34 - SAVE ME

15 4 0
                                        

Mau tidak mau, akhirnya Jihyun keluar dari mobil dengan ditarik paksa oleh kedua preman itu. Ia sudah berteriak keras, tapi jalan itu terlalu sepi. Tidak ada yang melihat mereka. Karena terlalu sibuk menghindari mobil hitam itu, Jihyun jadi mengambil rute yang salah menuju kantornya.

Ia tidak boleh lemah. Ia segera mengingat-ingat jurus taekwondo yang pernah Jungkook ajarkan dulu saat masih sekolah menengah. Namun, sialnya, kaki Jihyun gemetaran sekarang. Ia tak bertenaga untuk sekadar menendang kedua pria yang tubuhnya sangat besar dibanding Jihyun.

"Kalian siapa?! Kalian suruhan Jung Hoseok?!" Jihyun mencoba melepaskan cengkeraman mereka, dan menahan diri agar tidak dibawa ke mobil hitam mereka.

"Nanti kau juga tau, Nona manis, sekarang ikut kami dulu, ya? Kau tidak akan kami sakiti kalau kau ikut kami tanpa perlawanan," goda salah satu pria yang memakai baju serba hitam, lengkap dengan masker dan kacamata hitam.

"Ayolah, Nona, kau tidak boleh susah diatur begini. Jangan mempersulit pekerjaan kami," timpal pria satunya dengan penampilan serupa.

"Kalian mau membawaku ke mana? Aku tidak mau, Berengsek! Aku harus kembali ke kantor sekarang. Ayolah, jangan mempersulit pekerjaanku juga!" Jihyun mencoba menarik tangannya, tetapi sia-sia saja. Mereka jauh lebih kuat dari Jihyun.

Jihyun menggerak-gerakkan kepala, menghindari salah satu dari tangan mereka yang tampak ingin membekapnya. "Jangan membuatku pingsan, Bodoh!" Jihyun mencoba menendang-nendang kaki mereka. Tapi percuma saja, mereka seolah tidak merasakan apa-apa.

"Ayolah, Nona, tinggal beberapa langkah lagi."

Salah satu pria melepas Jihyun dan berlari menuju mobil, sepertinya dia yang akan menyetir. Dan yang satunya masih memegangi Jihyun dan mengikatkan kedua tangan Jihyun ke belakang.

"Apa maumu, hah?! Aku punya kesalahan apa sampai membuatmu menangkapku seperti ini, hah?! Lepaskan aku!" Jihyun berteriak keras, ia ingin segera pergi dari situasi ini.

"Park Jihyun, bukankah aku sudah mengajari jurus taekwondo, hah?"

Jihyun terbelalak kaget dengan suara yang sangat familier di telinganya. Ia berbalik, itu adalah Jungkook yang tampak tengah meregangkan otot lehernya seraya menggulung lengan baju, seakan sudah sangat siap berkelahi.

"Jungkook?" Jihyun terkejut bukan main. Sebelum ia berhasil ditarik keluar oleh dua preman ini, ia sempat mengirimi lokasi pada seseorang. Bukankah itu Namjoon? Apa Jihyun malah mengirimkannya pada Jungkook?

"Ayo, maju kalau kau merasa seorang pria sejati," tantang Jungkook yang sudah siap berkelahi.

"Mereka sangat kuat, Jungkook! Mereka itu berdua, kau akan terluka!" pekik Jihyun, ia tak ingin temannya terluka.

"Kau meremehkanku, Jihyun? Tak tau saja kalau aku sudah sangat menantikan kemampuanku diuji secara langsung." Jungkook tampak makin menantang. Ia menanggalkan jaket kulit yang membalut tubuhnya, dan bersiap dengan kuda-kuda yang sudah ia pelajari bertahun-tahun lamanya.

Sontak, pria yang sudah menaiki mobil, turun dan maju menghadapi Jungkook.

"Jungkook hentikan!" Jihyun tak bisa melihat perkelahian brutal itu secara langsung. Badan Jungkook memang besar, tapi masih kalah dengan preman yang ia lawan. Berkali-kali, wajahnya terkenal pukulan hingga sudut bibirnya berdarah.

"Sudah, berhenti! Hei! Bilang padanya untuk berhenti memukuli temanku," bentak Jihyun pada pria yang masih memeganginya. Sial, Jihyun bahkan tidak sadar kalau kakinya pun diikat kuat sekarang, ia terlalu sibuk menonton perkelahian Jungkook.

Namun, Jungkook tidak benar-benar mempermalukan Jihyun. Preman itu tersungkur jatuh setelah Jungkook pukuli dengan jurus andalannya. Bahkan, sempat-sempatnya dia pamer pada Jihyun. "Kau lupa aku atlet taekwondo nasional, Park Jihyun? Kau harus ikuti caraku menendang mereka."

"Tidak akan kubiarkan anak ingusan itu menang, Bodoh!" Pria itu maju dan mulai melawan Jungkook setelah sebelumnya membuat Jihyun terempas di jalan raya dengan tangan dan kaki terikat. "Coba lihat kemampuan atlet taekwondo nasional ini, apakah bisa mengalahkan pembunuh bayaran yang sudah membunuh puluhan orang ini, huh?"

Jihyun menelan ludahnya dengan susah payah. Apa maksudnya tadi? Pembunuh bayaran yang sudah membunuh puluhan orang? Ia jadi semakin takut kalau Jungkook adalah korban selanjutnya, atau mungkin Jihyun yang akan mati di tangan mereka lebih dahulu?

"Pembunuh bayaran, ya? Sayang sekali, kalau kau membunuhku tidak akan bayaran sama sekali. Akan sangat rugi, kan?" cibir Jungkook segera bersiap untuk pertarungan berikutnya.

"Kumohon jangan sakiti dia! Kau menginginkanku, kan?! Kenapa malah capek-capek berkelahi dengan dia?!" Jihyun tak henti-hentinya mencecar. Ini sangat tidak adil bagi Jungkook. Dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini.

"Diam kau, Nona, biarkan aku merasakan pukulan atlet yang hanya sibuk menyombongkan piala ini," seru preman yang sudah siap berkelahi dengan Jungkook. Sementara temannya yang sudah tersungkur masih merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya karena sudah dipukuli Jungkook.

Perkelahian kembali dimulai. Kali ini, Jungkook sudah kelelahan, ditambah lawannya tidak imbang. Dia tampak lebih piawai dari temannya.

"Jeon Jungkook!" Jihyun memekik keras kala Jungkook tersungkur hingga sulit untuk berdiri lagi. Preman itu mendekat, menginjak dada Jungkook dengan kaki yang terbalut sepatu kulit yang sangat tebal.

"Pialamu tak berguna!" Preman itu menekan kuat kakinya, membuat Jungkook terpejam begitu lama menahan sakit.

"Jangan lakukan itu! Kau akan membuatnya mati!" teriak Jihyun tak sanggup lagi melihat teman baiknya yang sudah diambang kematian.

"Berhenti, Bodoh! Jangan menginjaknya!" Siapa sangka, seseorang menendang preman itu dari belakang hingga tersungkur ke tanah. Jungkook pun tampak terbatuk seraya memegangi dadanya yang begitu perih.

"Tt-aehyung?" Jihyun semakin tak percaya dengan orang-orang yang bermunculan di hadapannya. Ia semakin bingung, sebenarnya ia mengirimi lokasi pada siapa? Tujuannya adalah Namjoon, tapi entah nyasar pada siapa.

"Jangan membahayakan dirimu, Kim Taehyung!" Jihyun makin takut sekarang. Ia memang tidak tega melihat Jungkook dipukuli. Akan tetapi, bagaimanapun juga Jungkook seorang atlet taekwondo, buktinya dia sudah melumpuhkan salah satu preman. Namun Taehyung, Jihyun takut pria itu akan menerima pukulan yang lebih brutal dari yang Jungkook dapat. Selama mengenal Taehyung, Jihyun tak pernah sekalipun melihatnya berkelahi.

Pria bernama Kim Taehyung itu menyeringai. "Mau melawanku, hah?"

Preman itu kembali bangun dan menatap Taehyung berapi-api.

Preman itu kembali bangun dan menatap Taehyung berapi-api

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bugh

Taehyung mendapat pukulan di pipinya hingga nyaris tersungkur. Namun, pria itu masih memberi senyuman mengejek pada preman yang sudah memberi pukulan itu.

"Kim Taehyung! Berhenti! Jangan sakiti dia, Berengsek!" Jihyun sudah menangis sekarang. Mana tega ia melihat Taetae-nya dipukuli. Saat Jihyun hanya sekadar mencubitnya dengan keras pun Taehyung sudah meringis kesakitan.

🐯🐯🐯

So Far Away [KTH] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang