33 - TENANG?

16 4 0
                                        

Sudah seminggu berlalu selepas ketakutan tak beralasan yang Namjoon dan Jihyun rasakan akan teror dari perusahaan Athena Corp.. Siapa sangka, selama seminggu ini memang tidak terjadi apa pun, bahkan Namjoon tidak merasa ada gelagat aneh dari karyawannya. Apa kabar yang ia terima perihal adanya mata-mata itu hanya kebohongan? Taehyung menerima informasi itu dari staf HRD yang biasanya sangat peka dengan keganjilan yang ada di perusahaan.

"Perusahaan Athena Corp. itu dipimpin oleh Jung Hoseok, dia selalu menjadi pesaing bisnis perusahaan ini saat ayahku masih hidup," papar Namjoon setelah selesai membahas pekerjaan dengan Jihyun. Mereka tengah membicarakan tentang perusahaan Athena Corp. yang membuat mereka harus selalu waspada.

"Kudengar, banyak perusahaan yang hancur setelah berurusan dengan mereka, apa itu benar?" tanya Jihyun mendengar rumor yang beredar.

Namjoon mengangguk ragu. "Katanya seperti itu, tapi ... mana mungkin itu terjadi pada perusahaan kita yang cukup besar ini, kan? Setidaknya, kita setara dengan Athena Corp.."

"Ah iya, aku lupa. Siang ini kita ada meeting dengan perusahaan Jepang itu, kan? Flashdisk-nya tertinggal di rumah." Jihyun memang ceroboh karena terlalu buru-buru saat berangkat tadi.

"Tidak ada salinan file-nya?" tanya Namjoon memastikan.

Jihyun menggeleng, dan langsung bangkit. "Aku akan pulang sebentar."

"Suruh sopir saja," cegah Namjoon.

"Aku saja. Aku juga tidak tau pasti di mana aku menyimpannya," tolak Jihyun dengan cepat.

"Kuantar?" tawar Namjoon sigap.

"Tak perlu, aku harus segera pergi, ya." Tanpa menunggu apa-apa lagi, Jihyun bergegas meninggalkan ruangan Namjoon dan mengambil tas dari meja. Ia harus segera memberikan flashdisk itu pada Namjoon.

"Jangan lupa kabari aku jika sudah sampai rumah," pesan Namjoon nyaris berteriak sebab Jihyun sudah meninggalkan ruangannya dengan cepat.

"Kenapa kau sangat ceroboh, Park Jihyun!" Jihyun menepuk-nepuk kening selama perjalanan menuju parkiran. Ia memang tidak sebaik yang Namjoon pikirkan. Buktinya, bahan untuk meeting penting saja lupa untuk dibawa. Mana sekretaris yang katanya dapat diandalkan itu?

***

Namjoon membuka laptop dan menemukan sebuah folder yang sudah lama tidak ia buka. Kala ia klik, ternyata itu berisi foto-foto semasa kuliah dulu. Ia tersenyum menatapi dirinya yang terlihat sangat muda dan terlihat lebih kurus daripada sekarang.

Banyak sekali foto yang diabadikan dengan lensa kamera. Kebetulan, saat itu Namjoon memiliki kamera keluaran terbaru yang tercanggih pada masanya, makanya ia senang mengambil banyak gambar. Itu adalah kamera pemberian sang ayah sebagai hadiah karena Namjoon selalu mendapat nilai terbaik sepanjang semester.

Namjoon berhenti kala melihat foto dirinya bersama seorang perempuan dengan rambut sebahu. Itu adalah Min Yoonji, seseorang yang ia jumpai di florist kemarin. Mereka memang cukup dekat sebagai dua orang yang sama-sama pintar dan untungnya bisa bersaing dengan sehat saat itu.

"Benar, kan? Dia tidak banyak berubah, hanya saja rambutnya lebih panjang, dan diikat tinggi," ujarnya sembari tersenyum mengingat pertemuan mereka kemarin.

Namjoon beralih ke foto lainnya. Itu adalah saat Namjoon berlibur bersama beberapa teman kuliahnya ke pantai. Sebab Yoonji satu-satunya perempuan yang ikut, kakaknya yang super posesif pun memaksa ikut. Kakaknya bernama Min Yoongi. Dia adalah seorang mahasiswa jurusan seni musik dan menjadikan liburan saat itu menjadi sangat menyenangkan sebab Yoongi membawa gitar. Mereka mengelilingi api unggun sembari bersenandung diiringi petikan gitar oleh Yoongi.

So Far Away [KTH] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang