Chapter O9 : Vinsley?

10.8K 417 1
                                        

Rooftop sekolah menjadi tempat inti xarvgoz berkumpul kecuali Alva. Karna laki-laki itu ijin tidak masuk mengingat Della yang saat ini di rawat di rumah sakit karna kejadian kemarin.

Apa yang di lakukan Luna dan Yennie benar-benar dapat membuat gadis itu harus di rawat inap. Tapi jika Naya yang melakukan nya mungkin sudah tinggal nama.

"Kesimpulan nya?"
Tanya Orion pada mereka.

"Entahlah, Dia itu aneh."
Jawab Bian yang juga bingung.

"Orang lain muka dua, Lah dia malah banyak banget muka nya sampe gatau mana yang asli mana yang Palsu."

"Dia yang cerewet itu tingkah nya kayak orang gila, Seperti yang dia tunjukkan tiga hari pertama sekolah itu."

"Trus dia yang pendiem gak ngomong sama sekali bahkan gak nyamperin kita seolah dia gak kenal sama kita."

"Sama dia yang kayak anak kecil gitu manja dan cengeng? Bahkan seharusnya dia di lempar gas pun gak bakal nangis."

"Trus juga fakta dia yang selama ini di balik Zeva palsu? Ingat kan gimana Zeva saat itu yang cupu dan kerajaan nya cuma nunduk."

"Jadi kesimpulan nya dia itu Moody'an.
Dan bakal ngelakuin sesuatu mengikuti Mood nya dan itu tidak bertahan lama."

"Udah itu aja, Jangan di ambil pusing."
Putus Orion setelah mengatakan pengamatan nya dan juga kesimpulannya.

"Bener, Lebih baik mikirin soal balapan besok daripada memikirkan tingkah Zee yang akan terus berubah-ubah itu."

Bagi Bian, Memikirkan tingkah laku Zee yang seperti bunglon itu jelas tidak ada habisnya. Lihat saja nanti gadis itu akan melakukan sesuatu yang beda lagi.

"Lu masih mikirin ucapan Zee?"
Tanya Arga pada Gavin yang sedari tadi hanya diam.

"Yang bilang sayang sama si bos?"
Tanya Orion yang seketika ingat juga dengan ungkapan Zee waktu itu.

"Jangan di pikirin. Dia aja kayaknya udah lupa sama apa yang dia bilang. Buktinya selama ini dia biasa aja sama Gavin seolah gak pernah nyatain perasaan nya."

"Dia bahkan bersikap seolah tidak pernah mengatakan itu."
Ucap Nathan menyambung ucapan Fabian.

"Lu suka sama Zee?"
Pertanyaan tiba-tiba dari Gerald.

Gavin, Laki-laki itu langsung menatap Gerald dengan masih mempertahankan eskpresi Datar nya.

"Zee itu biasa bilang sayang sama orang yang bener-bener dia sayang. Entah itu hanya sekedar teman, sahabat, atau seorang kakak-adik bagi dia. Jadi ungkapan sayang dia ke lu itu pasti ada di salah satunya."

"Dia gimana sih yang lu tau"
Tanya Orion pada Arga di sebelah nya.

"Ya seperti yang gua bilang tadi."

"Sifatnya?"
Tanya Orion lagi.

"Seperti biasa cerewet, Kalau marah dia bakal ngamuk. Dan kadang manja kalau sama Abang nya, Mama nya, Tante nya."

"Dia pernah hampir bunuh Orang.
Karna itu gua usahakan dia jangan sampai di buat marah dan berujung ngamuk."

Mau tidak Percaya pun mereka tidak bisa ketika melihat bagaimana bar-bar nya Gadis itu dan juga tak kenal takut.
Tapi Sampai hampir membunuh Orang?
Bukankah itu sangat mengerikan?

"Sekarang gua tanya sama lu, Gav?
Menurut lu gimana sama Adek gua itu?"

"Lu selalu merhatiin dia, Gua tau."

"Dan kalau semisal lu suka sama dia? Itu gak bakal mudah karena dia punya banyak orang selain gua yang jadi sepupu nya disini. Ada beberapa orang yang akan jadi penghalang. Dan satu yang harus lu tau kalau Abang nya dia, Leader Gank motor."

LAREINA [ END ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang