Trilogy of Maknae Line
EPISODE I
Perjodohan terjadi sebab kedua orang tua mereka bersahabat sejak lama. Tak disangka, mereka berhasil menjalin hubungan hingga bertahun lamanya. Namun, di tahun ketiga, semuanya kandas. Membuat mereka memutuskan untuk...
"Akhirnya, selesai juga." Namjoon menjatuhkan diri di kursi dengan perasaan lega. Ia baru saja melakukan presentasi di depan kliennya yang dari Jepang, dan mereka menunjukkan reaksi yang positif. Jangan lupakan suara tepuk tangan yang membuat semangat kerjanya tumbuh lagi.
Jihyun tersenyum bangga melihat Namjoon yang sudah melakukan yang terbaik. "Aku percaya padamu, Namjoon-ssi. Kau selalu keren, seperti biasanya."
"Jangan memujiku terlalu banyak, Jihyun, kerjaan kita semakin banyak setelah ini," kelakar Namjoon seraya menegakkan posisi kala melihat Jihyun mengeluarkan banyak berkas.
"Tadi, aku menerima telepon dari Seokjin-oppa. Katanya, ibumu sudah bisa pulang." Jihyun memberi berita baik.
Namjoon tersenyum lebar. "Gomawo, sudah memberi kabar baik. Aku juga sudah meminta ART untuk membawa ibu ke rumahku tadi."
"Mau makan siang di luar? Atau kupesankan makanan?" Jihyun bersiap dengan ponselnya sembari mencari nomor restoran langganan Namjoon.
"Pesankan yang biasa saja, aku sedang tak ingin keluar. Ah iya," Namjoon menjeda sebentar, membuat Jihyun yang tengah mengetikkan pesanan, berhenti sejenak. "beri aku hadiah karena telah sukses dengan meeting hari ini."
"Hadiah?" Tentu saja Jihyun sangat terkejut, Namjoon tak pernah meminta hadiah darinya. Lagi pula, sepertinya Jihyun harus memberi hadiah yang mahal padanya. Apa uangnya akan cukup?
Namjoon mengangguk. "Tak perlu mahal-mahal, buatkan aku makan siang untuk besok. Itu saja," pintanya diakhiri dengan senyuman.
"Makan siang?" Tentu saja Jihyun tak menyangka hadiah yang diinginkan Namjoon ternyata bukanlah hal besar. "Kau mau apa? Nanti kutanyakan resepnya pada ibumu."
"Tidaaak, tak perlu sesuai resep ibu. Buatkan makan siang sesukamu. Apa pun itu, akan kumakan, kecuali beberapa hal yang membuatku alergi. Kau harus menghindarinya karena aku tidak bisa bertoleransi dengan itu," tutur Namjoon memperingatkan.
"Baiklah, akan kucoba." Jihyun agak ragu mengiyakan keinginan Namjoon. Ia kurang percaya diri dengan masakannya.
Seakan tahu apa yang dipikirkan Jihyun, Namjoon berkata, "Tenanglah, aku tidak akan memecatmu kalau tidak enak." Namjoon tertawa renyah kala melihat Jihyun yang tampak salah tingkah. "Kau bisa kembali ke mejamu. Jangan terlalu sering bersamaku, nanti kau bosan," kelakarnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jihyun hanya tertawa kecil sembari pamit undur diri. Ia kembali ke mejanya dengan perasaan campur aduk. Mengapa Namjoon menjadi orang yang menyenangkan? Tak bisakah dia tetap menjadi seseorang yang serius dan dingin, tak perlu bercanda dan banyak tertawa? Semua itu hanya membuat Jihyun berdebar.
***
Sepulang bekerja, Jihyun mampir ke supermarket dulu. Ia akan membeli bahan masakan yang akan dipersembahkan untuk Namjoon besok. Dia masih belum memutuskan apa yang akan ia masak. Ia masih berdiri di depan deretan daging segar untuk menentukan menu.