Trilogy of Maknae Line
EPISODE I
Perjodohan terjadi sebab kedua orang tua mereka bersahabat sejak lama. Tak disangka, mereka berhasil menjalin hubungan hingga bertahun lamanya. Namun, di tahun ketiga, semuanya kandas. Membuat mereka memutuskan untuk...
Sepanjang perjalanan menuju kantor, Jihyun tampak terdiam dan menatap jalanan dengan hampa. Ia tenggelam dalam pikiran. Setiap sudut florist Jimin selalu mengingatkannya dengan Taehyung. Sungguh tidak adil. Mengapa Taehyung selalu muncul di pikirannya kala Jihyun benar-benar mantap untuk memulai hubungan baru dengan Namjoon?
"Mianhae, Jihyun-ah," ungkap Namjoon tiba-tiba.
Jihyun menoleh pada Namjoon. "Kenapa?"
"Aku lupa membelikanmu bunga," ungkapnya penuh sesal.
Jihyun menggeleng segera. "Gwaenchana, aku tidak begitu menginginkannya juga. Lagipula, kita akan kembali ke kantor, pasti akan menjadi pusat perhatian kalau aku membawa bunga."
"Lalu, kenapa kau tiba-tiba diam? Sedang kepikiran sesuatu?" tanya Namjoon yang sedari tadi memperhatikan gelagat Jihyun yang sedikit tak wajar. "Apa karena aku mengobrol terlalu dekat Yoonji?" tebaknya.
Jihyun menggeleng lagi. "Aku tidak sedang memikirkan apa pun, lupakan saja," sanggahnya sembari mengecek ponsel. Sial, yang pertama kali muncul adalah foto Taehyung.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jihyun buru-buru mengembalikan ke layar home. Jangan sampai Namjoon melihatnya. Mengapa pula ia masih menyimpan foto itu? Tapi, rasanya sayang bila ia hapus begitu saja.
"Makan siang di mana?" tanya Namjoon.
Jihyun menggeleng. "Bukannya di kantor?"
"Barangkali kau ingin makan di luar?" tawar Namjoon.
Jihyun menggeleng lagi. "Entahlah," pandangannya kembali menyapu jalanan kota yang sibuk. "aku ingin segera ke kantor untuk melanjutkan kerja."
"Gwaenchana?" Namjoon tak bisa membiarkan Jihyun tenggelam dalam emosinya sendiri. Ia ingin Jihyun membaginya meski sedikit, siapa tahu bisa meringankannya.
Jihyun mengembuskan napas berat. Mana mungkin ia mengatakan kalau dirinya jadi menggalau karena mengingat Taehyung saat di florist tadi? Namun, Namjoon harus dibungkam dengan penjelasan agar tidak memerhatikannya dengan curiga terus.
"Aku hanya sedikit pusing karena terlalu mencium banyak aroma bunga tadi," sahut Jihyun mengatakan alasan asalnya.
"Ah, begitu, ya? Seharusnya kau bilang saja sejak tadi," ujar Namjoon sembari mengangguk-ngangguk.
***
"Apa keputusanku untuk mulai menerima Namjoon itu tepat, Taehyungie?" Jihyun menatap langit-langit kamar yang polos. "Apa kau tidak apa-apa? Kenapa kau selalu mengangguku saat aku bersama Namjoon?" Meski tidak secara fisik, Taehyung selalu mengganggu pikirannya ketika mencoba menjalani hubungan baru dengan Namjoon.
Jihyun meraih ponselnya yang berdering, ada panggilan video dari ....