Trilogy of Maknae Line
EPISODE I
Perjodohan terjadi sebab kedua orang tua mereka bersahabat sejak lama. Tak disangka, mereka berhasil menjalin hubungan hingga bertahun lamanya. Namun, di tahun ketiga, semuanya kandas. Membuat mereka memutuskan untuk...
Pagi-pagi sekali, Jihyun sudah sibuk di dapur. Tentu saja, ia tidak akan lupa dengan hadiah yang diminta Namjoon kemarin. Akan tetapi, ia sama sekali tidak tertekan atau terpaksa dengan permintaan ini. Justru Jihyun malu hanya bisa memberikan masakannya yang tak seberapa. Sebab ia sangat yakin, orang sekelas Namjoon sudah mencicipi ratusan menu di restoran mahal yang dimasak chef profesional.
Jihyun tidak menguasai terlalu banyak resep masakan. Ia hanya memasak apa yang dia suka. Semoga saja yang ia masak kali ini Namjoon menyukainya. Pikirannya sibuk menerka-nerka bagaimana reaksi Namjoon kala mencicipi masakannya. Apakah dia akan memuji atau mengkritik? Atau, bisa saja Namjoon berpura-pura kalau makanannya enak hanya untuk menghargai Jihyun.
Setelah selesai memasak, Jihyun bersiap pergi ke kantor. Ia sudah rapi dengan pakaian kerja dan sedang menikmati sarapan sembari menonton siaran televisi. Tiba-tiba, ponsel di sampingnya berdering. Yang meneleponnya adalah Seokjin. Sudah lama pria itu tidak menelepon. Apakah ada kaitannya dengan Namjoon?
"Yeoboseyo?"
"Jihyun-ah, Taehyung sakit. Bisa jenguk sebentar? Dia ada di rumahku sekarang."
Jihyun nyaris tersedak mendengar kabar tak terduga itu. "Sakit? Dia sakit apa?"
"Hanya demam, sudah kuberi obat sebenarnya. Kau bicara macam-macam tentang Youngmi padanya, kan? Lihat akibatnya sekarang." Seokjin terdengar menyalahkan Jihyun.
"Mianhae, Oppa. Aku hanya tak ingin Taehyung tersakiti. Kau tau? Aku pun ikut merasa kecewa melihat Youngmi dengan temanku."
"Gwaenchana, Jihyun-ah. Kau sudah memberi alasan tepat agar Taehyung tidak semakin menyukai Youngmi. Karena Youngmi sepupu istriku, aku jadi takut ketika hubungan Taehyung dan Youngmi kenapa-napa, istriku akan ikut menyalahkanku."
"Ah iya, kau tau alasanku memintamu ke sini? Tadi, kulihat Taehyung menyebut-nyebut namamu. Katanya, kalau dia sakit, kau selalu datang untuk merawatnya. Tapi, aku mengerti, kau harus berangkat kerja, kan? Apalagi kau sekretaris Namjoon, dia sangat disiplin."
Sambungan telepon terputus begitu saja. Jihyun jadi tak enak dengan ucapan Seokjin barusan. Apa dia harus menjenguk Taehyung sebentar?
***
Seokjin terburu-buru membuka pintu sebab bel rumahnya berbunyi sejak tadi. Ia ketiduran di sofa dengan televisi yang masih menyala.
"Jihyun? Kau datang?" Seokjin terperangah kaget melihat Jihyun-lah tamunya.
Jihyun mengganggukkan kepala. "Mianhae, Seokjin-oppa, kalau aku mengagetkanmu. Di mana Taehyung? Apa dia masih di sini?"
"Ya, masuklah." Seokjin menuntun Jihyun untuk mengikutinya ke kamar tamu. Ia membuka pintu perlahan sebab takut Taehyung terbangun.
Taehyung tengah terlelap dengan damai. Matanya terpejam rapat dengan bibir yang sedikit pucat. Hidungnya juga terlihat agak kemerahan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.