26 - HIS BOXY SMILE

26 4 0
                                        

Jimin menatapi sahabatnya yang sudah bisa tertawa lepas kala ia menyuapi makan siang seraya berceloteh. Ia tidak ingin Taehyung kehilangan senyum kotak yang menggemaskan itu. Pikirannya sudah berlayar ke mana-mana kala mengingat Namjoon yang menjawab teleponnya dan mengatakan kalau Jihyun sedang tertidur.

Bagaimana bisa Jihyun tidur di dekat pria asing? Kalau saja Namjoon pria berengsek, bukannya tidak mungkin kalau Jihyun diapa-apakan, belum lagi hartanya akan digerus habis, kan? Beruntung Namjoon adalah orang yang berkecukupan harta sehingga Jimin tidak perlu khawatir harta sepupunya diperas. Namun, bagaimana dengan keadaan Jihyun? Apa gadis itu tidak dilecehkan selama tidur?

"Bagaimana tanganku ini?" Taehyung menatap tangannya yang digips.

Jimin tersenyum manis. "Gwaenchana, kau tidak perlu khawatir. Dokter bilang, keadaannya tidak terlalu parah. Hanya saja, kau harus sedikit bersabar," ujarnya.

"Tau sendiri kan, kalau aku tidak sabaran?" Taehyung menatap tangan kanannya dengan prihatin. "Aku tidak bisa membuka kafe kalau begini."

"Apa maksudmu? Kau mau membuka kafe saat kondisimu seperti ini, huh? Nakal sekali," tegur Jimin seraya menyentil pelan hidung mancung Taehyung.

Taehyung tergelak. "Park Jimin, kau harus memacari seorang gadis. Kau harus mencurahkan kelembutanmu ini pada seorang gadis beruntung. Aku tidak mau dituduh pacaran denganmu lagi," keluhnya dengan tawa yang masih belum berhenti.

Jimin tampak tengah mengingat-ingat sesuatu. "Memangnya siapa yang mengatakan itu?"

"Jin-hyung yang mengatakannya," sahut Taehyung.

"Ah, hyung-mu itu pintar meledek, ya? Awas saja, kalau aku punya pacar, akan segera kupamerkan di depannya," gerutu Jimin.

Taehyung mengangguk setuju. "Kau terlalu sibuk mengawasiku dan Jihyun. Kau harus mencari seorang gadis cantik yang akan kau awasi—ah tidak, maksudku perhatikan." Pria itu bersungguh-sungguh. Selama ini, selalu ada Jimin berkeliaran dalam hubungannya bersama Jihyun. Seolah Jimin adalah seorang petugas keamanan yang bertugas menjaga keamanan hubungan Taehyung dan Jihyun.

"Jimin-ah," panggil Taehyung membuat Jimin yang semula mengatur suapan untuk Taehyung, menoleh sejenak. "Mau kukenalkan dengan seorang gadis?"

Jimin menggeleng cepat. "Tidak perlu. Akan sangat terlihat menyedihkan kalau jodoh Park Jimin dicarikan orang lain."

Taehyung tersenyum tipis. "Iya, belum tentu hubungan itu akan berhasil. Sekalipun berhasil, belum tentu bertahan lama, seperti hubunganku dengan Jihyun. Sejak pertama kali dikenalkan, kami seakan dituntut harus berpacaran dan menjalin hubungan yang serius ke depannya. Ketika kenyataan sudah tak sejalan, hanya setumpuk rasa bersalah yang kita rasakan," paparnya sembari mengingat pertemuan keluarganya dan keluarga Jihyun terakhir kali, yang menandakan hubungannya dengan Jihyun resmi berakhir.

Jimin menepuk-nepuk bahu Taehyung. "Tak perlu membagi masalah yang sudah aku tau, Taehyung-ssi."

Taehyung mendecak seraya mengempaskan tangan Jimin. "Kau ini sedang meledekku, ya? Cepat berikan suapanku sekarang." Pria itu membuka mulutnya lebar-lebar kala Jimin sudah menyiapkan sesendok sup hangat yang ia main-mainkan lebih dulu seperti pesawat.

Setelah suapan masuk ke dalam mulutnya, Taehyung mengunyahnya sembari menggerutu, "Aku bukan anak kecil."

Jimin tergelak. "Kau harap aku bertemu dengan gadis beruntung, kan?"

Taehyung mengangguk seraya sibuk mengunyah. Ia hanya mengeluarkan gumaman samar.

"Dan aku harap, seseorang yang menjadi pendampingmu kelak tidak rugi mendapat jodoh yang sangat manja ini," kelakar Jimin sembari melayangkan suapan lagi.

So Far Away [KTH] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang