Namjoon-ssi, mianhae, aku tidak bisa ke kantor besok. Ada urusan yang tidak bisa kutinggalkan. Kumohon, jangan meneleponku terus-menerus. Aku tak bisa mengangkatnya.
Namjoon hanya memandangi pesan singkat dari Jihyun setelah puluhan kali ia menelepon dan tidak kunjung mendapat jawaban. Pria itu merebah malas di kasur dengan pakaian kerja yang masih lengkap, tetapi menjadi kusut dan berantakan saat ini. Sepulang dari kantor, ia sengaja mampir dulu ke toko perhiasan untuk membeli cincin yang akan ia sematkan di jari manis Jihyun malam ini. Namun, pembatalan acara makan malam dadakan membuatnya nyaris frustrasi, apalagi setelah diberi kabar kalau Jihyun tidak bisa ke kantor esok hari. Gadis itu kenapa sebenarnya?
Namjoon mengetikkan balasan.
Setidaknya, beritahu alasanmu tiba-tiba seperti ini. Beritahu aku bila ada perbuatanku yang menyinggungmu.
Gwaenchana.
Kau tidak berbuat salah.
Kumohon, beri aku sedikit waktu.
Namjoon melempar ponsel ke sisi ranjang, ia benar-benar kelimpungan saat ini untuk memikirkan alasan mengapa Jihyun bisa seperti ini. Padahal, saat di kantor mereka baik-baik saja. Apa lamarannya membuat gadis itu tertekan?
***
"Taehyungie, bangun, kau tidak bosan tertidur seperti ini?"
Operasi Taehyung berjalan lancar, dan kini Jihyun sedang menantikan kesadarannya. Ini sudah menjelang pagi, tetapi rasa kantuk tidak membuat gadis itu terlelap. Padahal, Jimin sudah tidur di sofa sejak tiga jam lalu.
Gadis itu memandangi wajah Taehyung yang terlelap dengan damai. Wajah tampan yang selalu menampilkan senyum kotak itu, kini terdapat goresan luka yang membuat Jihyun makin tak tega menatapnya lama-lama. Ia tak tahu apa yang terjadi pada Taehyung hingga bisa terluka separah ini.
"Aku minta maaf karena kita tidak bisa menikah, tapi percayalah, aku juga tak ingin kau kenapa-napa. Aku selalu berharap kau baik-baik saja, jangan terluka seperti ini," ujar Jihyun lirih sembari menggenggam tangan Taehyung yang sangat dingin.
Gadis itu menangis tanpa suara, tertunduk dalam meratapi nasib pria yang selalu menceritakan setiap keluh kesahnya. "Jangan pergi secepat ini, Taehyungie, aku masih sangat menyayangimu."
"Gwaenchana, Hyunie." Terdengar suara serak yang membuat Jihyun terbelalak kaget. Apa ia tengah berhalusinasi saat ini? Apa ia tidak salah dengar? Mengapa suara itu sangat mirip dengan Taehyung?
Namun, tiba-tiba ada tangan besar yang mengelus kepalanya. "Jangan menangis." Suaranya teramat parau.
Jihyun mengangkat kepala ragu, ia tak ingin tertampar kenyataan kalau yang ia dengar barusan hanyalah sebuah khayalan. Namun, yang ia lihat sekarang adalah seorang pria dengan wajah pucat tengah tersenyum di balik masker oksigennya.
"Taehyungie, kau sudah bangun?" Senang bercampur cemas dirasakan oleh Jihyun sekarang. Betapa leganya ia melihat kelopak mata yang berjam-jam lamanya menenggelamkan binar yang selalu menatapnya dengan lembut, kini terbuka dan tengah menatapnya.
Taehyung mengangguk lemah.
Jihyun tersenyum haru, air mata sedih sebelumnya, berganti menjadi air mata bahagia yang menetes lebih deras. "Kenapa kau terluka? Jangan pernah seperti ini lagi, aku sangat takut kau pergi."
Tangan lemas Taehyung masih mengelus kepala Jihyun. "Gwaenchana, aku masih ingin melihatmu seperti ini."
Jihyun langsung menegakkan posisi. "Ingin melihatku seperti ini? Kau tau, aku sangat stres memikirkan kemungkinan terburuk yang akan kau alami? Kau suka melihatku frustrasi begini, huh?" Gadis itu seolah tengah memarahi Taehyung, tetapi ia hanya tak ingin Taehyung terluka lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
So Far Away [KTH] ✅
Hayran KurguTrilogy of Maknae Line EPISODE I Perjodohan terjadi sebab kedua orang tua mereka bersahabat sejak lama. Tak disangka, mereka berhasil menjalin hubungan hingga bertahun lamanya. Namun, di tahun ketiga, semuanya kandas. Membuat mereka memutuskan untuk...
![So Far Away [KTH] ✅](https://img.wattpad.com/cover/325192236-64-k565392.jpg)