Jessica Latasha Mauren. Seorang gadis yang menyukai senja semenjak ditinggal ibunya. Setiap sore ia berkunjung ke bukit demi menikmati indahnya senja.
Namun di satu sisi, ia juga butuh penyemangat dalam hidupnya. Gadis cantik yang memiliki sifat cu...
Sebelum baca, pastikan kamu sudah vote bab ini, ya! ('・ω∩'*)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
.. ✿°•∘ɷ∘•°✿ ...
Gadis cantik itu seharian berada di kamarnya. Ia tak berangkat sekolah. Matanya sembab karena menangis.
Terdengar suara dari luar pintu kamar milik gadis itu. "Nona, makan dulu, yuk. Ibu sudah siapin makanan kesukaan kamu." Lili mengetuk pintu.
Jessica mendengarnya. Namun, ia tidak ada niat untuk menjawabnya.
"Nona?" panggil Lili. "Saya taruh makanannya di meja makan, ya?" lanjutnya.
Gadis itu memandangi foto mendiang ibunya. Jessica juga memikirkan 2 perusahaan Alana. Bagaimana bisa Jessica merawatnya?
Jessica juga bingung bagaimana nantinya kalo sudah waktunya memberi gaji kepada pekerja rumah. Apakah Jessica akan memecat semuanya?
Alana mempunyai 2 perusahaan yang amat jaya. Perusahaan itu berjalan dengan sempurna. Dan perusahaan itu juga cukup besar.
Gan-t, perusahaan Alana yang berada di kotanya, Greenland. Perusahaan itu menjual pakaian serta aksesoris lainnya. Sedangkan, LioShay adalah restoran cepat saji yang berada di luar kota, Happyland.
Namun, Jessica sudah pernah diajarkan untuk bagaimana cara mengatur perusahaan itu. Alana mengajarkan Jessica saat gadis itu berusia 15 tahun. Jessica juga pernah diajarkan cara menggunakan uang dengan bijak.
Alana mewariskan semuanya kepada putri tunggalnya. Alana yakin bahwa putrinya bisa menggunakannya dengan baik.
"Kata mamah, aku harus berkunjung ke LioShay seminggu sekali. Kalo di Gan-t juga sama. Kurang beberapa minggu lagi, aku harus menggaji semua karyawan." Gadis itu berbicara sendiri.
"Oke! Jessica, kamu harus bisa! Nggak boleh ngecewain mamah," lanjutnya.
Jessica menghapus jejak air matanya. Gadis itu lapar. Segeralah ia bangkit dari ranjang. Gadis itu tak mandi, entah kenapa tiba-tiba rasanya malas mandi.
Ia mengambil sweateroversize-nya di lemari. Sweater itu bewarna abu-abu tua.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.