Suara ketukan pintu mengalihkan konsentrasi Namjoon sesaat. "Masuk," ujarnya dengan pandangan yang tak beralih dari laptop barang sedetik pun.
"Namjoon-ssi."
Namjoon mematung sesaat mendengar namanya disebut oleh seseorang. Ia mengalihkan pandangan, melihat siapa yang memanggilnya barusan.
"Ji-Jihyun? Bukannya kau di rumah sakit?" Namjoon kaget bukan main melihat Jihyun berada di kantor. Padahal beberapa jam lalu ia melihat Jihyun tengah menunggui adik Seokjin di rumah sakit. Bahkan, Jihyun sudah izin untuk tidak masuk hari ini.
Jihyun menduduki kursi yang berhadapan dengan singgasana kebanggaan Namjoon. "Bagaimana kau tau?" tanya Jihyun penuh selidik, ia merasa tidak mengatakan alasannya tak masuk hari ini karena ada di rumah sakit.
Awalnya, Namjoon ingin mengelak dan mencari-cari alasan bodoh. Namun, ia memilih untuk mengatakan yang sejujurnya. "Aku ... berniat menjenguk adik Jin-hyung tadi pagi, tapi tidak jadi karena pekerjaan sangat menumpuk, apalagi kau sudah bilang tidak akan masuk hari ini." Sorot matanya berlarian ke sana kemari. Namjoon tengah menghindari tatapan Jihyun saat ini.
"Kau melihatku?" Jihyun merasa tak enak kalau Namjoon melihatnya tengah bersama Taehyung. Ia sungguh tidak akan melupakan lamaran Namjoon.
Namjoon mengangguk ragu, lantas ia kembali memandangi laptop untuk mengalihkan perhatian.
"Mianhae," ungkap Jihyun merasa bersalah.
Namjoon sedikit terkejut mendengar Jihyun meminta maaf. Apa gadis itu merasa bersalah karena bisa-bisanya menemani mantan kekasihnya di rumah sakit, sementara Namjoon yang sudah melamarnya ditinggalkan begitu saja?
"Aku tidak bermaksud menipumu dengan mengatakan aku tidak akan masuk hari ini. Aku juga minta maaf karena datang cukup siang hari ini," ujar Jihyun merasa situasi saat ini begitu canggung.
Apa Namjoon terlalu berharap lebih?
"Ah, gwaenchana, syukurlah kau datang. Aku sedikit kerepotan menangani ini sendiri," sahutnya dengan tawa hambar. Ia juga tidak tahu mengapa tiba-tiba tertawa.
"Aku juga ingin memberi jawaban."
Jantungnya seakan direnggut secara paksa. Namjoon terperangah kaget mendengar pernyataan Jihyun barusan. Ia memang sangat ingin mendengar jawaban dari Jihyun secepatnya, tetapi mengapa rasanya ini terlalu cepat? Mengingat apa yang dikatakan Seokjin perihal hubungan Jihyun dan Taehyung, Namjoon menjadi sangat yakin kalau Jihyun akan memberi penolakan.
"Sebaiknya kau pikirkan lebih matang, aku tidak memintamu menjawab secepat ini," cegah Namjoon belum siap mendengar kata penolakan terucap dari Jihyun.
Jihyun menggeleng. "Aku sudah memikirkannya semalaman."
Namjoon sudah tidak bisa fokus lagi saat ini. Ia menutup laptop dan memutuskan untuk membicarakan hal penting ini tanpa mengerjakan hal lain. "K-kau yakin?"
"Aku yakin, kau sudah tau mengenai hubunganku dengan Taehyung, adik dari Seokjin-oppa." Pandangan Jihyun tak lepas dari Namjoon yang terus menghindari tatapannya. Gadis itu tersenyum tipis. "Seharusnya, aku yang memberitahumu, bukan orang lain, kan?"
Namjoon mengangguk sekali, pandangannya tetap menunduk seraya menertawakan dirinya yang menyedihkan.
"Aku tidak bisa menerima lamaranmu."
Namjoon mengangguk paham mendengar kalimat yang menjadi jawaban yang ia tunggu berhari-hari. Ternyata hanyalah kalimat penolakan. Singkat, tapi menyakitkan.
"Ya, aku memang tidak bisa untuk tidak mempedulikan Taehyung, aku terlalu terbiasa untuk itu. Aku tak mau menyakitimu bila hubungan kita semakin serius dan aku masih tidak bisa menghilangkan kebiasaan itu. Selain itu, aku terlalu biasa berhubungan denganmu dalam hal pekerjaan. Kalau lebih dari itu, rasanya sedikit aneh dan aku takut akan mengacaukan pekerjaan," papar Jihyun dengan kecemasan luar biasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
So Far Away [KTH] ✅
FanfictionTrilogy of Maknae Line EPISODE I Perjodohan terjadi sebab kedua orang tua mereka bersahabat sejak lama. Tak disangka, mereka berhasil menjalin hubungan hingga bertahun lamanya. Namun, di tahun ketiga, semuanya kandas. Membuat mereka memutuskan untuk...
![So Far Away [KTH] ✅](https://img.wattpad.com/cover/325192236-64-k565392.jpg)