Sebelum ke kantor, Namjoon meminta Jihyun menemaninya menemui dokter untuk menerima penjelasan mengenai perkembangan kondisi ibunya. Alangkah terkejutnya, kala Jihyun memasuki ruangan itu. Tentu saja, dokter yang akan mereka temui adalah Kim Seokjin, kakaknya Taehyung. Bagaimana reaksinya ketika melihat Jihyun bersama Namjoon?
Kim Seokjin adalah seorang dokter bedah jantung yang bertahun lamanya menangani ibunya Namjoon.
"Jin-hyung, bagaimana ibuku?" Namjoon yang memang sudah mengenal Seokjin cukup lama memanggilnya tidak terlalu formal.
"Ya, Namjoon-ah? Ibumu ...," Seojin melirik seseorang yang menemani Namjoon. "Jihyun?"
Jihyun mengangguk dan tersenyum canggung, ia tidak bisa menerka apa yang dipikirkan Seokjin saat ini. Bagaimana bisa Jihyun menemani Namjoon kala ia sudah dijodohkan dengan Taehyung sejak lama? Seokjin mengenal Jihyun dengan sangat baik, tahu seluk-beluk hubungan Taehyung dan Jihyun yang sudah kandas lima bulan lalu. Tetapi, hubungan mereka masih berlangsung baik.
"Kau mengenal sekretarisku?" Namjoon terkejut kala Seokjin menyebut nama Jihyun.
"Ya ... ya, tentu saja. Orang tua kami bersahabat sejak lama, kami sering bertemu," ujar Seokjin agak terbata, sepertinya ia hampir menyebutkan bahwa Jihyun adalah mantan kekasih adiknya.
"Oh, begitu." Namjoon mengangguk paham. "Bisa dilanjutkan?"
Seokjin mengangguk seraya melirik Jihyun untuk mengetahui reaksinya. Jihyun hanya menatap Seokjin penuh harap, berharap agar Seokjin tidak membeberkan hubungannya dan Taehyung pada Namjoon.
Seokjin pun melanjutkan penjelasannya, Namjoon mengangguk-ngangguk dan sesekali bertanya. Sementara Jihyun hanya diam dan turut cemas dengan kondisi Hyuna yang tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Ia melihat kekhawatiran besar dari tatapan Namjoon.
"Hyung, kumohon, sembuhkan ibu," pinta Namjoon seraya memegang tangan Seokjin.
Seokjin mengangguk. "Aku akan berusaha semaksimal mungkin."
"Aku tidak punya siapa-siapa lagi selain ibu, aku mohon." Namjoon menunduk dengan tangan yang masih memegangi Seokjin.
Hati Jihyun merasa teriris melihat Namjoon serapuh itu. Sisi lain Namjoon yang baru ia lihat setelah setahun lebih bekerja bersamanya. Ia merasakan kepedihan yang dirasakan Namjoon. Ya, ayah Namjoon sudah meninggal, dan hanya tersisa ibunya. Namjoon tidak punya kakak atau pun adik. Bayangkan, betapa kesepiannya hidup Namjoon bila harus kehilangan ibunya.
Seokjin mengelus-elus pundaknya. "Kau harus tegar untuk menguatkan ibumu. Selalu perhatikan kondisinya, jangan sampai dia terlalu lelah dan jangan sampai dia jatuh lagi."
"Iya, Hyung, aku meminta ibu tinggal bersamaku setelah ini. Aku tak ingin kehilangan waktu-waktu berharga di sisa hidupnya," ungkap Namjoon sangat menyakitkan untuk didengar.
***
Setelah keluar dari ruangan Seokjin, Jihyun memberikan tisu pada Namjoon untuk menghapus sisa air mata yang menggenang.
"Kau yakin kita tidak perlu menunda meeting ini? Apa pikiranmu sudah tenang?" Jihyun khawatir Namjoon tidak bisa melakukan meeting siang ini dengan maksimal, mengingat kondisinya yang begitu terpukul dengan penjelasan Seokjin tadi.
Aku tidak tahu berapa lama ibumu akan bertahan. Penyakitnya sudah bersarang terlalu lama di tubuhnya. Apalagi kondisinya semakin melemah seiring bertambahnya usia. Semua obat, operasi, tidak akan membuatnya sembuh seperti sediakala. Itu hanya mencegah agar tidak lebih parah.
KAMU SEDANG MEMBACA
So Far Away [KTH] ✅
FanfictionTrilogy of Maknae Line EPISODE I Perjodohan terjadi sebab kedua orang tua mereka bersahabat sejak lama. Tak disangka, mereka berhasil menjalin hubungan hingga bertahun lamanya. Namun, di tahun ketiga, semuanya kandas. Membuat mereka memutuskan untuk...
![So Far Away [KTH] ✅](https://img.wattpad.com/cover/325192236-64-k565392.jpg)