Chapter 18 : Ketakutan Zee.

7.6K 364 2
                                        


"Gila sih, Anak gue pasti seneng."

Zee menggelengkan kepalanya keran dengan Bella yang tersenyum sambil mengelus Perut nya yang Masih rata itu.

Yang benar saja, Tadi saat di restaurant.
Bella memesan semua menu yang ada dan di Coba satu persatu. Gila memang apa tidak penuh itu perut nya, Membayangkan saja Zee sudah merasa Mual.

"Laper apa Doyan Lo."

Bella cengengesan, "Ngidam Gue hehe."

Zee melanjutkan langkahnya nya keluar Mall tersebut di Ikuti Oleh Bella. Tak habis pikir dengan Bella, Ngidam apaan Sampai makan sebanyak Itu kayak gak pernah makan Selama Setahun aja.

Tadi sebelum mereka makan, Mereka lebih dulu keliling Mall dengan Melihat-melihat serta membeli baju Couple dan Sepatu.

"Zee?"

Gadis itu terdiam saat seseorang memanggil namanya, "Eh." Repleks nya.

"Udah mau pulang?"

Zee mengangguk, "Iya nih, Kamu?"

"Aku mau kumpul sama yang Lainnya."

Lagi-lagi Zee mengangguk.

"Sama siapa?" Tanya Grifant.
Laki-laki itu baru pertama kali Melihat Zee bersama Teman Perempuan.

Zee melirik Bella, Kemudian meringis di dalam hati karena laki-laki itu sepertinya memang Tidak mengenali Bella.

"Sahabat baru, Temen sekelas juga."

"Oh, Aku tinggal ya? Kamu hati-hati di Jalan"

Zee mengangguk lalu membiarkan laki-laki itu pergi. Dalam hati, Zee menyayangkan laki-laki itu yang sama sekali tidak Ingat dan tidak Mengenali sahabat baru nya itu.

"Dia siapa? Ganteng juga."

Zee yang mendengar itu tersenyum tipis pada Bella, "Dia emang Ganteng."

"Siapa lo sih itu?"

"Mantan Gebetan."

Zee ingin ngakak sendiri mendengar ucapan nya sendiri itu. 'Mantan Gebetan gak tuh wkwk anjirlah bisa-bisanya Lo gak ngenalin Orang yang udah ngambil Mahkota Lo.'

"Serius? Kenapa gak sama dia Aja sih? Daripada Lo di tuduh masih suka sama Gavin."

Lagi, Zee membatin, 'Bego banget emang Lo sih Bel, Secara gak sengaja Lo ngerestuin gue sama Bapak dari Anak di rahim Lo itu.'

"Gue masih gak mau pacar-pacaran."

"Dia ganteng loh, Bibit Unggul."

"Iya, kalau cowo pasti mirip Dia."

"Udahlah gue setuju Lo Sama dia, Zee."

Zee hanya menjawab dengan deheman pelan lalu senyum tipis, Kemudian kembali melangkahkan kaki cantik nya.

'Gue emang bakal jadi Emak dari anak Lo Bel, Tapi gak dengan bapaknya juga Gue embat'

Zee dan Bella pun masuk ke dalam mobil lalu Mobil itu melesat Membelah Jalanan.

Sebelum Zee ke markas, Dia harus mengantar Bella terlebih dahulu ke rumah Nya.

----

Setelah mengantar Bella dengan selamat sentosa sampai di Rumah nya. Zee langsung ke Markas sesuai janji nya pada Para sahabatnya itu.

Belum terlalu Malam Memang. Masih jam Depalan Lewat dikit jadi Zee bisa Lama-lama di Tempat yang ia sebut Rumah ini.

"Heyyo Queen!" Sapa Jevan saat Zee baru saja membuka pintu ruangan Khusus Inti.

LAREINA [ END ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang