39 - JAPAN

11 3 0
                                        

Seokjin mengajak Namjoon bertemu di sebuah kafe dekat rumah sakit tempat ia bekerja. Taehyung memang melarangnya memberitahu Namjoon. Namun, Seokjin tak tega membuat Namjoon kebingungan sendiri seperti orang bodoh karena tidak ada yang memberitahunya. Ia pandai menangkap kode yang Jihyun berikan. Intinya, Jihyun meminta tolong pada Seokjin untuk mengabari Namjoon perihal keadaannya.

"Sebenarnya apa yang terjadi, Namjoon-ah? Apa kau dan Jihyun sedang diincar oleh seseorang?" tanya Seokjin perihal penyebab Jihyun diserang. Ia tidak mengerti, bagaimana mereka berdua berurusan dengan orang jahat itu?

Namjoon mengangguk pelan. "Seminggu yang lalu, ada perusahaan yang ingin kami membatalkan kerja sama dengan klien kami. Perusahaan itu memang memusuhi kami bahkan saat ayahku masih hidup," jelasnya mengingat kala seminggu yang lalu ia mendapat kabar bahwa di kantornya ada mata-mata dari Athena Corp.

"Sebenarnya, mereka bukan hanya ingin aku membatalkan kerja sama itu, tapi ingin melihatku hancur," imbuhnya membuat Seokjin terperangah kaget.

"Kau mau tau apa yang terjadi pada Jihyun?" tanya Seokjin.

Namjoon mengangguk cepat. "Kau tau keadaannya sekarang, Hyung? Kumohon beritahu aku."

"Dia ditusuk di perutnya."

"Hyung!" Namjoon menggebrak meja dengan spontan.

Seokjin mengangguk sembari memegangi tangan Namjoon agar tidak dulu beranjak. "Dia sudah tidak kenapa-napa sekarang, kau tenang dulu."

"Bagaimana aku bisa tenang, Hyung? Jihyun ... bagaimana dia bisa mengalami itu? Seharusnya aku yang menerima tusukan itu, kan?" Namjoon fruatrasi saat ini. Setelah dibuat bingung setengah mati dengan kabar Jihyun, kala mendapat kabar, ternyata Jihyun ditusuk.

"Aku juga tidak tau, Jihyun belum mengatakan apa pun. Tapi, Jungkook bilang, ketika sudah ada polisi yang mengepung dan menangkap salah satu preman yang menyerangnya, satu yang lainnya kabur setelah menusuk Jihyun," jelas Seokjin dengan pembawaannya yang tetap tenang. Ia harus tetap tenang agar dapat menghadapi Namjoon yang sedang kelimpungan saat ini.

"Jadi, masih ada yang berkeliaran bebas?" Namjoon panik bukan main. "Bagaimana kalau Jihyun sampai terluka lagi?" Ia tidak peduli dengan dirinya sendiri, ia hanya tak ingin Jihyun terluka lagi.

Seokjin mengangguk. "Jaga dirimu baik-baik. Pasti mereka mengincarmu juga."

"Aku akan menemui Jihyun, Hyung. Dia di mana sekarang?" Namjoon segera menyiapkan kunci mobil. Ia harus melihat kondisi Jihyun sekarang juga. Bagaimanapun, orang yang sudah melukai Jihyun sebenarnya menginginkan Namjoon, bukan?

Seokjin menggeleng cepat. "Jangan sekarang. Kau tau? Bahkan adikku tidak mengizinkanku memberitahumu sebenarnya. Kalau kau datang, semuanya akan semakin runyam. Apalagi hari ini orang tua Jihyun datang. Kumohon, bersabarlah."

Namjoon membuang muka tak peduli. "Aku hanya ingin memastikan keada—"

"Mereka menyalahkanmu sepenuhnya atas apa yang menimpa Jihyun. Kumohon, jangan membuat masalah ini lebih besar lagi. Aku memberitahumu agar kau tidak kebingungan sendiri memikirkan keadaan Jihyun. Setidaknya kau sudah tau kan kalau baik-baik saja?" Seokjin menepuk-nepuk pundak Namjoon. "Jihyun juga tak ingin melihatmu disalahkan semua orang, kan?"

Namjoon mengangguk ragu. "Tapi, Hyung, aku sangat mencemaskan keadaannya. Jihyun ...." Pria itu tertunduk dalam, tak mampu lagi berkata-kata. Mendengar kabar bahwa Jihyun ternyata ditusuk, ia tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri yang membiarkan Jihyun pulang sendiri demi mengambil bahan untuk meeting yang ternyata dibatalkan.

"Namjoon-ah, kau mencintainya, bukan?" tanya Seokjin pelan.

Namjoon mengangkat kepala, menatap Seokjin penuh tanya.

So Far Away [KTH] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang