Determine

34 22 0
                                        


Di sisi lain, Karo dan Leere mendapat kabar kalau keluarganya akan mengadakan kunjungan wartawan. Ia akan mewawancarai kejadian pesta debutante itu. Rumah yang sudah lama, bangunannya yang berabad-abad dijaga baik hingga tidak boleh ada yang masuk, kini menjadi malapetaka bagi keturunannya. Publik akan tau rahasia yang harusnya tidak disiarkan, akibatnya entah ada pencurian/pengkhianatan jabatan dan lain-lain.


Karo sebagai anak kedua dan laki-laki dirumah itu, ia membuka suara agar wartawan mundur dari wilayah kediaman Ree. Sedangkan orang tua nya menolak dan membiarkannya masuk. "Ya Ampun! Anda sudah gila ya? anda tidak ingat perjanjian luhur?", nadanya sedikit tinggi dihadapan ayahnya. 


"Kondisi kita sangat mendesak karena Thura tiba-tiba datang dan tidak ingin bertanggung jawab kejadian kali ini", Secara fakta kepala keluarga Ree/ayah mereka tidak ingin diwawancarai. Anak laki-laki yang disembunyikan bahkan entah status dibuang atau bagaimana, muncul dipublik. 


Karo menggertakkan jalannya dan menyuruh pelayan agar menahan pintu utama. Ia melihat dari lantai dua sudah banyak sekali orang-orang. Ia tidak membiarkan karir Ree jatuh dengan seperti ini. Ayahnya membujuk Karo untuk keluar, "Nak, keluar dan tanggung jawab semua itu". Karena malas berdebat lebih lama, ia turuti perintah kali ini dari pada membuat pintu utama rusak.


/CEKREK


/CEKREK


"Apa dia anak kedua??", 

"Tuan, kenapa anda dianggap anak pertama?",

"Saya ingin bertemu kepala rumah!"


Wawancara yang amat melelahkan. Karo sangat tidak suka pertanyaan yang mempunyai unsur soal keluarga. Ia tidak akan menjawab, melainkan mengkampanye. "Semuanya, tolong keluar dari kediaman kami! Kalian tau ada diwilayah siapa? jangan sampai saya mengirimkan kalian kepolisi semua!!", teriak Karo. Wartawan yang kian banyak jumlah tidak peduli apa yang Karo sampaikan. Lalu, ada satu pertanyaan yang membuat Karo tidak bisa diam.


"Kenapa anda tidak bergeming ketika nama anda digantikan oleh anak pertama? Anda sudah tidak punya malu?", kata 1 wartawan yang kurang ajar. Tentu Karo menarik kerahnya dan menjawab. "Anda saja tidak tau tentang keluarga saya apalagi diri saya! jaga sikap anda dan tau diri tempat anda! SEKALI LAGI!! Ini wilayah REE!! KELUAR!", teriak Karo.


Tak lama Leree dari lantai dua melepaskan tembakan agar wartawan itu takut dan meninggalkan kediaman Ree. Karo setuju tindakan Leree, sudah melewati batas wartawan ia akan menyerahkan ke Leree. "Dengar ya wartawan-wartawan!! Ga usah kepo! Kita saja ga pernah kepo urusan kalian semua!!", Leree sudah muak.


"Tapi nyonya Ree yang menghubungi kami kesini!", Karo dan Leree terkejut mendengarnya. Tak disangka ibunya yang membawa wartawan itu ke kediaman Ree. 'Ibu?..', suara keheningan sekarang yang ia dengar ditelinga cowok itu. Leree yang memanggil Karo dari atas, tidak terdengar. 

Choose! Fairly Together!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang