38 - DANGER

12 4 0
                                        

Setelah melihat kondisi Jihyun mulai membaik dan sudah dicek oleh dokter, kini Taehyung tengah menyuapi Jihyun sebab perutnya perlu asupan sebelum ia dijejali sejumlah obat. Ia jadi ingin bertanya pada Jihyun tentang apa yang terjadi sebenarnya pada gadis itu. Namun, ia takut Jihyun menyimpan trauma, Taehyung tak ingin membuat gadis itu tertekan.

Sementara itu, kala Taehyung mempertimbangkan dengan hati-hati, dengan polosnya Jungkook bertanya, "Kenapa kau menghubungiku? Kau tak tega Taehyungie-hyung atau Jimin-hyung babak belur, huh? Selalu saja melimpahkan urusan begininya padaku. Kalau mau jahil, lain kali jangan kelewatan." Ia sedikit membuatnya terkesan menjadi sebuah candaan.

Jihyun mengerutkan kening tak mengerti. "Memangnya aku menghubungimu?"

Jungkook mengangguk. "Kau mengirimiku lokasi tempatmu berada dan pesan S.O.S.. Kau tak ingat? Atau salah kirim?"

Jimin yang sejak tadi bungkam sebab tidak tahu kronologi kejadiannya seperti apa, jadi penasaran. "Memangnya kau mau menghubungi siapa? Aku?"

"Atau aku, Hyunie?" Taehyung ikut-ikutan memberi opsi.

Jihyun menggeleng lemah. "Aku mau menghubungi Namjoon, tapi kenapa jadi pada Jungkook? Coba lihat ponselku," pintanya pada Taehyung yang mudah menjangkau meja tempat ponsel Jihyun tergeletak.

Taehyung memberikannya pada Jihyun. Tampak gadis itu terburu-buru mengecek aplikasi pesan. "Ah iya, kenapa aku malah mengirim pesannya padamu, Jungkook-ah?"

"Mana aku tau, aku hanya sebagai penerima, ya," sahut Jungkook tak terima disalahkan.

Jihyun terdiam sejenak dan membaca deretan pesan Namjoon.

Jihyun, kau sudah sampai di mana?
Kenapa belum kembali juga?

Park Jihyun-ssi, kau di mana?
Mianhae, aku sangat ceroboh.
Ternyata, klien perusahaan Jepang itu menunda meeting-nya. Kau jadi harus repot-repot pulang dulu.

Jihyun?
Kau di mana, Jihyun?
Apa kau makan siang dulu di luar?

Jihyun? Angkat teleponku, kumohon.
Kau sedang menyetir?

Mana mungkin Sekretaris Park tidak menerima telepon dari Tuan Kim, bukan?
Kumohon, angkat teleponku, atau setidaknya balas pesanku.

Jihyun, ini sudah kelewatan.
Kau di mana?
Katakan cepat atau aku akan menyusulmu.

Jihyun?
Apa kau sangat sibuk dengan urusanmu sendiri sampai kau lupa sekarang masih jam kerja?
Kau di mana, Jihyun?

Jihyun, apa kau sangat kolot hingga tidak menyentuh ponselmu sama sekali?

ANGKAT TELEPONKU, PARK JIHYUN!
KUMOHON!

Jihyun, gwaenchana?
Apa ponselmu kehabisan baterai?
Tapi, kutelepon masih aktif.

Jihyun, apa mobilmu tidak mogok di jalan?
Kenapa kau belum kembali ke kantor?

JIHYUN? KAU KENAPA?
KENAPA YANG MENJAWAB TELEPONKU SEORANG PRIA DAN MENGATAKAN KALAU TERJADI SESUATU PADAMU DAN ITU GARA-GARA AKU?

So Far Away [KTH] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang