Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan diambil dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dari balik sebuah lorong dengan cahaya yang lebih redup dari area lainnya, seorang wanita berjalan keluar sambil menangis. Ia kemudian terlihat berlari menuju seorang pria tinggi yang terlihat sudah menunggunya sejak tadi.
"Sussst gapapa ya. Emang belum rejekinya" kata si pria menenangkan. Ditempat duduknya selama menunggu, Chery merasa sedikit kasihan dan merasa lebih banyak takut saat berulangkali melihat para peserta yang keluar masuk ruang penilaian.
"Udah gausah diliat. Fokus aja sama apa yang mau lo masak nanti. Udah lengkap semua kan bahannya?" Chery mengangguk sebagai jawaban
"Kalo gue nanti kaya dia gimana Nath?"
"Should we go home? Mumpung lo belom bau bawang putih nih" Chery mencebik kesal pada kakaknya. Kedua orang tuanya memilih menunggu disatu ruangan lain yang terpisah dan disekat pintu kaca dengan ruangan tempat Chery saat ini menunggu giliran.
"Lo bisa ngga sih nenangin gue dengan cara yang lebih normal?" Nathan terkekeh geli. Fokus mereka teralihkan saat seorang crew dengan seragam hitam menghampiri mereka
"Permisi mba, boleh minta waktunya?"
Sementara ditempat lain, ketiga juri yang bertugas untuk acara Top Chef itu duduk disebuah ruang tunggu. Mereka mendapat break pertama mereka setelah lebih dari 3 jam melakukan audisi tanpa henti.
"Lo ngga pernah bilang kalo gue harus acting" Will melirik Liam yang duduk kaku sambil bersedekap disampingnya.
"Ck bukan acting. Cuma disuruh filter omongan lo biar ngga terlalu nyakitin hati. Lo udah bikin beberapa peserta nangis dari awal audisi tau ngga?"
"Gue cuma nilai masakan mereka dengan jujur kok. Ngga ada maksud buat bikin nangis anak orang. Kalo ngga enak, ya masa harus gue bilang enak."
"Ya makanya tadi lo di briefing ulang biar penilaian lo bisa disampein pake bahasa yang lebih halus."
"Ck ribet."
"Udahlah Will. Lagian ini kan pertama kalinya Chef Liam ikut acara yang disiarin TV nasional." Kata seorang wanita cantik dengan blazer merah keluaran Dior dan boots hitam setinggi lutut menimpali. Sarah Amara, salah satu Celebrity Chef yang terkenal karena ahli membuat pastry dan sudah menjadi juri di acara Top Chef selama tiga season berturut-turut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.