Hari berganti hari hingga bulan berganti bulan telah dilewati. Pagi ini Arga berjalan dilorong dengan cepat, pasalnya Felly menelfonya karena mendapatkan pasien yang harus segera dioperasi. Felly adalah salah satu rekan kerja Arga dan bisa dibilang selalu bersama lelaki itu saat oprasi dan pengecekan pasien. Dengan adanya kebersamaan yang terus menerus, Felly memiliki perasaan dalam pada Arga. Keduanya baru kenal dalam 4 bulan terakhir karna Felly merupakan dokter baru dirumah sakit ini. Namun dirinya tidak tau jika Arga sudah memiliki istri dan sedang hamil besar, karena Arga termasuk orang yang pendiam dan dingin kecuali dengan kerabat apalagi istri tercintanya, Flo. Huh!
"Semua sudah siap?" tanya Arga.
"Sudah Dokter, saya juga sudah konsultasi dengan dokter Richard untuk oprasi ini." jelas Felly.
Ruang opras dibuka, Arga menyiapkan dirinya begitu juga dengan Felly. Beberapa peralatan media serta suster sudah bersiap ditempatnya dan operasipun berjalan dengan baik.
Kini keduanya sudah kembali keruangan masing masing dengan Arga yang langsung bersiap menuju Branicto Company karena ayahnya memanggil. Sepertinya ada kendala. Felly datang dan membawakan kotak bekal yang akan diberikan untuk Arga. Dengan berat hati, Arga mengambilnya dan langsung pergi karena dirinya terburu buru. Felly lompat kegirangan karena masakannya sudah diterima oleh pujaan hatinya. Ia merasa rencananya berhasil untuk mendekati Arga lantara dua hari lalu Arga menerima ajakkan dirinya untuk makan sore.
Branicto Company, Jakarta.
"Ada apa pah?"
"Ini Arga, ada penghianat di perusahaan kita. Kita sampai memakan kerugian 11 milyar."
Arga membulatkan matanya, "Hah?! Sebelas milyar? Gimana bisa?"
"Anak buah kita yang sudah hampir 8 tahun bekerja dengan kita yang membawa uang itu. Sekarang Raka sudah pergi ke kalimantan untuk urus perusahaan yang ada disana karena habis uang, pembelian dan pemasukan jadi terhambat. Papa akan tangani yang di Singapur, dan kamu papa minta ke Bandung ya? Bisa kan Nak," jelas Arfin.
Arga berfikir sangat kuat, ia bingung namun hal ini sangat penting. "Anak buah papa lainnya tidak ada yang bisa membantu?"
"Ada, tapi hanya dua saat ini yang papa bisa percaya. Mereka sudah papa tempatkan di dua titik lainnya. Selebihnya tidak, sudah hilang kepercayaan saya terhadap lainnya." jelas Arfin lemas.
Arga merasa ia masih memiliki tanggung jawab di Rumah sakit terutama pada Istrinya yang sebentar lagi akan melahirkan buah hati pertama mereka. Ia juga tau jika Flo tidak menyukai hal ini.
"Berapa lama?"
"Sampai selesai Nak, kalau tidak kita akan benar benar bisa mentup perusahaan karena kerugian yang terlalu besar."
"Aku khawatir istriku."
"Mamamu akan menjaganya 24 jam. Kamu tidak perlu khawatir. Martin juga sudah papa minta untuk urus perusahaan ini agar kita tidak perlu khawatir. Dan Nia akan sesekali berkunjung kerumah atau bahkan menginap. Istri mu aman. Lagi pula Bandung tidak terlalu jauh dari Jakarta." Jelas Arfin.
"Yasudah, aku bisa 4 hari lagi. Arga harus minta cari pengganti di RS sementara dan dua hari lagi ada jadwal operasi."
"Baiklah, kalau bisa lebih cepat, lakukan. Kita tidak punya waktu banyak.
***
Malam, Jakarta.
Wanita itu memasuki lamar dan mendapati suaminya yang sedang menyeruput secangkir teh di teras kamar. Ia tersenyum dan menghampiri suaminya, memeluk dan menciumnya dari samping.
KAMU SEDANG MEMBACA
Florencya
Romance(SELESAI✔️) Hanya tentang gadis nakal yang mengklaim secara terang terangan bahwa si cupu sudah resmi menjadi kekasihnya. Bagaimana nasib si cupu itu selanjutnya? • • [DILARANG : MENGIKUTI, MENG-COPAST, MENIRU, DLL✖ KARNA INI ADALAH ASLI PIKIRAN SE...
