6; Belajar Bareng

430 18 0
                                        

Bell istirahat berbunyi, dan ketiga wanita itu sudah berada dikantin sebelum bell berbunyi. Siapa lagi jika bukan Selly, Kanya, dan Flo. Dasar mereka!

"Eh Flo, emang bener lo hari ini kesekolah bareng si Arga?" tanya Kanya.

"Eh iya! Selly denger beritanya dari si Gilda. Kok bisa sih Flo?"

Gadis itu menarik nafasnya panjang. Ia sudah tau jika kedua temannya ini akan bertanya demikian. "Panjang ceritanya, tapi yang jelas dia punya niat baik buat nawarin gue."

Selly mengerutkan dahinya heran. "Lah? Sejak kapan Flo bisa liat niat baik orang?"

"Nah iya bener. Mana pernah lo kaya gitu." sambar Kanya.

"Makanya gue bilang panjang ceritanya Kanyaa, Sellyy. Ah!"

Kanya berdecak, "Yaudah, ceritain aja sekarangg. Masih ada 15 menit sebelum masuk bell,"

"Iya Floo! Selly kepo banget inii."

Flo memutarkan kedua bola matanya jengah, dan akhirnya mengalirlah kejadian itu dari Arga yang mendatangi kediamannya, bercerita tentang dirinya yang akan membantu neneknya malam kemarin. Sampai saat tadi pagi ia berangkat sekolah bersama.

"Gila! Berani juga tuh si cupu keluar malem malem ya? Selly kira dia penakut sama kaya anak cupu lainnya."

"Tar deh Flo, dia ke rumah lo? Tau dari mana dia rumah lo?" tanya Kanya.

"Dia pernah nganterin gue pulang pas lo berdua gak bisa main ke Club. Dan disaat gue mau pulang, ban mobil gue malah kempes. Kebetulan dia dateng bantuin gue dan ujung ujungnya gue terpaksa naik motor menjijikannya itu." jelasnya.

Tak lama bel sekolah berbunyi, menandakan pelajaran akan dimulai kembali. Dan ketiganya pum memutuskan untuk kembali kekelas.

Pelajaran pun dimulai dengan tenang tanpa adanya kelakuan nakal dari Flo seperti biasanya. Entah, hari ini ia sangat malas untuk melakukan sesuatu hal. Pusing, itu yang ia rasakan sekarang. Lemas sekali. Namun ia tahan, karna menurutnya ini adalah hal biasa. Untuk apa menuruti kelemahan tubuh sendiri? Seperti babu saja! Pikirnya.

Bel istirahat berbunyi kembali, membuat siswa siswi berhamburan dihalaman sekolah. Kanya, Selly, dan Flo pun bangkit berdiri untuk menuju kantin. Tapi sebelum mereka pergi dari kelas, salah satu diantara mereka dipanggil oleh teman satu kelasnya.

"Flo!"

Flo menengok ke asal suara dan menaikan satu alisnya sebagai pertanyaannya.

"Gue disuruh manggil lo sama bu Tika ke ruang BK, dia nyuruh lo sekarang kesana." katanya.

Tanpa berkata apapun, Flo langsung melihat kedua temannya dan berfikir, mengapa ia dipanggil?

"Lo ada masalah apa lagi Flo?" tanya Kanya.

"Oh, mungkin karna gue sentil anak setan itu kali." katanya santai.

Apa katanya tadi? Sentil? Jelas jelas dirinya telah mendorong dan memukul siswi lain dengan kasar, sampai mengundang darah tuk keluar. Benar benar memang gadis ini.

"Yaudah lah, gue sama Selly duluan aja ya Flo. Laper, jangan lupa ambilin permen diruang Bk. Lumayan buat ngemut-ngemut pas pelajaran pak kumis."

Selly langsung saja menjitak kepala temannya yang satu ini, "Dasar bego! Selly kira cuma Selly doang yang bego. Ternyata Kanya juga!"

"Yeh gua mah gak sebego elo ya Sell,"

Tanpa memikirkan apapun, gadis itu langsung saja pergi tanpa berkata sesuatu.

FlorencyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang