PPPP!!
Ehe
Gue gajadi revisi.
Karna apa? Malas.
.
.
Satu Minggu setelah Gavin dan Zee yang Menghabiskan waktu bersama Davka. Zee Menjalani hari-hari nya seperti biasa, Sebagai seorang Pelajar ia tetap masuk sekolah Dan belajar. Sedangkan Malam hari nya Gadis itu akan tinggal di Penthouse nya dan Mansion bergantian.
Seminggu berlalu, Gavin dan Zee seperti orang asing di sekolah. Itu membuat banyak orang heran dengan kedua orang itu. Atas kemauan Zee sendiri, Gavin menyetujui nya.
Alasan nya karna Zee tidak mau melukai perasaan Vinsley jika laki-laki itu tau kedekatan nya dengan Gavin di sekolah.
Gavin tentu tidak tau itu, Zee tidak memberi tau apa alasan nya pada Laki-laki itu. Lebih tepatnya Zee mengancam jika Gavin tidak menyetujui nya maka ia akan menjauhkan Davka dari laki-laki itu.
Jika Zee tidak tidur di Apart nya itu ia akan beralasan bahwa dirinya menginap di Mansion orang tua nya. Begitu juga jika ia tidak Tidur di Mansion nya, Maka Zee akan Mengatakan pada Vinsley bahwa Ia tidur di Mansion Emerald.
Sampai saat ini kedua laki-laki itu tidak ada yang Curiga sama sekali. Bagaimana mungkin jika meraka di sibukkan dengan putra Mereka masing-masing.
"Eh Zee."
Gadis itu menghentikan langkah nya ketika di panggil oleh Bian. Padahal Zee sengaja ingin Melewati Gavin dkk.
Ia menoleh, Manaikkan alis nya.
"Kita mau Kemah Sabtu ini, Lo mau ikut Ga sekalian ajak Zeva juga."
Oh ayolah, Ini pasti akal-akalan Alva yang ingin Zeva ikut. Memang sejak awal Zeva mulai sekolah disini, Gadis itu selalu saja mengabaikan Alva karna dendam nya. Bahkan Zeva masih tinggal di Mansion nya sendiri sampai sekarang.
"Gue sibuk."
Bukan, Bukan Zee yang menjawab. Tapi Zeva yang berdiri di samping Zee dengan tangan Bersedekap dada. Gadis itu memang berjalan bersama Zee, Dan terpaksa ikut menghentikan langkah saat Zee di panggil.
Zee terkekeh, "Gue juga sibuk." Ucap nya lalu Menarik tangan Zeva menjauh. Kedua gadis itu datang ke sekolah menggunakan satu Mobil, Yaitu Mobil Zee. Dan kini mereka berdua tentunya pulang Bersama.
Selepas kepergian Double Z itu, Arga menghela nafas panjang. Laki-laki itu merasa sangat jauh sekarang dengan sepupu nya yang makin hari makin sibuk entah kenapa. Ya meski biasanya Zee selalu sibuk, Tapi setidaknya ada waktu. Tapi akhir-akhir ini Zee benar-benar seperti orang super sibuk.
"Makin hari makin jauh." Lirih Arga.
Nathan pun merasakan hal yang sama dengan Arga. Zee yang sekarang tidak serusuh Zee sebelumnya yang suka membuat masalah. Bahkan Zee yang sekarang itu lebih kalem dari biasanya.
Tapi, Zeva lah yang sekarang seperti Zee.
Gadis itu sering kali mengamuk di sekolah jika ketenangan nya di usik. Dan Nathan akui dirinya mulai Menyukai Zeva.
"Mungkin emang Mereka berdua sibuk."
Gerald yang Paling peka di bandingkan yang lain pun merasa aneh. "Bukan sibuk, Gue rasa Meraka sengaja Menghindar." Ucap nya membalas ucapan Nathan.
"Karna gue."
Orion terkekeh, "Lo akui juga." Ucap nya menatap Alva yang baru saja berbicara.
"Lebih tepat nya Zeva karna Alva dan Zee Karna si Bos." Ucap Bian.
Gavin menyedigkan bahu nya acuh selalu tidak tau apa-apa, "Cabut!" Ucap nya.
Mereka pun mengikuti Gavin yang keluar gerbang sekolah dengan Motor nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LAREINA [ END ]
Teen FictionDelova Lareina Draxler. Remaja 18 Years Old yang bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis bernama Zernice Lareina Emerald, Di hari pertama nya menginjakkan kaki di Sekolah nya Lagi. Karena suatu hal, Entah nyasar atau memang sudah di takdirkan. Jiwa E...
![LAREINA [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/326477222-64-k347697.jpg)