidur sangat nyenyak, bahkan tidak sadar kala Namjoon memakaian selimut sebab khawatir rok Jihyun akan tersingkap dan Namjoon melihat sesuatu yang tidak semestinya ia lihat.
Setelah berkali-kali hanya melirik diam-diam, akhirnya Namjoon menghampiri Jihyun dan duduk di sofa yang berseberangan. Ia dapat melihat wajah polos itu terlelap dengan damai. Sosok wanita yang ingin ia miliki, ternyata hanya sebatas khayal. Jihyun terlalu jauh untuk ia gapai. Hatinya masih dimiliki orang lain, dan Namjoon belum berhak memilikinya.
Ia jadi kepikiran mendiang ibunya. Mengingat berkali-kali beliau meminta Namjoon untuk menikahi Jihyun sejak lama, bahkan sejak pertemuan pertama mereka. Namjoon memang tak pernah mengenalkan satu pun wanita pada ibunya. Jihyun memang yang pertama, meski sebagai sekretaris, bukan kekasih. Sejak saat itu, Namjoon memang mulai memperhatikan Jihyun dan mencari alasan, pada bagian mana ibunya ingin menjadikan Jihyun sebagai menantu. Pada bagian mana sosok mengagumkan yang menjadi alasan bahwa Namjoon harus memiliki wanita seperti Jihyun dalam hidupnya.
Namjoon selalu penasaran, mengapa Jihyun bisa sebaik itu padanya? Seperhatian itu, bahkan terkesan tidak wajar bila mengingat status pekerjaan mereka. Apa ia mengsalahartikan itu semua, dan terlalu buru-buru meminangnya? Tanpa ia tahu, Jihyun ternyata memiliki kekasih selama tiga tahun lamanya. Meski sudah putus, Namjoon tak menyangka Jihyun masih sepeduli itu. Makanya, ia tidak jadi untuk menjenguk Taehyung setelah melihat Jihyun dan interaksi mereka. Ia merasa menjadi orang asing yang akan mengacaukan hubungan mereka.
Namun sekarang, orang yang amat ia cintai, yang sebelumnya memberi penolakan, kini tengah terlelap di hadapannya. Merebahkan lelah di ruangan pribadinya. Apa itu wajar? Namjoon memang merasa bodoh dengan menawari Jihyun agar tidur di ruangannya. Ia terkesan membuat Jihyun menyesal telah menolak pria sebaik Namjoon.
Namjoon segera beranjak sebab tak ingin ketahuan tengah memperhatikan Jihyun. Ia tidak bisa memprediksi kapan gadis itu terbangun. Ini sudah waktunya jam makan siang. Namjoon ingin makan keluar, tetapi ia tidak ingin meninggalkan Jihyun di ruangannya. Bagaimana kalau seseorang masuk dan mendapati seorang sekretaris pimpinan tengah tertidur seperti itu? Bisa menjadi bulan-bulanan di kantor.
Baru saja Namjoon melangkah menuju mejanya, ponsel Jihyun bergetar singkat di meja, ada sebuah pesan masuk dan Namjoon tidak sengaja membacanya.
Park Jimin
Jihyun, kau sudah bangun?
Aku akan ke rumah sakit lagi untuk menemani Taehyung karena Jin-hyung mendapat panggilan ke rumah sakitnya. Kau akan ikut?
Namjoon mengingat-ingat nama Jimin. Kalau tidak salah, tadi pagi ia bertemu dengan seseorang bernama Jimin di rumah sakit. Ia ingat ketika Seokjin sedikit menceritakan kalau Jimin adalah teman Taehyung.
Namun, beberapa menit berikutnya, ponsel Jihyun berdering. Jimin menelepon. Namjoon agak menjauh sebab takut Jihyun akan terbangun. Namun, Jihyun tampak sangat pulas. Namjoon pun memutuskan untuk menjawab panggilan itu sebab tak ingin ada panggilan lagi yang hanya akan mengganggu Jihyun yang sedang tertidur.
"Jihyun-ah, kau ikut tidak? Kau masih tidur, hm? Aku akan segera ke rumah sakit sekarang."
"Maaf, Jihyun sedang tidur-"
"Kau siapa?!"
"Aku Kim Namjoon, atasan Jihyun di kantor."
"Bagaimana bisa kau yang mengangkat telepon ini?! Jihyun tidur di mana? Di rumahmu?!"
"Jihyun tertidur di kantor, jangan salah paham."
"Jihyun sudah bilang kalau dia tidak akan masuk hari ini. Jangan mengada-ada!"
KAMU SEDANG MEMBACA
So Far Away [KTH] ✅
Fiksi PenggemarTrilogy of Maknae Line EPISODE I Perjodohan terjadi sebab kedua orang tua mereka bersahabat sejak lama. Tak disangka, mereka berhasil menjalin hubungan hingga bertahun lamanya. Namun, di tahun ketiga, semuanya kandas. Membuat mereka memutuskan untuk...
![So Far Away [KTH] ✅](https://img.wattpad.com/cover/325192236-64-k565392.jpg)