Good Bye

26 20 2
                                        



Ayla dan Arthur lumayan cukup lama menghabiskan waktu di istana Reina bersama Natsumi juga. Arthur sampai lupa ia punya janji dan rencana kedepannya di dunia hidup. Walaupun ia belum sepenuhnya berkeliling di dunia mati, ia cukup antusias dengan yang ada disini. Seperti sihir, Elf, iblis dan lain-lain yang berbau dunia mati. "Sudah waktunya kita balik", sambil mengecek jadwal yang tertera dibuku catatan laki-laki itu.


"Yahhh~ Ayla masih mau disini..", Ayla malah gelendotan di sofa dengan Reina. Jelas laki-laki itu menatap tajam ke arah Ayla dan gadis itu merasa terintimidasi. Alhasil ia nurut apa perkataan Arthur dan segera berkemas untuk pulang kerumah. Sebelum itu, Ayla ingin menemui Natsumi terlebih dahulu untuk menanyakan kekuatannya.


Ia mencari-cari dari segala arah dan ruangan tapi tidak ada dia. Hingga sampai lantai yang paling atas dibagian teras, ada Natsumi sedang sendirian menatap pemandangan. Jujur saja, gadis bertanduk ini agak lelah mencarinya karena istana Reina sangat megah dan luas. "Kak Natsumi!!~", panggil Ayla.


Natsumi melirik ke kanan mendapati Ayla sudah disamping-nya. "Ya?", "Ayla ingin tanya.. apa kekuatan ku ini sudah 100% dibangkitkan?", Natsumi tidak menjawab apapun, namun ia menjelaskan yang lain. "Yang pasti harus dikuasain dulu kekuatan! jinakin! jangan sampai dibawah kesadaran sama kekuatan itu.. bahaya dan bisa-bisa kamu ngebunuh partnermu!".


'ARTHUR?! kekuatanku bisa membahayakan dirinya?!!', Ayla tentu panik dan sedih mendengar kalo kekuatannya bisa membahayakan Arthur. Gadis berambut hitam itu menepuk pundak Ayla dan, "Tenang aja kok, meskipun butuh sedikit lama untuk jinakinnya.. aku tau kalo Ayla bisa". 


Kata-kata motivasi dari Natsumi. Ayla ragu untuk menggunakannya, kalo tidak digunakan.. akan sia-sia ia mendapatkannya dan tidak akan terbiasa. Ayla segera turun kebawah tapi ia ditarik ekornya oleh Natsumi. "Hei.. dari pada cape-cape jalan mending pake teleport ku aja!!", sambil merapal mantra teleport.


/SWUZZZ...


Dan tiba mereka berdua di pintu depan. "KERENN!! Cepet bangettt!", mata Ayla berbintang-bintang, takjub dengan kekuatan itu. "Ini mah bukan apa-apa dek", ezz. Arthur dan Reina menunggu Ayla didepan gerbang. Sebelumnya mereka masih ribut karena Reina tidak setuju Ayla pulang secepat ini. 


"Ayla nya ditinggal sini aja!", protes Reina.

"Lah lu kok yang ngatur? rumah gua berarti rumahnya dia juga!", 

"Ck! apa susahnya sih lu kapan-kapan kesini trus, bisa liat dia kesini!",

"Kebalik keknya ini kids",

"Kids kads kids.. tua'an gua anjir!", sambil sentil pelipis Arthur.

"NENEK SIALAN! Demen banget lu sentil kepala gua, ngaku juga kan lo udah tua?", Arthur tertawa jahat.


Choose! Fairly Together!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang